CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption123


__ADS_3

Anita tertawa kecil melihat Jim masih sangat lincah memanjat pohon.Ia segera mengambilkan beberapa buah mangga yang hampir matang di pohon.Ia melempar mangga mangga itu kepada Anita yang dengan sigap menangkapnya.Ia yakin Anita tidak merasa takut dengan lemparannya karena dulu istrinya itu lumayan jago main Voli dan basket.Jim segera melompat turun setelah dirasa sudah cukup.Pak Slamet yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum senang. Tuan mudanya yang dulu sangat nakal dan pembangkang, begitu menurut pada istrinya. Ia hanya berdo'a semoga istrinya itu wanita yang baik.


"Mau apa lagi nyonya Jimmy?" tanya Jim kesal karena ia mulai gatal gatal dikeroyok semut.


"Jagung muda itu,mau buat jagung bakar," jawab Anita.


"Sudah bisa dimakan belum itu Pak Slamet?" tanya Jimmy.


"Sudah bisa Tuan, biar saya ambilkan.Mau berapa banyak Nona?" tanya pak Slamet.


"Berapa saja lah Pak, kan Bapak yang tanam. Dikasih satu atau dua juga tidak apa," jawab Anita.Pak Slamet tersenyum.


"Eh jangan, nanti Jack dan Lucas datang mereka minta kita tidak kebagian.Tolong ambilkan sepuluh Pak," kata Jim.Pak Slamet mengangguk lalu segera mengambilkan jagung muda untuk mereka.

__ADS_1


"Eh, ini bagaimana bawanya Anita? harus pakai karung ini," rungut Jim.


"Biar saya bawakan Tuan," tiba tiba pak Pur muncul di belakang mereka dengan membawa motor matic.


"Terima kasih pak Pur,saya balik dulu ya. Ayo Sayang, cepet naik," Jim menaiki sepeda gunungnya.Anita segera naik ke boncengannya.Jim mengayuh sepeda itu dengan kencang.Anita menjerit dan memeluk pinggangnya erat erat.Sampai di rumah ia ngos ngosan dan menjatuhkan dirinya di sofa ruang tengah, begitu pun Anita.


"Arman, minta es jeruk.Haus gak pake lama, satu teko bawa ke sini semua!" Jim berteriak.


"Gelasnya mana Bodoh?" Jim bersungut kesal lalu langsung meminumnya dari teko. Arman yang menyadari kebodohannya langsung berlari ke meja makan untuk mengambil gelas.Ia hanya melongo melihat minuman di teko tinggal separo.


"Bocor tekonya Man," kata Anita lalu tertawa. Jim mengambil gelas dari tangan Arman dan menuangkannya ke dalam gelas lalu memberikannya kepada Anita.


"Maaf Tuan," kata Arman.

__ADS_1


"Nggak pa pa Man, aku cuma bercanda.Aku sudah biasa minum langsung dari panci sekali pun," Jim tertawa melihat wajah panik Arman.


Arman tersenyum lalu kembali ke dapur. Jim mengikuti Anita yang melangkah menuju ke kamarnya.Ia membawa teko yang masih berisi es jeruk di tangannya.


"Aku mau mandi lagi, gatal gatal digigit semut,"Jim melepaskan semua pakaiannya, Anita melihat lengan dan dada suaminya ada banyak bentol.


"Baiklah, nanti habis mandi kuolesi salep," kata Anita.Jim mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi.Anita menunggu dengan sabar suaminya selesai mandi.Beberapa saat kemudian Jim ke luar dengan hanya melilitkan handuk di bagian bawah tubuhnya. Rambutnya masih bansah dan berantakan. Anita mengoleskan salep gatal lalu mengeringkan rambut suaminya.


"Sayang, ayahmu sudah mengabari tadi katanya tujuh hari lagi acara pernikahan kita dari KUA.Dia menyuruhku memilih tanggal dan aku minta Jum'at depan," katanya.


"Kita menikahnya di mana? di rumah atau di KUA? Apa boleh aku minta di rumah ayahku?" tanya Anita.


"Tidak, kita menikah tetap di sini saja.Aku tidak mau mengambil resiko.Setelahnya saja kalau kau ingin membuat resepsi di sana boleh boleh saja.Tapi aku juga mau buat resepsi di Hotel dengan mengundang semua teman dan pegawai perusahaan," kata Jim antusias.Anita bersungut sungut.Menyalami sepuluh ribu orang lebih, apa kuat pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2