CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption61


__ADS_3

Jim melepas pelukan mereka lalu duduk di kursi dengan santai.Anita memperhatikan wajahnya yang sangat antusias.


"Apa kabar Nes,sudah mantab bekerja di sini?" tanya Jim.


"Iya,jadi bisa sering ketemu kamu," mereka bertiga tertawa.


"Duduk,Sayang." Anita menempatkan dirinya untuk duduk di sebelah Jim, ketiganya semakin asyik membicarakan hal hal yang tidak begitu dia mengerti.Anita segera mengeluarkan ponselnya dan memeriksa pesan pesan di dalamnya.Ternyata Arron beberapa kali menelponnya.Anita memutuskan untuk membiarkannya.Mood bossnya itu sedang tidak baik,kalau diladeni malah jadi runyam pikirnya. Anita melihat ke arah mereka,ketiganya masih asyik membicarakan sesuatu,gadis itu mencoba menyimpan rasa jengahnya.Jim tampak senang sekali berbincang dengan wanita cantik di sebelah dokter Merry.


"Jim,aku ke toilet sebentar ya," kata Anita.


"Ya.Kamu mau makan apa?" tanyanya.


"Apa saja,"jawab Anita lalu beranjak pergi. Setelah urusan Toilet selesai,Anita memilih duduk di kursi taman milik rumah makan.cukup rindang dan menyenangkan.Ia membeli sebotol soft drink untuk mengusir rasa hausnya.Anita mengambil sebuah buku Novel dari dalam tasnya.Ia membawanya dari rumah karena dulu belum sempat membacanya.Anita meneguk sisa minumannya hingga habis lalu melemparnya ke tong sampah tak jauh dari tempatnya duduk.

__ADS_1


"Hei,apa toiletnya sedang banyak antrian?" Tiba tiba Jim muncul di belakangnya.Anita menoleh dan tersenyum kepadanya.


"Selesaikan dulu urusanmu,aku lebih nyaman menunggu di sini.Sampaikan saja ucapan terimakasihku pada dokter Merry," jawab Anita.


"Nona Anita,apa kau sedang cemburu?" Jim tersenyum senang.


"Jangan ge er,kita belum terikat apa apa. Jadi kau bebas melakukan apa saja dengan siapa saja."


Jim meraih dagu Anita dan mendekatkan wajahnya.


"Akan kutelpon pak Edy supaya menjemputku. di kantor masih ada yang belum kubereskan. Aku harus cari Benson karena data sample darinya amburadul.Nanti bisa jadi masalah di laporannya."Anita mengeluarkan ponselnya untuk menelpon,tapi Jim mengambil ponsel itu dari tangan Anita.


"Tidak perlu,akan kuselesaikan masalah itu. Jangan cari Benson,dulu sudah pernah kukatakan jangan cari dia lagi." Jim meraih tangan Anita.Mendengar nama Benson keluar dari mulut Anita membuat kepalanya berdenyut sakit.

__ADS_1


"Ayo makan dulu.Kukenalkan pada teman teman masa kecilku." Jim menarik tangan Anita hingga gadis itu setengah berlari mengikutinya. Jim mendorong Anita supaya duduk di kursi di sebelahnya.Anita melirik sebentar pria yang baru saja duduk di sebelah dokter Merry.


"Hei Jim,kenapa mukamu itu?" tanya pria itu. Jim tidak menjawab, hanya tangannya yang mengepal di atas meja.


"Anita ! Benarkah ini kamu Chili ku?" sontak Anita melihat ke arahnya,begitu pun Jim dan yang lainnya.


"Bayu...Kau.."Anita tidak meneruskan kata katanya.Ia melirik ke arah Jim yang sedang menatap tajam ke arahnya.Ia melihat ke arah Merry yang tidak kalah kaget melihatnya dan Bayu saling mengenal.


"Chili,kenapa kau bisa bersama Jimmy Brengsek ini?" Bayu bertanya lagi.


"Jangan memanggilnya seperti itu,dia Bossku.


Jangan memanggilku Chili," kata Anita kesal. Bayu tertawa senang,wajahnya berubah sumringah.

__ADS_1


"Oh my God ,Anita.Kau menghilang begitu saja, apa kau tahu aku mencarimu ke mana mana. Yudistira,Tinus,Rangga,teman temanku yang lain juga mencarimu.Kenapa semarah itu pada kami?Siska tidak mau memberitahu kamu ke mana."Tiba tiba wajah Bayu menjadi sendu. Anita hanya tersenyum misterius,Bayu masih menatap penasaran dan menunggu jawaban Anita.


__ADS_2