CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption207


__ADS_3

Sore itu setelah makan malam Anita duduk santai di taman belakang dekat kolam renang.Faris yang sedang ngobrol dengan Aksal segera menghampirinya.


“Kau sudah baikan Nita, sudah tidak pucat lagi sepertinya,” sapanya.


“Iya Mas, jauh lebih baik dari kemarin. Sal, ayah pergi ke mana?” tanya Anita.


“Menemui Pak Jupri Mbak, sama Pak Hans asistennya Mas Jimmy.Tanah dekat peternakan mau dijual, ayah coba nego harga, Mas Jimmy yang mau katanya,” jawab Aksal.


“Hah buat apa lagi sih, seluruh kampung kalau dibeli nggak bakal punya tetangga,” keluh Anita.Faris dan Aksal tertawa.


“Mau buat Helipad katanya, kebetulan kan jauh dari perkampungan. Tanahnya cocok katanya.Aku ke luar dulu Mbak, Mas Faris.Ada urusan sebentar,” kata Aksal.


“Mau ke mana malam begini?” tanya Anita.


“Nganter Aida, berani main nggak berani pulang.Ibu maksa suruh aku anterin,” jawab Aksal.


“Wah bakal punya adik ipar nih,” ledek Anita.Aksal memanyunkan bibirnya lalu pergi dari tempat itu.


Faris duduk di hadapan Anita dan keduanya pun saling pandang.


“Makasih Mas, masih mau nginep lagi di rumahku.Maaf yang kemarin, Mas datang ke sini dengan kondisi yang tidak mengenakkan.Jimmy sedang menghadapi banyak masalah dan ada sedikit perselisihan.Dia tidak banyak cerita, tapi kalau sudah sampai pakai senjata api...” kata Anita.


“Tidak apa, aku bisa memahami orang hebat pasti punya banyak musuh Anita, dia masih muda dan banyak hal yang dia bisa lakukan di luar dugaanku.Semula aku sangat sedih waktu melihat kau sudah dimiliki orang lain. Berarti aku tidak mungkin lagi mewujudkan keinginan ibu.Tapi setelah dua hari ini berinteraksi langsung dengan Jimmy, aku sudah legowo(rela) melepasmu untuknya,” kata Faris.

__ADS_1


Anita tersenyum senang mendengar penuturan Faris yang sudah dianggap nya Kakak dari dulu.


“Kami saling menyukai sejak lama, bahkan jauh sebelum aku tinggal di Solo.Karena misskom jadi aku pergi menjauh darinya. Takdir saja yang kembali mempertemukan kami Mas.”


“Ya, kau benar.Bulan depan aku pulang ke rumah,akan kucoba jelaskan kepada Ibu. Semoga Ibu tidak terlalu kecewa.Nita, aku ingin segera menikah juga.Bagaimana nenurutmu, apakah Hayu baik untukku?” tanya Faris.


“Hayu Ningrum?” tanya Anita.


Faris mengangguk.


“Tidak Mas.Dia memang cantik tapi tidak baik dijadikan istri.Hayu suka belanja dan sangat boros,asal dipuji pasti traktir sana sini, belikan ini itu buat teman temannya.Tapi kalau Mas cinta sama dia ya aku nggak bisa ngomong apa apa,” jawab Anita.


Faris tertawa mendengar jawaban kesal Anita.


“Itu terpaksa karena dia merengek terus minta dideketin sama Mas Faris. Aku risih tiap hari didatengin terus, makanya aku iyain aja,” jawab Anita.


Faris kembali tertawa, ia senang melihat wajah kesal Anita yang menggemaskan.


“Terus gimana dong, kamu harus bertanggung jawab karena selama ini aku tidak berani pacaran karena mengharapkanmu.Kamu harus mencarikan aku istri,” goda Faris.


“Emang cari istri seperti cari baju bisa seenaknya tunjuk tunjuk? Masa Mas gak ada yang naksir, atau naksir seseorang di tempat kerja? Kasih tahu aku, biar aku lihat,” kata Anita.


“Ada beberapa,tapi kalau menikah dengan sesama Editor bakal jarang ketemu,siapa yang ngurus rumah dan anak anak nanti? Aku ingin menikahi wanita biasa,” jawab Faris.

__ADS_1


“Mmm, apa mbak Ratna sudah menikah Mas? Itu, mbak Ratna teman mas Faris yang dulu sering ke rumah?”


“Ratna? Entah, aku lama tidak pernah ketemu.Harusnya sudah, umur juga sudah berapa? Tidak mungkin wanita secantik Ratna belum menikah di usia segini,” jawab Faris.


“Cari tahu deh Mas,Mbak Ratna itu suka sama Mas.Dia sering datang ke rumah walau hanya urusan kecil. Aku tahu dia sering curi curi pandang ke kamu.Aku lebih suka sama dia, keluarganya juga sangat baik, cocoklah jadi menantu ibu Sepuh.Dia juga sangat sopan sama orang tua, jauh lah kalau dibandingkan sama Hayu,” jawab Anita.Faris diam untuk berfikir sejenak.


“Iya, aku akan cari informasi tentang dia,” jawabnya.


“Wah asyik ngobrolin apa nih?” Sapa Jimmy yang datang bersama Dicky dan Julian.


“Sayang, sudah kembali? Kami hanya sedang membahas masalah jodoh buat Mas Faris,” jawab Anita.


Faris hanya tertawa kecil.Julian dan Dicky segera duduk dan bergabung menikmati donat yang tadi dibuat Anita.Jimmy segera meminta pelayan untuk mengambilkan teh jahe untuk mereka.


“Aku juga butuh Anita, apa kau berencana membuka biro jodoh?” tanya Julian.


“Kapok aku carikan jodoh buatmu, dikasih yang baik minta yang super cantik,bohai atas bawah sempurna. Bukannya cari cewek seperti itu keahlianmu,” rungut Anita.Dicky tertawa cukup keras, karena dia juga tahu bagaimana Julian.


“Aku kan sudah bilang carikan jodoh yang sepertimu,” jawab Julian.


Julian mengaduh saat Jimmy tiba tiba menjitak kepalanya.


Anita segera memegangi tangan suaminya karena khawatir berlanjut memukul wajah Julian.

__ADS_1


__ADS_2