CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption253


__ADS_3

Anita membuka matanya, punggungnya sedikit sakit.


Lampu tidur sudah mati, tapi tirai kamar masih tertutup.Ia melihat jam dinding sudah setengah sepuluh.


Ia bangkit dari tidurnya dan menghampiri jendela untuk membuka tirai.Indah sekali, debur ombak daerah Parang Tritis terlihat sangat jelas dari ketinggian.Vila milik dokter Bambang ini sungguh strategis.


Di sebelah Vila itu juga ada Vila lain yang jauh lebih mewah dan lebih besar.


Memiliki taman yang cantik dan terawat. Pemiliknya pasti seorang wanita yang sangat menyukai bunga.


“Apa kau menyukai Vila itu?”


Anita segera menoleh saat suara Hiroshi mengejutkannya.


“Pemiliknya pasti sangat menyukai bunga,” kata Anita.


“Lebih tepatnya, pemiliknya sangat menyukai wanita yang menyukai bunga tapi tidak pandai menanam bunga,” kata Hiroshi.


“Nyindir nih,” kata Anita.


“Beneran, Vila itu milikku.Apa kau ingin ke sana? Tapi aku sedang bersembunyi di sini. Lain waktu saja kita ke sana, semoga Tuhan masih memberi kita kesempatan dan waktu. Sekarang mandilah, aku tadi minta dibuatkan Risotto,” kata Hiroshi.

__ADS_1


“Lho, infusnya sudah dicopot Hiro?”


“Dokter Bambang ke rumah sakit,aku copot sendiri lah.Aku tunggu di bawah ya,” jawab Hiroshi lalu ke luar dari kamar Anita.


Anita tersenyum melihat wajah Hiro sudah agak kemerahan tidak sepucat semalam.


Anita segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah itu ia pergi menemui Hiroshi untuk sarapan.


Hiroshi membawa Anita ke halaman samping dan sudah terhidang beberapa makanan ala Jepang yang memang juga menjadi faforit Anita.


“Hiro, bagaimana kau dan dokter Bambang punya Vila bersebelahan?” tanya Anita.


Hiro tertawa kecil.


“Ini Enak, siapa yang buat?”


“Pak Pri bawa dari Jogja.Anita, maukah kau menghabiskan hari ini bersamaku? Aku takut tidak ada lain kali untuk bertemu,” kata Hiroshi.


“Hiro, aku masih lama di sini dan belum ada rencana untuk pergi.Kenapa kau takut seperti ini Hiro?”


“Aku sangat menyukaimu Anita,Belum ada wanita yang bisa masuk ke dalam hidupku selain dirimu.Berjanjilah padaku, apa pun yang terjadi kau tidak akan melupakanku. Berjanjilah padaku, suatu saat kau menyapaku kalau bertemu.” Mata Hiroshi berkaca kaca.

__ADS_1


“Kau ini bicara apa Hiro? Selamanya kau adalah temanku.Aku memang tidak menginginkan ada hubungan perasaan dengan siapa pun lagi.Tapi bukan berarti kita tidak bisa berteman dan bertemu.,” kata Anita.


“Hatiku sakit setiap kali memikiran ini Anita. Aku hanya merasa cepat atau lambat kau akan pergi.”


“Hiro, aku tidak suka pria yang gampang menyerah dan mudah diombang ambing perasaan.Satu saja yang kuinginkan, kau mencintai orang lain dan menikah dengannya.Anita ini bukanlah wanita yang terlalu baik Hiro, masih banyak wanita yang lebih baik dariku.Jadi jangan hanya melihatku ya,Hiro apa kau mengerti?”


Anita menusuk nusuk lesung pipi Hiroshi dengan jari telunjuknya.


“Tidak,aku tidak mau mengerti. Mencintaimu adalah hakku Anita,siapa pun tidak bisa menghentikanku walau pun itu dirimu.Jadi biarkan saja aku begini.”


“Baiklah,kau sendiri yang mau.Aku hanya tidak ingin kau tersakiti.Aku tadi telpon Rosid untuk menjemputku di Pantai, aku akan kembali ke Jogja dan kau istirahatlah di sini.Banyak yang masih harus kukerjakan Hiro.Setelah kau baikan kau bisa menyusul, akan kutraktir makan di mana pun itu,” kata Anita.


Hiroshi terdiam,mata sipitnya terlihat sayu.


“Hiro?”


“Baiklah,” jawabnya.


Anita tersenyum dan mengacak rambutnya. Anita merogoh kantong dressnya dan menemukan beberapa permen kopi kesukaannya.Ia memberikan tiga buah kepada Hiroshi dan memakannya sebuah.


“Kau ini, masih saja suka makan permen kopi.Tidak boleh terlalu banyak, nanti sakit perut,” kata Hiroshi.

__ADS_1


Anita hanya menyeringai kecil, wajah Hiroshi sudah mulai hangat.


Mungkin sumber sakitnya Hiroshi adalah dirinya, Anita hanya bisa membuatnya sedikit merasakan bahagia.


__ADS_2