CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption192


__ADS_3

Andy Anggoro,Jimmy dan Julian duduk saling berhadapan.


“Jimmy, biar aku yang bereskan mereka,” kata Andy Anggoro.


“Aku tidak mau ada korban Uncle, mereka membawa senjata api otomatis, dengan peredam suara,” kata Jimmy.


“Dari mana kau tahu?”


“Aku melihat rekaman CCTV di hotel Summer, mereka naas sekali kenapa harus melakukan pertemuan di hotel milikku. Tas pakaian yang berisi senjata api itu dibagikan di sana. Untung saja Marcel kepikiran untuk mengaktifkan CCTV di semua kamar hotel saat aku memberitahukan keadaanku waktu itu,” jawab Jimmy.


“Ada berapa senjata api yang mereka bawa?” tanya Andy Anggoro.


“Enam Uncle, yang dua berupa revolver.Aku tidak tahu kenapa bisa pas buka rekaman kemarin,pas sekali aku buka yang itu.”


“Apa di rekaman itu mereka juga bawa peluru cadangan?”


“Aku belum buka semua. Julian, minta tolong ambilkan laptopku di ruang rawat Anita. Di dalam lemari pasien,” kata Jimmy.


Julian yang sudah sedikit mengantuk agak gelagapan saat Jimmy mengguncang bahunya.

__ADS_1


Jimmy mengulangi kata katanya dan Julian pun segera pergi ke ruangan Anita di rawat.Ia segera menghampiri lemari pasien dan mengambil laptop Jimmy.Ia segera menoleh ke arah Anita dan ibunya karena keduanya tertawa cukup keras.


“Mami jangan bongkar kejelekanku ya,” kata Julian.


“Eh jangan ge-er ya, anak ganteng.Mami hanya menceritakan kenakalanmu sama Jimmy sejak kecil,” kata Fenny.


“Tuh kan, Mami bikin malu tau nggak,” rungut Julian.


“Apa dirimu ini masih punya malu? Punya pacar di mana mana, ada beberapa teman Mami protes anak mereka kamu permainkan.Apa masih merasa jadi anak Mami yang alim ini?” tanya Fenny.


Anita tertawa kecil.


Fenny terdiam dan menatap Anita dan Julian bergantian.


“Julian hanya asal bicara Tante, saya juga mencoba memperkenalkan dia dengan teman saya.Tapi dasarnya memang susah dianya,” kata Anita.


Fenny tersenyum lega, sementara Julian ngeloyor pergi dengan bergumam tidak jelas.


“Kenapa lama sekali sih?” gerutu Jimmy saat Julian datang.

__ADS_1


Julian memberikan laptop itu kepada Jimmy yang segera menghidup kan laptopnya. Beberapa saat kemudian ia menyerahkan kepada Andy anggoro.Pria paruh baya itu mengamati dengan serius rekaman CCTV itu.


“Akan kubawa laptopmu dan menemui Pras.Aku akan berkonsultasi padanya.Biar aku dan anak buahku yang yang bereskan ini.Aku akan memberimu laporan kemajuannya,” kata Andy Anggoro.


“Ya, bawalah.Semua dataku ada di external hardisk porteble,” kata Jimmy.Andy Anggoro mematikan dan memasukkan kembali laptop itu ke dalam tas penyimpanannya.


“Jimmy, apa dia Anitamu yang membuatmu selalu ribut dengan kakakku?” tanya Andy.Jimmy tersenyum dan menggaruk kepalanya.


“Iya,aku tidak tahu bagaimana saat mereka bertemu,” jawab Jimmy.


“Kapan kau membereskkan pernikahanmu, aku dengar kau akan menjadi seorang ayah. Aku hanya berharap anak anakmu tidak ada yang nakal sepertimu,” kata Andy.Jimmy tertawa mendengar kata kata pamannya.


“Iya,aku bahagia sekali akan menjadi seorang ayah. Mengenai pernikahanku, aku juga tidak menyangka akan jadi kacau seperti ini.Tapi aku sudah membicarakannya dengan ayah mertuaku.Dia yang menyarankan untuk diundur saja sampai masalah Daddy selesai.Tapi aku Janji padanya menyelesaikannya dalam dua minggu Uncle. Teman temanku yang ada di Roma bersedia membantuku,” jawab Jimmy.


“Baiklah, yang di sini serahkan saja padaku.Ayo kita temui Aunty,” kata Andy Anggoro.


“Julian, eh tidur dia,” kata Jimmy.


“Sudah biarkan saja, ayo kita temui mereka.Sepertinya Aunty senang sekali bertemu istrimu.Biasanya dia jutek saja kalau ketemu cewek yang dibawa Julian.Kalau dia masih di sana ngobrol berarti bisa nyambung.” Andy Anggoro tertawa kecil dan beranjak meninggalkan ruangan itu sementara Jimmy mengikuti di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2