CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption309


__ADS_3

Selama lima hari terakhir Jimmy tinggal di rumah baru bersama Anita.Ia bersedia tinggal di rumah kecil dengan empat kamar standar asalkan istrinya itu merasa bahagia.Selama tinggal di sana Jimmy tak sekali pun pergi ke kantor.Hans dan Marcel yang pergi menemuinya jika diperlukan. Renovasi rumah sebelah juga sudah mulai dilakukan.Pagar samping dibobol dan beberapa bagian bangunan juga dirombak dan dialih fungsikan.


Jimmy merasa senang melihat senyuman yang selalu mengembang di bibir istrinya. Ia tidak melarang Anita melakukan aktifitas ringan sekedar memasak sesuatu untuknya atau menyirami bunga bunga anggrek miliknya.


Pagi itu Jimmy bersiap pergi ke kantor JAX Media untuk meeting bersama beberapa klien.Ia pergi dengan mengendarai motor sport Ducati miliknya.Anita mengantarnya sampai halaman rumahnya.


"Hati hati,jangan ngebut," kata Anita seraya mengusap dan merapikan rambut Jimmy.


"Tentu saja,aku usahakan segera kembali. Jangan pergi ke mana mana.Kalau butuh sesuatu,telpon Iren biar dia yang belikan untukmu.Kalau terpaksa harus pergi,biar diantar Jodi,ajak Bi Rosmini.Bi sumi pamit pulang seminggu,katanya Arum lagi sakit. Kalau sudah kembali biar langsung ke sini," kata Jimmy lalu mencium kening Anita.


"Ya,aku ingin di rumah saja hari ini," kata Anita seraya melambaikan tangannya.


Setelah Jimmy pergi,di belakangnya ada dua motor sport lain yang mengikutinya.


"Jodi,ada yang mengikuti Jimmy.Apa tidak sebaiknya kau..."


"Mereka pengawal Tuan,Nyonya," jawab Jodi.


"Oh," kata Anita lalu beranjak masuk ke dalam.


Anita segera pergi ke sebuah kamar yang nantinya akan dipakai untuk kamar kedua bayinya.Ia menempel beberapa sticker dinding yang bertemakan laut ada juga yang bertemakan pegunungan dengan langitnya yang biru.kapal laut,kapal layar,dominasi biru dan putih.Anita meminta Jimmy mengecat sebagian dinding kamar itu dengan warna biru dengan tangannya sendiri.Ia juga mencari sticker sticker dinding yang Anita mau walau harus keliling kota,ke luar masuk Mall.Ia juga meminta banyak orang membantu mencarikannya.


Alhasil,istrinya tersenyum lebar dan tak henti henti memeluk dan menciumi dirinya.


Setelah merasa lelah Anita kembali ke kamar untuk sekedar membaringkan diri. Baru memejamkan mata,ia dikagetkan suara dering telpon di atas nakas.Ponsel itu berhenti sebentar lalu berbunyi lagi. Akhirnya dengan malas ia membuka ponsel itu.


Anita membulatkan matanya karena ada ratusan pesan dan puluhan panggilan tak terjawab dari beberapa orang.Ia baru menyadari bahwa Jimmy salah membawa ponsel miliknya.


Yah Jimmy dulu pernah membeli dua ponsel yang sama tapi Anita menolak memakainya karena ponselnya juga baru beli.Setelah ponselnya rusak kemarin ia tidak punya alasan untuk menolaknya. Dan pagi ini Jimmy malah salah membawa ponsel miliknya.


Anita merasa geram karena banyak pesan dari Clarissa yang isinya pesan meggoda suaminya,dan puluhan panggilan tak terjawab juga berasal darinya.


Sementara Jimmy juga tidak membuka pesan pesan itu.Hanya beberapa pesan dari Jack dan Asisten asistennya saja yang ia jawab.Anita jadi semakin kesal saat Clarissa tiba tiba mengirim pesan saat melihat ponsel Jimmy sedang Online.


"Jim,aku jadi ikut ke singaphore ya.Aku sudah tidak sabar menghabiskan waktu denganmu." Pesan Clarissa.


Anita pun segera membalas.


"Temui aku jam sepuluh di Cassanova Cafe, ada yang ingin kubicarakan," ketik Anita.


"Pesan itu langsung dibalas dengan emoticon hati banyak sekali."


Anita segera bersiap karena sudah jam sembilan.Ingin rasanya ia menghajar mulut wanita ular itu.


Setiba di Cassanova Cafe Anita sengaja duduk tak jauh dari Clarissa menunggu, ia sengaja memasang mode senyap di ponsel Jimmy.Ada puluhan pesan dari wanita itu hingga membuat Anita sangat muak.Ia sengaja membuat janji di cafe mahal itu karena seorang Jimmy pasti tidak akan membuat janji di tempat ecek ecek seperti dirinya.


Setelah puas mengerjai Clarissa dengan membalas pesan pesannya dan melihat raut wajahnya yang gelisah,Anita mendekati dan duduk di depan wanita itu.


"Kau.." Clarissa tampak kaget setengah mati saat melihat Anita.


