
Anita turun ke bawah tanpa menunggu Jim selesai shalat.Di dapur tampak Jack,Julian dan Lucas sedang asyik membuat kekacauan. Anita menjerit keras karena banyak kepiting berkeliaran di ruang tamu.Julian segera menghampiri Anita.
"Ada apa?" tanyanya.Anita menunjuk kepiting kepiting yang bertebaran di ruang tamu.
"Lucas! Lucas ! Kenapa embernya tidak ditutup? Kau kemanakan tutupnya?" teriak Julian.
"Eh sorry itu di meja makan," Lucas cengar cengir.
"Ayo bantu nangkepin," kata Julian. Lucas membawa capit dari dapur.Beberapa saat kemudian terdengar teriakan Julian, jarinya berdarah karena dicapit kepiting.
"Dasar bodoh, nangkep ginian pake tangan kosong.Auw auw," tiba tiba Lucas juga berteriak kakinya juga kena capit. Jack datang dengan membawa sapu dan pengki untuk menangkap kepiting kepiting itu.
"Kau juga tidak lebih pintar dari Julian.Ini semua gara gara kamu," Jack memukul kepala Lucas dengan gagang sapu. Jim yang dari tadi duduk pada anak tangga di belakang Anita cuma terkikik.
Anita segera menoleh dan menjewer telinganya.
__ADS_1
"Bantuin,"kata Anita.Jim memeluk Anita hingga terduduk di pangkuannya.
"Biarkan saja, biar mereka bertanggung jawab dengan apa yang mereka lakukan.Mereka bisa melakukan tanpaku.Benar nggak Julian?" tanya Jim.Julian tidak menjawab, ia asyik membalut lukanya dan pura pura tidak nendengar.
Jack meletakkan ember berisi kepiting dan meletakkannya di dapur.
"Ayo makan,aku lapar," kata Julian yang segera melangkahkan kakinya ke meja makan.Ia duduk menopang dagunya.Jack dan Lucas juga menyusul.Anita berjalan menuju ke meja makan dengan perasaan was was, ia masih melihat ke sana ke mari.Jim yang berjalan di belakangnya segera merangkul pundaknya.
"Sudah tidak ada,Sayang."Jim duduk di sebelah Julian.Sementara Anita mengambilkan semua yang tadi dimasak bu Minah dan meletakannya di meja makan. Jack dan Lucas hanya memandangi makanan aneh yang ada di meja.
"Try it, delicious. Anita love this food.So do I.Real Indonesian food(Cobalah,enak.Anita dan aku menyukainya.Masakan asli indonesia)," jawab Jim. Anita mengambilkan untuk semua orang dan dirinya sendiri. Dengan ragu Jack dan Lucas memakannya.
"Taste good(rasanya enak)," kata Jack.Anita menambahkan tahu dan sambal terasi pada piring Lucas dan Jack.Lama lama kedua pria di depannya itu nambah lagi.Anita tersenyum dan membisikkan sesuatu di telinga Jim.
"Ada bule doyan sambal terasi," katanya.
__ADS_1
"Hei aku dengar," kata Jack.Jim dan Julian tertawa keras.
"Jack kulitmu sedikit lebih coklat sekarang," kata Julian.
"Aku berjemur agak lama," kata Jack.
"Bukan lah, terkena terasi," kata Julian. Jim dan Anita tertawa, sementara Lucas hanya cengar cengir.
"Jack, kita pulang saja.Tiap kali kita makan makanan sini selalu diejek.Kalau mereka makan makanan Amerika, mereka merasa keren.That's not fair," keluh Lucas.
"Ya ampun Lucas, bisa ngambek juga.Julian becanda kali," protes Anita.
"Hei,siapa yang merasa keren makan sandwich dan burger? Itu adalah makanan darurat gue kali.Kalau buru buru atau kesiangan ya makanan itu yang paling cepet buat ganjal perut.Gue nggak merasa keren makan itu sama sekali.Sebab gue kasihan sama Arman kalau pagi pagi harus buat makanan yang ribet," protes Jim.Jack tertawa.
"I know that,take it easy.Lucas kau sensi sekali, do you fall in love to someone(apa kau sedang jatuh cinta)?" tanya Jack. Lucas cuma mendengus kesal.
__ADS_1
Anita menuangkan jus jeruk untuk keempat pria itu dan Jus tomat untuk dirinya sendiri.Tapi belum sempat diminum Julian mengambil dan meminumnya hingga tandas.