CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption95


__ADS_3

"Ayo sarapan,aku sudah buatkan roti isi.Ada pastry juga,masih hangat.Teh hangat, air jeruk hangat,jahe hangat." Anita dan bu Minah menyiapkan sarapan untuk keempat pria yang sedang beradu argumen di ruang tamu.


"Jim,sudah jangan berdebat terus.Ayo makanlah." Anita menghampiri keempat pria yang tampak duduk diam di tempatnya itu.


Tiba tiba Jim melempar bantalan sofa ke muka Julian.


"Ini gara gara elu pakai ngambek segala," katanya.Julian yang gelagapan langsung membalas lemparan Jim yang juga langsung mengenai mukanya.


"Kamu yang mulai,jangan salahkan aku," katanya.


"Ini gara gara elu juga kenapa segitu gampangnya dipedaya Julian," Jim melempar kepala Lucas dengan bantalan sofa dan langsung mengenai mukanya.


"Sumber masalahnya elu Julian,sialan jadi gue yang disalah salahin." Lucas menubruk Julian lalu memukulinya dengan bantal. Jack meninggalkan pria pria dewasa yang berubah jadi anak anak itu ke meja makan.Dengan santainya ia memakan roti isi buatan Anita.


Jim menyusulnya dan duduk di sebelah Anita.


"Aku mau yang isi udang Sayang, saus tomatnya juga," kata Jim.Julian dan Lucas juga menyusul.Anita melihat wajah Julian masih murung.


"Ju,apa kau tidak suka? Kau ingin makan apa biar nanti kubuatkan," kata Anita.

__ADS_1


"Suasana hatiku yang buruk,bukan makanan nya yang salah.Tidak perlu Anita,aku suka apa saja yang kau buat," jawab Julian.


"Jack, apa habis ini kau pergi ke kantor?" tanya Jim.


"Tidak, aku mau bersantai di pantai.Sebenar nya ingin surfing, tapi ombaknya tidak bagus. Aku mau cari Cumi di pantai," jawab Jack.


"Hei apa sekarang kau ketularan sama Julian malas malasan kerja?" marah Jim.


"Ini hari minggu Boss, aku ingin senang senang sedikit," jawab Jack.


"Jim sudah tidak lagi tahu ini hari apa, tanggal berapa.Yang dia tahu hanya tidur tidur dan tidur," kata Julian.


"Baiklah, habis ini kita ke pantai yang di sana itu.Kita cari cumi,kepiting,teripang dan apapun yang terpendam di sana." kata Jim bersemangat.


"Baiklah, selamat bersenang senang.Aku mau tiduran saja sambil baca," kata Anita.


"Ya, it's ok.Kau bisa melihatku dari jendela kamar kita.Pantai dekat rumah ini juga tidak kalah bagus.Istirahatlah di rumah, nanti kubawakan hasil tangkapan yang banyak," kata Jim seraya melahap sarapannya.


"Anita,kenapa tidak ikut saja? Apa kau menghindariku?" tanya Julian.

__ADS_1


"Kenapa harus menghindarimu? Kau bukan dept kolector kan.Aku hanya sedikit lelah dan masih mengantuk," jawab Anita.


"Apa Jim membuatmu kelelahan dan terjaga sepanjang malam?" tanya Julian.


"Hei jangan mancing mancing ya," kata Jim.


Julian melihat Anita lekat lekat,ia tampak mencoba mengetahui apa yang terjadi pada Anita.


"Lucas, minta sekop sama beberapa ember pada Dimas." Jim bangkit dari duduknya lalu membawa Anita ke kamarnya di lantai dua. Jim segera meraih tengkuknya dan melahap habis bibir merahnya.


"Jangan dengarkan apa yang dikatakan Julian,emosinya belum stabil." Jim membaringkan Anita di atas ranjang.


"Aku ingin membuat kissmark di sini," Jim membuka beberapa kancing baju Anita. Segera terekspos kedua gundukan kembar milik Anita.


"Aahhh," desah Anita saat Jim membuat dua kissmark di atasnya.


"Not now Baby," Jim mengancingkan lagi baju Anita.


"Aku pergi dulu, istirahatlah.Supaya kau punya cukup tenaga untuk pertempuran kita selanjutnya," Jim mencium pipi Anita lalu pergi.Anita tersenyum senang melihat kissmark yang di berikan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2