
Anita diam diam melihat ke arah beberapa karyawan yang tadi bergosip di toilet.Ternyata ada yang tidak tampak di ruangan itu.Berarti dari departemen lain.
“Ini kursnya kenapa dua minggu tidak masuk ke sistem Yuki?Kenapa semua yang input transaksi ekspor impor tidak ada yang protes?” tanya Anita.
“Ekspor Impor bulan ini masih banyak yang belum masuk Nona,karena BL belum dapat,” kata cewek bermata sipit yang tadi mengatai dirinya.
“PEB,PIB,PL,INV semua sudah ada bukan?Kenapa tidak dientry dulu.BL nggak ngaruh sama transaksinya, tunggu apa?” marah Anita.
“Dokumen masih dipegang bagian Exim kalau belum lengkap,” jawab yang lain.
“Siapa yang buat aturan itu? Panggil bagian Exim ke sini.Minta Marcel juga datang ke sini,” kata Anita.
Yuki segera mengangkat interkomnya. Beberapa saat kemudian beberapa staf exim disusul Marcel datang ke ruangan itu.Hans juga datang ke ruangan itu.
“Ada apa Bu Yuki, saya sibuk sekali,” kata seorang pria muda dari bagian exim.
“Siapa kepala Bagian Exim?” tanya Anita.
“Saya, nama saya Johan.”
“Kenapa begitu dapat validasi dari pelabuhan,dokumen ekspor tidak dikasih ke sini?Hari ini barang ke luar harusnya besok accounting sudah dapat dokumennya?” tanya Anita.
__ADS_1
“Maaf,ibu ini siapa? Biasanya Ibu Yuki tidak protes,” kata Johan.
“Sementara ini saya akan mengawasi kalian.Kamu belum jawab pertanyaan saya,” kata Anita.
“BL belum dapat Bu,” jawab Johan.
“Terus kalau BLnya baru dapat bulan depan kita gak bisa buat laporan? Tunggu gunung meletus baru buat laporan?Hari ini juga kalian serahkan semua dokumen ekspor impor sampai tanggal kemarin.Kutunggu sampai habis istirahat,aku tidak mau terima alasan kalau kalian masih menginginan bekerja di sini,” kata Anita.
“Ya Bu, saya usahakan secepatnya,” kata Johan.
“Akan kulihat sebesar apa usahamu. Kau adalah kepala bagian Exim, kalau ada anak buahmu yang berbuat semaunya dan keluyuran gak jelas kasih SP saja,” kata Anita seraya melihat ke arah salah seorang staf exim yang tadi ikut bergosip di toilet.
Hans dan Marcel yang duduk di kursi meja rapat menangkupkan telapak tangan ke wajahnya.
“Marcel,bantulah Yuki menyelesaikan banyak permasalahan seperti ini.Kalau masing masing departemen semaunya dia tidak akan mampu menyelesaikan dan kelelahan sendiri.Kalau perlu carilah orang yang benar benar kompeten untuk membantunya,” kata Anita.
“Tidak ada yang lebih kompeten darimu Nona,” jawab Marcel.
“Fisikku tidak sebagus itu, sebenarnya aku ingin membantu.Hans, apa kau bisa lebih sering membantu Yuki?”
“Sementara ini tugasku mengikuti ke mana pun Nona pergi.Nanti kalau Tuan Jack datang semua masalah akan teratasi Nona.Apa lagi kalau Tuan Jimmy juga sudah kembali,” jawab Hans.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan membantu sementara di sini.Tapi aku tidak bisa janji datang setiap hari.Hans, tolong bantu ya.Aku ingin server sistem bisa diakses di laptopku.Belikan aku laptop baru yang ram dan procesornya tertinggi.Paling tidak i7,” kata Anita.
“Tentu Nona,akan saya belikan segera,” jawab Hans.
“Untuk sekarang, kalian semua staf accounting kumohon kerjasamanya. Kalau ada kesulitan segera ngomong sama saya atau Yuki kalau saya tidak ada.Jangan diam saja kalau ada masalah,tunjukkan kalau kalian bisa bekerja dan saling support, perusahaan pasti juga tidak mungkin tangan kosong kalau melihat kalian bekerja dengan baik,” kata Anita.
“Iya Bu...” kata beberapa staf Accounting.
“Yuki,dokumen yang didapat harus segera dientry.Nanti malam akan kuperiksa sejauh mana kalian bekerja. Tadinya aku mau mengajakmu pergi beli pakaian, karena hampir semua pakaianku tidak muat.Tapi melihat situasi di sini sepertinya aku pergi sendiri saja,” kata Anita.
“Nona, kau jangan terlalu lelah. Masalah di sini biar aku diskusikan sama Marcel.Usia kandunganmu masih rentan.Tuan pasti akan menghabisiku kalau terjadi sesuatu denganmu atau bayimu,” pinta Yuki.
“Tidak akan Yuki, aku tahu sebatas apa jadi tenanglah.Paling tidak aku bisa bantu sedikit.”
Anita meletakkan laptop Yuki kembali ke tempatnya.
“Ayo Hans.Semua,saya tinggal dulu ya,” pamit Anita.
“Iya Bu Anita,” kata semua staf. Hans dan Marcel melangkah ke luar mendahului Anita.
Hans tampak mengangkat ponselnya yang berdering.
__ADS_1