
Jim mengantarkan Anita pulang, dalam perjalanan keduanya hanya membisu. Mobil sport itu berhenti tepat di depan rumah Anita.
"Ngomong ngomong bagaimana kau tahu ini rumahku? " tanya Anita saat sampai di depan pintu, tangannya memutar kunci dan membukanya. Tiba-tiba Jim mendorong tubuh Anita masuk ke dalam ruang tamu yang masih gelap.
"Aahh Jim, mhhh," keluh Anita. Jim membenamkan lidahnya ke dalam mulut Anita hingga saling bertautan, Anita tidak menolak, bahkan membalasnya dengan lembut, matanya terpejam hingga membuat Jim semakin rakus memagutnya.
"Ahh Jim, " nafasnya terdengar sengau waktu Jim melepaskan ciumannya. Pria itu tersenyum senang,tangannya menyingkirkan helaian anak rambut di wajah Anita. Gadis itu hanya terpaku antara percaya atau tidak, halusinasi atau nyata, atau jangan jangan ini hanya mimpi panjang yang tampak nyata.
"Aku pulang, tidurlah, " Jim mencium keningnya lalu berbalik pergi. Mobil sport itu hilang dari pandangan Anita, ia merasakan kakinya lemas, tubuhnya segera ambruk bersimpuh di ruang tamu yang gelap. Anita sadarlah, sadarlah dari mimpimu. Air matanya mengalir tanpa bisa dibendung, tak lama setelah itu terdengar isakan lirih dari bibirnya. ****
__ADS_1
Hari itu Anita berangkat kerja lebih pagi karena harus naik angkutan umum. Ia berjalan ke tepi jalan raya yang kira-kira seratus meter dari rumahnya. Kepalanya masih pusing karena susah tidur tadi malam.
"Mbak Nita! " Anita menoleh ke arah belakangnya.
"Pak Tulus, mau ke Surabaya ya?" tanya Anita berbasa-basi basi.
"Ayo naik, saya disuruh Mr. Jim jemput mbak Nita. Tadi jam lima pagi Mr. Jim telpon saya suruh jemput mbak Nita jangan sampai telat. "
"Thanks." Jim tidak membalas, agak lama kemudian telpon Anita berbunyi tanda pesan masuk. Ada gambar Sticker lucu, gambar anak kecil sedang mandi yang dikirimkan kepadanya.Anita tersenyum senang.
__ADS_1
Hari-hari begitu sibuk,awal tahun dan memang waktunya menyelesaikan laporan keuangan perusahaan.Jim terlihat sibuk dengan para QC dari para Customer yang sedang mengawasi proses produksi atas barang barang yang mereka pesan.Ia selalu menyempatkan untuk bertemu Anita walau cuma sebentar dan selalu berkirim pesan sekedar mengingatkan jangan lupa makan begitupun sebaliknya.
"Anita, please check your email, I sent any report to you, check it out and tell me whats the problem of that," kata Arron.
"Okey," Anita mengangguk dan segera memeriksa emailnya.Diraihnya gagang interkom di mejanya."Benson, I will come to you and discuss something,are you bussy now?" Di seberang Benson mempersilakan Anita untuk datang menemuinya.Dengan membawa beberapa file Anita bergegas ke ruangan Benson.Pria tampan berwajah oriental itu tampak sibuk di mejanya.Ia segera menghentikan aktifitasnya ketika Anita datang."Hai," sapanya. "Apa yang bisa saya bantu Anita?"tanyanya.
Benson adalah kepala bagian desain yang sudah cukup lama.Ia sudah fasih berbahasa indonesia walau kadang kadang terbata-bata.
Anita menyodorkan beberapa lembar kertas kepadanya.
__ADS_1
"Sample list, whats the problem of this? Ini akan dikirim ke Italy besok,"Benson menatap penuh tanya.
"Apa sample product ini akan dikembalikan ke kita?"tanya Anita,Benson diam sebentar kemudian melihat lihat ke laptopnya.