CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption56


__ADS_3

Anita masih mengutak atik dompet kekasihnya sambil sesekali melirik ke arahnya.


"Apa ini?" Anita saat menemukan kertas kuning kecil dengan tulisan buram yang dilaminating.


"Eh, mana itu jimat keberuntunganku.Anita berikan padaku." Jim berusaha meraih kertas kecil itu,tapi dengan sigap Anita mengelaknya.Gadis itu mengamati kertas kecil yang ada di tangannya.Anita membelalakkan matanya,karena itu adalah tulisan tangannya sendiri.Di kertas itu tertulis ungkapan perasaannya untuk Jim untuk pertama kalinya.


 


Hai Kak Jimmy


Aku Anita


Aku menyukaimu


Sangat menyukaimu


Anita

__ADS_1


 


"Kertas ini,bagaimana bisa?" Anita menatap Jim lekat lekat.


"Iya,kau merobek robeknya.Membuangnya di tempat sampah.Aku tahu kau berbalik pergi saat melihatku bersama Widya.Aku mengejarmu tapi aku hanya berdiri saja melihatmu di balik dinding.Kau menangis dan merobek kertas itu menjadi serpihan kecil dan membuangnya ke tong sampah.Apa kau tahu Nita,aku mengumpulkan kembali kertas kertas itu sampai jam empat sore,aku tidak mau ada satu pun yang tertinggal.Lalu kususun kertas kertas itu sesampainya di rumah.Karena kertas ini aku tahu kau menyukaiku dan Aku hajar Baruna sampai empat hari koma di rumah sakit," kata Jim. Anita hanya tersenyum getir.


"Ya,aku sangat kecewa waktu itu.Jadi kau juga menyukai Widya kah?" tanya Anita.


"Tentu saja tidak.Aku mendekati dirinya hanya untuk menanyakan tentang dirimu." Anita diam menunduk.


"Ayolah Sayang,lupakan saja ya.Sekarang aku di sini bersamamu.Jangan ungkit lagi masa lalu kita,itu sangat menyakitkan." Jim meraih kertas kecil di tangan Anita dan memasukkan semua isi dompetnya seperti semula.


"Aku kan pergi bersama Jack dan Julian. Biar mereka saja yang bayar kalau perlu uang cash," jawab Jim.


"Enak saja? emang gue dompet?" protes Julian.


"Leh,kan kamu yang pegang brankas.Kamu nggak kasih aku duit,gimana dompetku ada isinya." jawab Jim.

__ADS_1


"Busset deh,pinter aja ngeles," Julian melemparkan kotak tisyu ke arah kakaknya, dengan sigap Jim menangkapnya.


"Julian,mana dompetmu?" tanya Anita.


"Lho koq dompetku juga,nggak boleh," tolak Julian.Anita beranjak mendekati Julian.


"Kasih nggak?"


"Nggak,itu privasi," jawab Julian.


"Jim,kau yang pilih, kucium dia atau kumasukkan tanganku ke saku celananya," kata Anita.Jim memberikan isyarat kepada Julian untuk segera menyerahkan dompetnya kepada Anita.


"Sial,kau ini kenapa sih Anita? Kalau mau cium aku ya cium saja.Kalau kau menginginkan celanaku dengan sukarela aku kasih.Kalau marah sama Jim jangan menyiksaku juga," rutuk Julian.Akhirnya dompet Julian ada di genggaman Anita. Gadis itu segera menghitung uang yang ada di dalamnya.


"Halah sama saja,cuma ada limaratus ribu. Kalian ini bawa mobiĺ super ke mana mana. Pengeluarannya juga pasti lebih gede dari gajiku.Kalau tiba tiba mogok di jalan mau ngutang sama siapa?"


"Gak mungkin lah Baby,mobil mobil itu rutin diperiksa,pasti bawa alat lengkap,ban serep juga.Kami bertiga ini jagonya otak atik otomotif,gak perlu kuatir,"jawab Julian. Anita melirik ke arah Jack,pria asli Amerika itu segera mengeluarkan dompet dan menghitung uangnya.Jim tertawa,Jack tahu kalau dirinya bakal menjadi sasaran berikutnya.

__ADS_1


"Aku bawa dua juta Nona,jangan khawatir," katanya.Anita tersenyum melihat Jack yang panik dompetnya juga akan diminta.


"Good Jack, kau memang lebih baik masalah preparing daripada mereka," kata Anita. Jim dan Julian sama sama memajukan bibirnya mendengar pujian Anita.


__ADS_2