Sontak matanya melihat ke arah pintu,ia melihat lihat seakan mencari sosok seorang Jimmy yang ia tunggu.


"Aku dari tadi duduk di sana,kenapa kau kaget melihatku? Tidak perlu mencari Jimmy karena aku yang membuat janji denganmu," kata Anita.


"Apa maksudmu?" tanya Clarissa.


Anita segera menelpon nomornya sendiri, beberapa kali nada dering akhirnya terdengar suara Jimmy.


"Sayang,ponselmu ketuker,maaf aku tadi buru buru.Habis ini aku ada meeting lagi, aku pergi dengan Lucas.Aku usahakan pulang sore,OK."


"Ya," jawab Anita lalu mematika ponselnya.


Clarissa mengepalkan tangannya mendengar suara Jimmy.Anita memang sengaja mengeraskan suaranya supaya terdengar oleh wanita itu.

__ADS_1


"Jadi kau menipu dan mengerjaiku?" geram Clarissa.


"Aku hanya ingin tahu apa tujuanmu mengirimkan banyak pesan murahan seperti ini pada suamiku," jawab Anita.


"Aku? Baiklah,Aku mengenal Jimmy jauh sebelum kau mengenalnya.Aku menyukai Jimmy jauh sebelum kau menikah dengannya.Selama di Amerika dia kurang menanggapi perasaanku.Rupanya dia sudah kena pelet darimu.Tapi Jimmy berhutang nyawa padaku.Dan sebagai kompensasi aku ingin dia menikahiku. Kamu tenang saja,aku tidak akan memintanya mencerailkanmu,jadi kamu masih bisa hidup enak walau pun Jimmy akan lebih suka bersamaku." Clarissa tertawa senang.


"Benarkah,apakah Jimmy mengiyakan permintaanmu?"


"Kenapa kau ingin tahu,cepat atau lambat dia pasti mengiyakan.Nyonya Anita,apa kau tidak menyadari kalau kau tidak pantas menyandang sebagai Nyonya Muda Anggoro.Kau ini hanya anak dari seorang pemerah susu,mana pantas dengan Jimmy," kata Clarissa berapi api.


"Pantas atau tidak,tapi Jimmy memilihku. Kau sangat cantik dan badanmu bagus, kalau Jimmy tertarik padamu pasti sudah dari dulu menikahimu walau tidak kau minta.Nyatanya dia memilih karung beras sepertiku,kasihan sekali kamu Nona Carissa.Aku hanya ingin mengingatkanmu, masih banyak pria single di luar sana, jangan mengganggu suami orang," kata Anita.


"Apa hakmu mengaturku Nyonya, aku tetap akan meminta Jimmy untuk menikahiku sebagai balas budi.Kau tunggu saja hari harimu yang menyedihkan," kata Clarissa.


"Aku hanya ingin memperingatimu Nona, kalau sampai Jimmy menikahimu,maka aku akan memecat dan menendangnya dari perusahaan.Karena sembilan puluh persen seluruh milik Jimmy adalah milikku. Aku juga tidak akan menyesal karena masih banyak yang lebih tampan dari Jimmy," kata Anita.


Anita dan Clarissa menoleh saat ada dua orang pria tampan yang sedang menertawai mereka setelah Anita selesai berbicara.


"Oh my God,Anita.Setelah lama tidak menemuimu,kenapa kau semakin pintar melucu.Aku tidak tahu bagaimana mukanya Jimmy kalau mendengar ini dari mulutmu."


Pria itu kembali terkekeh.


"Julian,Arron? Sejak kapan kalian ada di situ?" tanya Anita.


"Women deng ni hen jio ne (kami menunggumu lama).Kamu bicara serius sampai kami panggil tidak dengar," jawab Arron.


Clarissa menatap kedua pria itu dengan mulut menganga.Bagaimana mungkin ada dua pria tampan dan elegan yang lain mengenal Anita sangat akrab.


"Zen de hen fan ne (menyebalkan)," kata Anita seraya memanggil pelayan.


Sebelum Anita menyodorkan kartu miliknya, Arron sudah menyodorkan kartu miliknya.


"Koko yang bayar," katanya seraya menepis tangan Anita.


"Kalian kenapa ada di sini?" tanya Anita.


"Ya meeting lah, masa main kelereng.Kamu sendiri ngapain di sini? Itu temanmu kah?" balas tanya Julian.


"Teman Jimmy.Clarissa,maaf aku harus pergi.Terimakasih sudah mau datang," kata Anita seraya bangkit dari duduknya.


"Ko, Koko balik dulu saja.Aku mau traktir Anita makan.Aku balik sorean lah kalau ada yang nyari," kata Julian.


"OK.Anita wo xian zhou(Anita aku pergi dulu)," kata Arron.


"Hao,xiao xin a (Ya,hati hati)," kata Anita.


Arron tersenyum manis lalu melangkah pergi.


"Julian,kau tampak lebih kurus," kata Anita. Ia ke luar cafe dengan berjalan beriringan.


Beberapa saat kemudian seorang pelayan datang mengemudikan mobil Ferrari milik Julian dan menyerahkan kuncinya.


