CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption89


__ADS_3

Jim melakukan landing pada Halipad yang tersedia di tanah lapang di area villa keluarga Julian.Jim dan Jack ke luar dari heli dan bergegas masuk ke dalam villa.Seseorang menyambut mereka di pintu masuk.


"Di mana dia?" tanya Jim.


"Di kamarnya Tuan.Maafkan kami tidak berhasil membujuk Tuan Muda," kata pria itu.


"Harusnya kau buat dia tidur sebelum dia minum.Bukannya kau tahu kalau dia tidak pernah minum Gustaf," marah Jim.


"Maafkan kebodohan saya Tuan." Jim membuka pintu kamar yang dimaksud Gustaf.


Julian tampak terbaring di ranjang king size dengan kondisi yang mengenaskan.


"Jack,apa kau bawa barang yang aku minta?" tanya Jim.Jack memberikan zat cair yang sudah dimasukkan ke dalam pipet.


"Ayo bantu buka mulutnya," kata Jim. Julian mulai menggeliat.


"Jangan mengganggu mimpiku Brengsek," Julian menepiskan tangan Jack.Ia membuka sedikit matanya.


"Hei jagoan,datang juga kau," Julian tertawa keras.

__ADS_1


"Jack kunci tangannya,Gustaf buka mulutnya," kedua orang itu segera melaksanakan perintah Jim.Julian meronta, tapi Jack tidak bisa dianggap enteng karena Jack pemegang sabuk hitam karate.Jim memasukkan cairan itu ke dalam mulut julian.


"Lepaskan dia," kata Jim.Julian menyandarkan tubuhnya di kepala ranjangnya.


"Mau apa kau kemari?" tanyanya.


"Mau memukul kepalamu, biar lebih waras," jawab Jim. Tiba tiba Julian memegangi mulutnya.Jim segera membawanya ke kamar mandi.Julian segera memuntahkan seluruh isi perutnya.


"Sial, apa yang kau masukkan ke tubuhku," teriak Julian.Ia terus muntah sampai tidak ada lagi yang dimuntahkan.Ia terduduk lemas di tepi closet.Jim menyeretnya ke bawah shower dan mengguyurnya.


"Gustaf, urus tuan mudamu !" teriak Jim. pria yang dimaksud bergegas masuk.


"Dia harus minum susu beruang dulu.Kalau dibiarkan begitu dia bisa dehidrasi," kata Jack.


"Ya,kita paksa lagi.Ah payah, kenapa pakai mabuk segala sih.Coba lihat minuman apa yang dia bawa?"


Jack menyodorkan dua botol whisky, dan yang satu telah kosong.


"Royale Blue Whisky.Bodoh,ini dua puluh persen.Dari mana dia dapat barang seperti ini?Untung saja Gustaf cepat menelfon," gerutu Jim.

__ADS_1


"Tuan muda sudah saya baringkan di tempat tidur," Gustaf menghampiri Jim.


"Minumkan dua kaleng ini, kalau melawan katakan Jimmy yang akan memaksanya." Jim menyerahkan dua kaleng susu beruang kepada Gustaf.Tidak lama kemudian terdengar teriakan Julian dari dalam kamar.Jim dan Jack segera menghampirinya.


Dua kaleng susu beruang itu berserakan di lantai.Tampak ujung bibir Gustaf sedikit berdarah.


"Pergilah Jim, jangan menggangguku," katanya. Jim mengambil sekaleng susu beruang dan mendekatinya.


"Sudah berasa menjadi jagoan ya? Minumlah, atau perutmu itu akan terbakan," kata Jim seraya menyodorkan susu beruang di tangannya.


"Biarkan saja aku mati.Apa pedulimu?"


"Kalian berdua tinggalkan kami," kata Jimmy. Jack dan Gustaf segera meninggalkan tempat itu.


"Tentu saja aku peduli,karena kau adalah adikku.Selama ini katakan padaku,apa pernah aku tidak memberikan apa yang kau inginkan dariku?" tanya Jim seraya meraih tangan Julian dan memberikan susu beruang itu. Akhirnya Julian membuka kaleng dan meminumnya.Jim tersenyum kecil.


"Tidak pernah," jawabnya.


"Dari kecil aku selalu memberikan barang milikku setiap kau memintanya,walau pun aku sendiri sangat menyukainya,sangat menginginkannya.Apa itu tidak cukup membuktikan bahwa aku sangat menyayangimu." Jim duduk di tepi ranjang. Ia menandaskan susu beruang di tangannya.

__ADS_1


Jim memberinya sekaleng lagi.


__ADS_2