CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption204


__ADS_3

Anita meletakkan piringnya di tempat cuci piring lalu menghabiskan susunya.


“Ibu, Nita mau ke kamar dulu.Aku akan istirahat di sana sambil lihat lihat.Aku rindu sekali lama tidak pulang,” kata Anita.


“Ya, apa perlu Ibu temani?” tanya Ana.


“Tidak usah, ibu pasti capek habis nyiapin sarapan.Ibu istirahat saja,nanti siang saja kita mengobrol.Nita ingin buat makanan kecil sambil ngobrol sama Ibu,” jawab Anita.


“Baiklah,pergilah ke kamarmu.”


Anita beranjak ke kamarnya, saat hendak membuka pintu ia berpapasan dengan Faris dan ayahnya.


“Ayah,dia...”


“Ayah tahu, dia putra ke tiga ibu Sepuh kan?Ayah masih ingat waktu dulu ke sana dialah yang mengantar ayah nyekar ke makam kakek nenekmu,” jawab Ardian.


“Syukurlah kalau ayah mengingatnya.”


“Kapan kapan ayah akan sowan ke sana sama ibu.Sekalian mengunjungi Budhe sama Bulikmu, sudah lama sekali kita hanya saling telfon saja.Ibumu pasti kangen dengan keluarga yang di sana,” kata Ardian lagi.


“Iya Ayah, nanti Nita juga ikut kalau bisa?” Ardian dan Faris tertawa.

__ADS_1


“Ibu pasti senang kalau kamu datang, kita bisa rencanakan reuni keluarga, pasti seru kalau Fara juga di rumah,” kata Faris.


“Kalian mau ke mana?”


“Ayah akan ajak Nak Faris keliling peternakan dan tempat lain mumpung di sini.Ayo Nak Faris,” jawab Ardian.


“Monggo Pak,mumpung saya cuti.Kamu istirahatlah Nita, biar cepat pulih,” jawab Faris.Anita mengangguk dan melihat punggung mereka menghilang dibalik pintu.


Anita tersenyum bahagia melihat kamarnya yang lebih nyaman dari sebelumnya.Banyak perabot yang diganti tapi kesannya masih sama seperti sebelum ia tinggalkan.Jimmy pasti sudah memikirkannya dengan keras, karena ia tahu kalau dirinya sangat sensitif dengan barang barang miliknya.


Sementara itu di ruang rapat Jimmy tampak sedikit muram melihat laptopnya.Ia sedang melihat beberapa rekaman satelit yang telah diambil Lucas.


“Jadi Viola langsung kabur begitu mendengar beberapa pengawalnya tertangkap kemarin?” tanya Jimmy.


“ Berarti masih ada tiga orang yang bebas.Bagaimana dengan Emily?” tanya Jimmy.


“Dia menolak pulang dan masih di Bali saat ini.”


“Nanti akan kutelpon dan segera pesankan tiket ke Roma untuk besok. Tugaskan Riko membawanya pulang ke Italy,paksa saja kalau tidak mau. Dicky, apakah anak dan istri Miko sudah ditemukan?”


“Sudah kuamankan di tempatku, Sanjaya benar benar terlibat Jim.Ia mengaku membantu Fadly temannya, tapi tidak tahu kalau targetnya adalah dirimu,” jawab Dicky.

__ADS_1


“Julian, tolong periksakan berapa investasi Anggoro Group di beberapa proyek milik Sanjaya.Aku ingin menggunakan hak ku untuk menghentikannya.Tolong diskusikan dengan Uncle tentang hal ini,” kata Jimmy.


“OK, aku juga setuju denganmu.Kita habisi saja bisnisnya,” jawab Julian.


“Aku menemukan hal yang mengejutkan Jimmy.Markas kelompok Fadly ternyata ada di daerah sini.Ada dendam apa dia padamu sampai dia ingin menghabisimu? Dan mengejutkan juga dia bisa berhubungan dengan Mafia Italia dan Hongkong, itu cukup tidak masuk akal untuk Berandal kecil seperti dia,” kata Dicky.


“Dia itu penjahat yang sudah cukup lama.Anaknya adalah temanku dan Anita.Itu ceritanya seperti benang kusut kalau diceritakan.Kau sekolah di Amerika waktu itu jadi kau tidak mengenalnya,” jawab Jimmy.


“Aku akan melakukan pengejaran anak buah Viola yang tersisa,” kata Dicky.


“Serahkan saja pada kepolisian, lakukan diam diam kalau kalau membahayakan. Pihak kepolisian juga pasti sudah menginformasikan kepada Imigrasi mengenai hal ini.Dicky, bagaimana dengan Miko?”


“Menurut asistenku dia sangat gelisah dan menangis sejak aku kurung di markas. Tapi dia sudah diberitahu kalau keluarganya baik baik saja dan ada di tempat yang aman.Kau ingin kuapakan dia?” tanya Dicky.


“Biarkan dulu, setelah urusanku beres akan kutemui dia.Perlakukan dia dengan baik, berikan dia pekerjaan ringan di pulaumu.Katakan padanya untuk menungguku menemuinya.Hans,nanti saat Jack kembali, diskusikan tentang pemukiman untuk keluarga semua pengawalku.Aku tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi.Libatkan Yuki juga untuk rencananya.”


“Baik Tuan,” jawab Hans.


“Ada surat panggilan dari kepolisian besok pagi Tuan,” kata Corvin.


“Ya,aku akan pergi.Polisi pasti membutuhkan keteranganku.”

__ADS_1


“Aku akan pergi denganmu,Papa juga pasti sudah mengurus semuanya,” kata Dicky.


“Baiklah,” kata Jimmy.


__ADS_2