
Hari hari dilalui Anita dengan membantu di perusahaan,sejenak ia melupakan kerinduannya kepada Jimmy.Antar departemen sudah mulai membaik dalam kerjasama dan laporan pun berjalan lancar.Berta dan Leny meminta maaf pada Anita karena pernah mengatainya. Ia baru tahu kalau Anita bisa berbicara bahasa Tionghoa saat Arron datang membantu Yuki dan Anita berbicara dengan lancar bersamanya.
“Kalian lupakan saja,aku juga tidak tahu kenapa Jimmy memilihku padahal aku secantik kalian pun tidak. Kalian boleh mengejar Jimmy,kalau dia mau aku akan lepaskan,” jawab Anita waktu itu.
Hal itu tentu saja membuat mereka menyesali kejadian di toilet waktu itu.
Ternyata istri boss mereka seperti ini, walau pun barang barang yang dipakainya branded, tapi pakaiannya tidak mencolok dan terkesan sederhana.Kemampuannya juga tidak bisa diragukan dan seakan mudah saja mengatasi masalah.
Hal itu yang membuat mereka berubah mengagumi Anita.Tapi seperti biasa Anita tidak ambil pusing karena di tempat kerja lamanya dia juga diperlakukan seperti itu oleh sebagian rekan kerjanya, dan lama lama merekalah yang berusaha mendekati Anita untuk membantu memecahkan masalah mereka.
Pagi itu Anita bangun agak siang, karena tidur lagi setelah shalat subuh.
Yuse dengan setia menunggunya di sofa depan kamar Anita.Sesekali ia melihat majikannya barangkali ada keluhan sakit karena Anita tidak pernah bangun sesiang itu.
Yuse segera membuatkan susu dan roti isi sayur dan daging asap.
Ia juga mengupaskan buah apel dan kiwi untuk Anita.
__ADS_1
“Cukup Yuse,ini terlalu banyak.Kamu sudah sarapan?” tanya Anita.
“Sudah Nyonya, apa Nyonya merasa tidak enak badan?Apa perlu saya telpon dokter?” balas tanya Yuse.
“Tidak,aku hanya kelelahan karena memeriksa laporan pabrik sampai pagi.Sepertinya aku tidak perlu ke sana lagi,sudah cukup baik,” jawab Anita.
“Tolong jaga tubuh Nyonya, jangan melakukan sesuatu yang berlebihan,” kata Yuse.
“Sudah selesai Yuse, jangan khawatir,” kata Anita seraya memakan buah apel dan kiwi yang tadi dikupas Yuse.
Pintu lift terbuka, muncul Hans dan ibunya yang tampak cemas.
“Tidak Bu,Nita hanya ingin malas malasan setelah seminggu ini membantu Yuki,” jawab Anita.
“Nak, kami semua cemas.Ibu takut Nita kenapa napa.Ayo kita periksa ke dokter Nesya,” bujuk Ana.
“Bu, Nita baik baik saja.Baru kemarin Nita periksa belum juga sebulan.Nita cuma pingin tidur lebih lama.Lihat nih perut Nita juga udah mulai kelihatan kan walau baru tiga bulan? Nita juga makan banyak ko,dua janin lebih cepat lapar hehe,” kata Anita.
__ADS_1
“Yuse, ambilkan suplemen Nona biar cepat diminum.Ini tadi saya dapat telpon dari dokter Nesya untuk membelikan tablet kalsium untuk Nona.Kau harus mengawasi Nona saat minum suplemen,takutnya tidak diminum,” kata Hans.
“Hans, segitunya sama aku. Mana mungkin lah,” protes Anita.
“Ini perintah Tuan Jimmy sebelum dia pergi,” jawab Hans.
Tiba tiba Anita terdiam,kenapa Jimmy belum juga menelponnya.Sudah hampir satu bulan,chatnya juga tidak pernah dibaca maupun dibalas.
Apakah dia baik baik saja,apa Jimmy makan dengan baik.Fikiran Anita tiba tiba ke mana mana.Perlahan ia meraba perutnya yang mulai membuncit.
“Nita, Nita..” panggil Ana.
“Eh, Iya Bu.Sini Hans,biar kuminum. Nanti siang aku mau ke kantor Ayah. Sudah lama tidak ke sana.Oh ya Hans, biar Yuse saja yang mengantarku,” kata Anita.
“Baiklah,beberapa pengawal akan mengikuti kalian.Bustam yang akan mengemudi.Saya akan menemui Pak Corvin untuk membahas sesuatu,” kata Hans.
“Hans, aku hanya mau ke peternakan. Biar Yuse saja yang nyetir mobil, lebay juga kalau bawa pengawal?” protes Anita.
__ADS_1
“Jangan mempersulitku Nona.Selama Tuan tidak ada,tidak boleh terjadi hal buruk kepada Nona,” jawab Hans.
Akhirnya Anita diam dan tidak memprotes lagi.