CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption215


__ADS_3

Baruna mengusak kesal rambutnya.


“Iya,iya OK.Aku datang ke sini untuk memintamu melepaskan ayahku. Mulanya aku ingin meminta bantuan Anita,aku tahu aku pengecut karena tidak berani menghadapimu.Tapi mau tidak mau aku juga tidak mungkin menghindar terus.Jim,aku sudah mencoba mencegah ayahku.Tapi aku tidak tahu kenapa dia begitu ngotot melakukan ini,” kata Baruna.


“Kau ingin tahu? Karena aku tahu banyak rahasia ayahmu.Waktu itu aku coba katakan semuanya padamu dan kau membawa banyak pengawal untuk menghajarku.Bar, aku disalahkan karena kau hampir mati dipukul pengawalmu sendiri.Ayahmu memang harus mendapatkan hukuman ini, apa kau tidak tahu dia berencana menculik Anita? Ayahmu itu masuk sindikat internasional. Jangan bilang Lu bego sampai sekarang tidak tahu,” marah Jimmy.


“Yang aku tahu dia bergabung dengan beberapa asosiasi dagang di berbagai negara.Jim, aku tidak mau terlibat dengan bisnis ayahku dan membuat bisnisku sendiri.Kakakku yang bekerja dengannya.”


“Semua bukti sudah di tangan polisi, aku tidak membuat pengaduan apa pun.Aku tidak bisa menolongmu.Aku masih banyak urusan, Hans tolong antar Tuan Baruna ke luar.Sampaikan pada semua untuk datang makan malam.” Jimmy bangkit dari duduknya.


“Jim, apa kau tidak bisa mempertimbangkan kalau kita kawan lama?” kata Baruna.


“Tidak,” jawab Jimmy.


“Mari Tuan, silahkan lewat sini,” kata Hans.Akhirnya Baruna mengikuti apa yang Hans katakan.


Jimmy bergegas ke kamar tamu bawah dan merebahkan dirinya dengan kesal.


“Brengsek,sialan,setan,” umpatnya. Dengan kasar ia melempar TV dengan remotenya.


“Tuan, izinkan saya masuk,” terdengar suara Hans di balik pintu.


“Masuklah,” kata Jimmy.

__ADS_1


Hans masuk dan melirik remote TV yang sudah hancur di lantai.Ada sedikit retakan di ujung flatTV, ia tahu mood Jimmy sedang tidak baik.


“Tuan Julian tidak bisa datang Tuan, di perusahaan sedang ada tamu.Hanya Tuan Lucas dan Marcel yang ke mari. Yuki juga tidak bisa,” kata Hans hati hati.


“Tidak apa,tolong bahas memngenai ruang tunggu di luar pagar dengan Marcel.Aku tidak mau tamu langsung masuk ke rumah ini.Panggil Corvin ke sini,” kata Jimmy.


Hans segera meraih ponsel di sakunya dan memanggil Corvin untuk datang.


Tak lama kemudian kepala pengawal itu pun muncul di depan Jimmy.


“Tuan memanggil saya?”


“Corvin, aku tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi lain hari.Tamu dari luar yang mencari aku atau pun instriku harus mendapatkan izin masuk dariku. Aku tidak mau Anita menerima tamu tanpa sepengetahuanku,” kata Jimmy.


“Kalian boleh pergi,” kata Jimmy.


“Baik Tuan,” jawab Hans dan Corvin hampir bersamaan.


Sepeninggal Hans dan Corvin,Jimmy kembali melempar asbak dan benda benda lain ke arah TV hingga hancur berantakan.


“Brengsek, berani beraninya dia datang merayu Anita.Berani beraninya dia melihat istriku sampai seperti itu.Aku bersumpah akan membuat Fadly membusuk di penjara.” Jimmy kembali melemparkan vas bunga ke arah TV yang sudah hancur.


“Jimmy...”

__ADS_1


Jimmy terkejut karena baru sadar kalau Anita sudah berdiri di samping pintu dan hampir saja terkena lemparanya.


Anita menghampiri dan mendekap kepalanya.


“Maafkan aku,harusnya aku menunggumu pulang,” kata Anita.


“Jangan menemui seseorang tanpaku, Anita.Aku cemburu melihat pria lain menatapmu seperti itu,” kata Jimmy.


“Aku minta maaf,Jimmy.”


“Kau berdandan terlalu cantik.”


“Aku tidak pakai makeup,hanya pakai bedak tipis,” protes Anita.


Jimmy menengadahkan wajahnya.


“Ini apa? Kau terlihat sangat cantik, liur Baruna hampir netes melihatmu tadi.Kau hanya boleh pakai makeup di dalam kamar saat bersamaku.”


Anita tersenyum melihat Jimmy merajuk dan berubah seperti anak kecil yang sedang merengek minta permen.


“Kau membelikanku alat makeup hanya untuk dilihat sampai kedaluarsa.Sayang sekali barang mahal yang tidak mampu aku beli dengan gajiku harus dibuang begitu saja,” protes Anita.


“Biar saja,” kata Jimmy seraya memeluk Anita hingga keduanya rebahan di atas ranjang.

__ADS_1


__ADS_2