CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption42


__ADS_3

Setelah sekian lama saling diam,akhirnya ayah Anita pun angkat bicara.


"Nita, Ayah harus memberitahumu satu hal. Ayah punya hutang yang sangat besar pada Om Fadly dan sebentar lagi akan jatuh tempo. Ayah hanya mampu mengumpulkan uang yang tidak sampai setengahnya.Tadi Om Fadly datang ke sini untuk mengatakan, kalau kau bersedia menikah dengan Baruna, maka semua hutang Ayah dianggap lunas, bahkan dia akan menambahkan modal untuk mengembangkan usaha Ayah.Tapi jika kau atau Ayah tidak bersedia, maka peternakan kita akan diambil alih olehnya." Anita diam terpaku menatap Ayahnya.


"Kenapa Ayah berhutang kepada orang itu dan untuk apa? Kenapa Anita tidak pernah diberi tahu?" marah Anita. Ibu Anita mulai menangis melihat putrinya sangat kecewa.


"Maafkan Ayahmu ini Nak, ini memang salah Ayah." Ardian mulai berkaca kaca. Ia tidak menyangka kalau keputusannya yang terburu buru akan membuat putrinya menderita.


"Nita tidak mau Ayah.Nita mencintai pria yang duduk di depan Ayah Ini.Berapa hutang ayah, Nita masih punya tabungan,memang tidak sampai satu M di Bank," tanya Anita.


"Kalau ditotal dengan bunganya 3M lebih sedikit, uang ayah hanya 700 juta," jawab Ardian.


"Apa tidak bisa dicicil dulu?" tanya Anita. Ardian tidak menjawab, dia hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya. Anita mengusap ujung matanya yang mulai basah. Ia sangat kecewa dengan ayahnya.


"Lepaskan saja peternakan kita Ayah. Akan kubantu merintisnya lagi dari awal. Bukankah dari dulu sudah Nita katakan kalau Nita tidak punya perasaan apa apa pada Baruna.Aku tidak mau menikah dengan Baruna," Air mata Anita tak terbendung lagi. Jim menarik tangan Anita lalu memeluknya.

__ADS_1


"Apa boleh saya ikut bicara, mmm Ayah?" Anita,ayah dan ibunya menoleh bersamaan. Jim tersenyum kikuk.


"Maaf, apa boleh aku memanggil Ayah?" tanyanya lagi.


"Boleh," jawab Ardian.


"Akan kuselesaikan masalah itu,asal Ayah mengizinkan aku segera menikahi putrimu. Bantu aku mengurusi semuanya,surat dan semacamnya yang diperlukan." Kedua orang tua Anita saling bertatapan kemudian beralih menatap pria muda disebelah Anita.


"Jim kau.." Jim menutupkan jari telunjuknya ke mulut Anita.Kekasihnya itu mengambil ponsel di sakunya dan segera menelpon Jack.


"Silakan duduk, ini siapa Nak?" tanya ayah Anita.Jack meletakkan sebuah tas biru besar di atas meja.


"Mereka yang akan selesaikan masalah hutang itu Ayah." Jim membuka tas biru besar itu yang isinya adalah uang pecahan seratus ribuan dengan bendel yang masih utuh.Anita membelalakkan matanya.Ia melihat ke arah Jim dengan marah.


"Jiiim!" Anita memukul lengan Jim dengan keras.Anita menangis sambil terus memukuli lengan kekasihnya itu.Jim menangkap tangan Anita kemudian memeluknya.

__ADS_1


"Apa kau ingin membuatku mati? Sakit tau," Jim mengeratkan pelukannya karena Anita berusaha melepaskan diri.


"Kau sudah tahu dari awal, kenapa tidak memberitahuku?" Anita kembali memukul kekasihnya itu.


"Sayang,sudah cukup Nak." Ibu Anita segera menarik dan memeluknya.


"Julian apa kau sudah memberitahu pak Ben?" Julian mengangkat kedua alisnya.


"Sudah Tuan, ini draft surat pelunasan itu." Jim menerima dan membacanya kemudian menyerahkan kembali kepada Beny.


"Ayah pergilah bersama mereka, lunasi hutang Ayah pada orang itu.Pak Ben adalah notaris, jadi tolong ikuti arahan darinya. Orang orang kepercayaanku akan melindungi Ayah kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan."


"Terimakasih Nak, saya tidak menyangka kalau Tuhan masih baik kepada saya." Pria paruh baya itu mengusap air matanya.


"Julian aku minta tolong padamu,aku tidak akan ikut ke sana.Kau tahu kan, aku tidak bisa menahan diri saat bertemu dengan Baruna," kata Jim.

__ADS_1


" Baiklah,akan kuselesaikan secepatnya. Lets go Jack," Julian bangkit dari duduknya dan yang lain mengikutinya.


__ADS_2