
Anita membuka matanya,samar samar terdengar suara ombak yang lebih keras dari sebelumnya.Ia telah berbaring di kasur King size dengan sprei putih bersih.Ia menoleh ke arah Jimmy yang duduk bersandar di sampingnya dan sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya.Jim yang menyadari Anita terbangun segera mematikan laptopnya dan meletakkannya di atas nakas.
"Sayang,aku tertidur." Anita menggeliatkan tubuhnya.Tiba tiba Jim memeluk erat dan membenamkan wajahnya diantara belahan dada Anita.
"Jim, aku ..." Jim tidak mau membiarkan Anita protes,ia segera membungkam Anita dengan bibirnya,memaksa Anita membuka mulutnya. Sementara tangannya dengan cekatan melepas celana jeans yang Anita pakai.
"Sudah kuduga," Jim menyeringai senang saat panty Anita lepas dari tempatnya.Anita membelalakkan matanya.
"Sudah tidak ada bercak darah kan,"katanya. Jim membuang panty itu ke sembarang tempat.
"Jim," Anita memeluk leher suaminya.
"Aku mau sekarang Anita," katanya serak.Jim tampak begitu keras menahan hasratnya. Akhirnya Anita menyerah dan membiarkan Jim mencumbu setiap inci tubuhnya. Desahan dan rintihan Anita lolos begitu saja dari bibir mungilnya.
Tangan dan mulut Jimmy semakin tidak tekendali.Anita memekik tertahan saat Junior menerobos masuk ke inti tubuhnya.
"Ahh Jimmy, pelan sedikit," nafas Anita tersengal karena syok.
__ADS_1
"Maafkan aku, Sayang.Baiklah,aku akan hati hati," katanya.
Jim menggerakkan tubuhnya perlahan dan hati hati.Ia kembali memberi lumatan kecil di ujung dada Anita hingga tubuhnya bergetar hebat.Jim mempercepat gerakannya saat dirasanya Anita sudah siap.Desahan desahan keduanya memenuhi ruangan itu.
Tiba tiba terdengar pintu kamar diketuk dari luar. Jim semakin mempercepat gerakannya hingga keduanya mencapai pelepasannya.
Jim mengenakan kembali celananya, dan menyelimuti tubuh polos Anita.
"Shit, siapa dia? Berani beraninya menggangguku," Jim mengumpat kesal lalu beranjak membuka pintu. Lucas menyeringai nakal saat melihat Jim bertelanjang dada.
"Hey Jelek, mau apa ?" marah Jim.
"Pakai sana, kenapa pake ijin segala.Kunci sama suratnya ada sama pak Heri," rungut Jim kesal.
"Fill the fuel full,remember(Isi penuh bahan bakarnya,ingat)!" tambah Jim.
"Give me the Money Boss (kasih uangnya Boss)" jawab Lucas.
__ADS_1
"Kau ini pelit sekali.Tiap bulan gajimu ke mana? Sudah digaji besar, masih minta uang saku lagi." Jim mengambil uang dua juta dari dompetnya.Lucas segera mengambil uang itu.
"Thanks Boss,kapan lagi gue bisa morotin lo haha," Lucas segera pergi menemui pak Heri.
"Hey, awas gangguin gue lagi.Gue cemplungin laut lo," teriak Jim.Lucas hanya menjulurkan lidahnya.Jim menggaruk kepalanya kesal.
Umur sudah 22, tingkahnya seperti bocah SMA.Gak ngerasa apa sudah tua, gerutu Jim. Jim kembali menghampiri Anita yang masih bersembunyi di balik selimutnya.
"Lucas ?" tanya Anita.
"Ya,Setan Laknat itu sudah pergi.Dia sengaja mau ganggu kita.Mau pinjam mobil katanya, sejak kapan dia jadi manusia sopan seperti itu.Biasanya juga langsung pake."Rungut Jim.
"Apa tadi dia dengar teriakanku? Aku pasti malu ketemu dia," kata Anita.
"Biarkan saja, biar pengen," Jim tertawa usil. Anita memukul lengan suaminya.
"Habis kamu teriak sampe sekencang itu, emang masih sakit ya?" tanya Jim.
__ADS_1
"Juniormu itu ukurannya besar,tidak muat kalau main masukin aja.Sakit tau," protes Anita.Jim tertawa usil.
"Maafkan aku Sayang,suamimu ini juga masih amatiran. Nanti kita browsing internet belajar bareng ok?" Jim mengeratkan pelukannya. Anita tersenyum lalu menyembunyikan wajah ke dalam dada suaminya.