CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption99


__ADS_3

Diam diam Jim membawa Anita pergi dari rumah. Ia membawa Anita menyusuri jalanan kecil agak menurun dari belakang green house miliknya.


"Kita mau ke mana?" tanya Anita.


"Bermesraan di pinggir pantai," jawab Jim. Anita mencubit gemas lengannya.Jim mengaduh dan memeluk bahu Anita.


Angin berhembus kencang, membuat rambut panjang Anita yang tergerai menjadi berantakan.


"Bagaimana kalau mereka mencarimu?" tanya Anita.


"Kita sembunyi di sini,ayo duduk di bawah poho itu,"Jim mengajak Anita duduk di bale bale kayu yang memang sengaja dibuat untuk bersantai di pinggir pantai.


Jim duduk menyandarkan punggungnya pada pohon besar sementara Anita menyandarkan punggungnya di dadanya.Keduanya menikmati pemandangan laut siang setengah sore yang indah.Sesekali Jim mencium dan memberikan gigitan keci di leher dan tengkuk Anita.Sesekali juga lepas desahan kecil dari mulut Anita.


"Bagaimana kalau kita make love di sini," kata Jim.Anita menggeleng keras.


"Jangan melakukan hal gila Jim, bagaimana kalau tiba tiba ada yang datang.Apa kau rela tubuhku dilihat mereka?" tolak Anita.Jim terkekeh.


"Becanda Sayang," Jim kembali mencium bibir Anita.Ia memperdalam ciumannya saat Anita membuka mulutnya.Hembusan angin pantai itu semakin membuat keduanya terbuai.

__ADS_1


"Prakk!"


"Aduh," tiba tiba ada benda jatuh di kepala Jim.Anita segera menggosok gosokkan rambut panjangnya ke kepala Jim supaya tidak benjol.


"Apa ada kelapa jatuh?" tanya Anita.


"Ngaco, ini bukan pohon kelapa.Mana bisa kelapa jatuh dari pohon Ketapang." Jim mengambil benda yang baru saja menimpa kepalanya.Sebuah ponsel, cukup dikenalinya milik siapa ponsel itu.


"Turun kataku!" teriak Jim.Anita mendongak ke atas pohon.Tampak Lucas sedang cengar cengir.Jim bangkit dari duduknya dan menarik kaki Lucas hingga terjatuh ke atas bale bale kayu.


"Brukk," Lucas menyeringai kesakitan sambil menggosok boķongnya.


"Kau sengaja mengintip kan?" teriak Jim.


"Aku sembunyi karena kau tiba tiba datang. Sudah kutahan nafasku supaya tidak ketahuan.Sial saja ponselku jatuh dari sakuku." Lucas mengambil ponselnya dari tangan Jim.


"Don't worry, aku tidak dengar apa apa," Lucas pergi dengan seringai licik di bibirnya.


Jim dan Anita saling pandang dan sama sama tertawa.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku menuruti ide gilamu untuk make love di sini tadi? Bisa runyam," Anita tertawa geli.


"Kurasa bukan ponselnya yang jatuh, tapi Lucas yang langsung jatuh dari pohon," Jim tertawa keras.


"Jim, kenapa mereka itu lucu sekali? Julian,aku ingin menjodohkannya dengan Siska.Bagaimana menurutmu?" tanya Anita.


"Siska siapa?Temanmu yang di Jogja? Teman Bayu juga itu?" tanyanya.


"Ya, kalau dipikir pikir dia itu lebih dewasa dariku.Dia pasti bisa mengimbangi sifat Julian yang kekanakan.Dia juga seorang dokter, dia itu orangnya easy going dan tidak gampang menyimpan kemarahan.Dia bertengkar denganku satu dua jam juga sudah nyari aku lagi," kata Anita.


"Berapa tahun kalian saling mengenal?" tanya Jim.


"Sekitar tujuh sampai delapan tahunan hingga sekarang.Kami masih sering komunikasi walau hanya lewat chat."


"Coba saja dikenalin.Tapi dia mintanya istri yang sepertimu," Jim terkekeh.


"Bagaimana dia bisa terobsesi olehku? Aku ini bukan tipe Julian banget.Pacar pacarnya kulihat semuanya sempurna.Pasti tinggi, putih, cantik,aduhai,rambutnya panjang. Kulihat mereka juga dari keluarga berada. Mungkin Julian hanya ingin memiliki apa yang kau miliki, itu saja," kata Anita.


"Jatuh cinta itu sebuah misteri besar yang dari dulu tidak bisa kuungkap Anita.Aku bisa berdiri gemetar saat dulu hanya berpapasan denganmu.Aku tidak merasakan apa apa saat ada seorang wanita cantik disuruh telanjang di depanku." Jim memeluk Anita.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Jim," Anita membalas pelukan Jim.


__ADS_2