
Jim kembali ke kamarnya,betapa kagetnya saat tidak menemukan Anita di tempat tidur.
"Istriku kau ada di mana?" tidak terdengar jawaban.Pintu kamar mandi tertutup tapi tidak terdengar suara apa pun.
"Anita!" Buru buru ia membuka pintu kamar mandi.Terkunci.Jim menggedor gedor pintu dan berteriak memanggil Anita.Tidak terdengar jawaban.Akhirnya ia mendobrak pintu kamar mandi hingga jebol.Ia mendapati istrinya terkulai lemas dalam bathtub.Air mengalir kecil dan hampir penuh.Secepat kilat ia mengambil handuk dan membawa Anita ke ranjang.
"Hal bodoh apa yang kau lakukan, kau bisa tenggelam," tiba tiba Jim menangis sesengukan.Ia mematikan AC dan menggosok tangan Anita hingga hangat.Menggosok gosok tangannya sendiri dan menempelkan ke dada atas istrinya. Menggosok dan menekan nekan pelan telapak kaki Anita.Beberapa saat kemudian terdengar erangan dari mulut Anita.
"Aahh, sakiit." Jim melepaskan kaki Anita. Ia segera memeluk dan menangis seperti anak kecil yang baru ditinggal pergi ibunya.
Anita mengelus pelan rambutnya.
"Jim," kata Anita parau.
"Sudah kukatakan jangan ke mana mana, kenapa mandi malam malam begini? Aku menemui Jack sebentar kau sudah seperti ini." Anita mengusap air mata suaminya.
__ADS_1
"Aku hanya mau mandi, belum sholat isya takut kebablasan.Tidak tahu tiba tiba kepalaku pusing, dadaku sesak saat di kamar mandi," jawab Anita.
"Besok kita pulang ke rumah, aku tidak mau terjadi apa apa padamu," Jim mengeringkan rambut Anita dengan handuk.Wajahnya masih pucat dan bibirnya agak membiru.
"Harusnya aku tidak pergi dari sisimu," ia meraih ponselnya dan menelpon Jack untuk mencarikan Sup ayam, susu hangat, dan beberapa merk isotonik di restoran hotel yang memang dibuka 24 Jam.
Jim mengambilkan piyama tidur Anita dari dalam tas pakaiannya lalu membantu Anita memakainya.
Jim bergegas membuka pintu saat terdengar suara bel.Seorang servis room membawa sebuah troli yang berisi pesanan Jimmy. Jack tampak berdiri di belakang wanita itu.
"Terima kasih Nona," kata Jack setelah wanita itu beranjak pergi.
"Istriku hampir tenggelam di bathtub," jawab Jimmy singkat.Jim segera mendudukkan Anita dan mengganjal punggungnya dengan bantal.Jim menyuapkan nási sup ayam yang masih mengebul ke mulut Anita.Sementara Jack yang duduk di sofa hanya mengamati saja apa yang dilakukan bosnya.
"Sebaiknya kita segera pulang Jim," kata Jack.
__ADS_1
"Ya, besok kita pulang," jawab Jimmy.
"Jack, sebaiknya kau panggil Xiao Zhen untuk membantu Arron.Biar Yuki tetap bersama Anita saat aku tidak di rumah," kata Jimmy.
"Arron pasti marah kau membawa tunangannya untuk bekerja.Arron membatal kan pernikahan mereka secara sepihak," jawab Jack.
"Aku kenal Xiao Zhen dari kecil, dia anak dari teman ibunya Arron.Bukannya dia lulusan sebuah universitas terkenal di Taiwan? Dia ambil jurusan yang sama kan dengan Arron. Katakan aku yang memintanya, dia pasti bersedia," kata Jim.
"Baiklah,akan segera kuhubungi dia.Aku mau ke kamarku dulu, Nona kau harus tidur yang cukup.Dan kau Boss, jangan mengganggunya sampai besok pagi," Jack menyeringai.Jim hanya tersenyum pasrah.
Anita tersenyum kecil melihat wajah tak berdaya suaminya.
"Berbaringlah, aku mau mandi sebentar lalu kita shalat sama sama," Jim mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian ia berganti pakaian dan mengajak istrinya sholat.
"Ayo kita tidur," Jim menyalakan AC dan memeluk Anita di bawah selimut.
__ADS_1
"Sayang, terimakasih," kata Anita.
"Hmm, I love you," kecupan manis mendarat di kening Anita.