"Naiklah," kata Julian seraya membukakan pintu untuk Anita.


"Jangan ngebut ya,aku takut," kata Anita.


"Iya Nyonya," kata Julian seraya melajukan mobilnya.


Diam diam Clarissa mengambil gambar dan sedikit video untuk ditunjukkan kepada Jimmy bahwa istrinya telah selingkuh. Ia memang tidak mengetahui kalau Julian dan Arron adalah saudara sepupu Jimmy. Dan tentu saja Clarissa tidak mampu menduganya karena ketiganya tidak mirip. Arron dan Jimmy berdarah campuran dengan ras Eropa dan Asia.Keduanya lebih condong ke ras luar sedangkan Julian murni Indonesia.


Sementara itu Jimmy tampak gelisah dan tidak fokus saat meeting dengan beberapa rekan bisnisnya.Lantaran beberapa kali Jodi yang diam diam mengikuti Anita mengirimkan beberapa foto dan video.


Jimmy diam diam membuka laptopnya dan mendengarkannya dengan headset wareless.Beberapa kali Lucas menyikut lengan Jimmy yang tidak memperhatikan rekan bisnis mereka menjelaskan proposalnya.

__ADS_1


"Mmm,maafkan saya Tuan Sardi,Tuan Agusman,dan Tuan Gunandi.Sedikit banyak saya sudah menangkap inti dari proposal Anda sekalian.Maaf saya ada urusan mendesak saat ini.Saya akan memberi jawaban dalam tiga hari.Lucas kamu handle dulu,gue ada urusan."


Jimmy langsung mencabut kabel laptop dan mematikannya.Dengan wajah sebal akhirnya Lucas mengiyakan.Borok kokok sia,gerutu Lucas.Sambil berjalan cepat ia menelpon sopirnya.


"Ed,tunggu di lobi," katanya dengan berjalan setengah berlari.


Ia mengabaikan saja saat ada beberapa karyawan menyapanya.


Setiba di lobi Jimmy langsung melompat ke dalam mobil jaguarnya yang pintunya sudah terbuka lebar.


Edy segera menutup pintu dan duduk di belakang kemudi.


"Ke alun alun kota Ed,Siomay Bandung di pojokan,cepet," kata Jimmy tidak sabaran.


Edy melajukan mobilnya lebih cepat.Jimmy mengumpat kesal setiap kali mobil berhenti karena lampu merah.


"Kenapa sih banyak lampu merah di sini,sialan."


"Banyak perempatan Tuan,jalan dekat alun alun memang banyak lampu merah.Ini sejak dari saya kecil lho Tuan," jawab Edy.


"Tunggu aku jadi walikota,akan kututup perempatan perempatan itu," kesal Jimmy.


"Nanti jalannya muter muter Tuan,kasihan anak anak sekolah,bisa telat masuk sekolah," jawab Edy.


Jimmy hendak mengatakan sesuatu tapi mereka sudah sampai di tempat yang dituju.Tanpa menunggu Edy Jimmy membuka pintu dan bergegas masuk ke dalam restoran. Di pojok ruangan dekat Jendela ia melihat Anita dan Julian sedang asyik mengobrol sambil makan.


Julian tersedak sampai terbatuk batuk karena kaget Jimmy menjambak rambutnya.


"Berani beraninya kencan dengan istriku," katanya.


"Aduh,apa apaan sih Lu?" Julian mendorong Jimmy hingga terduduk di kursi.


Setelah merapikan rambutnya ia duduk kembali dan meneruskan makannya.


"Nganggur Lu,jam segini sudah ada di luar. Pake ngajak ngajak istri gue lagi.Kurusan Lo kenapa?" tanya Jimmy.


"Kami nggak sengaja ketemu,dia ngajak makan siomay,kebetulan pingin makan," kata Anita.


"Gue kebanyakan lembur,makanya kurus. Malas makan nggak ada yang ngurusin," jawab Julian.


"Boong aja Lu.Biasanya juga cewek cewek Lu dateng bawa makanan," kata Jimmy seraya menyendok siomay milik Anita.


Anita meminta pada pelayan untuk memberinya satu porsi lagi.


'Nggak,gue males.Sejak dipergoki Anita waktu itu,tiap kali kencan sama cewek, gue ngerasa diplototin terus sama Anita," jawab Julian.


"Loh,kok jadi aku," kata Anita.


Jimmy tertawa keras sampai orang orang yang ada di situ melihat ke arah mereka.


"Heh," kata Julian seraya membekap mulut Jimmy.


"Lepasin,sialan," gerutu Jimmy seraya menepis tangan Julian.


Anita menyodorkan piring siomay miliknya.


Jimmy dan Anita memang lama tidak bertemu Julian.Keduanya tidak saling mengunjungi karena kesibukan masing masing.


Wajar saja sekarang ketemu mereka heboh sendiri.Ketiganya ngobrol banyak hal hingga menjelang sore.


Sampai akhirnya Jimmy membawa Anita pulang bersamanya.


.

__ADS_1


__ADS_2