
Anita menatap kepergian Jim dengan perasaan campur aduk,dia pasti pergi ke suatu tempat yang butuh kewaspadaan kalau membawa Jack atau pun Corvin.Biasanya ke mana mana hanya disupiri pak Edy. Anita masih diam mematung di tempatnya.
Sementara itu di ruang kerjanya,Jack,Julian, Corvin dan Marcel menunggunya.
"Sorry lama," kata Jim.Pria itu memberikan beberapa lembar penawaran harga kepada Jack dan Julian.
"Jack please check this, aku mau beli pesawat jet baru, lihat mana yang lebih bagus dan nyaman.Dan ini,Heli yang ini juga.Julian, minta tolong sama ayahmu.Uncle Januardi punya izin impor barang barang ini kan?" kata Jim.
"Pastikan dulu yang mana.Kalau begini kau harus bangun hanggar yang lebih besar?" gerutu Julian.
"Pesawat jet dan heli milikku dilelang saja. Marcel,tugasmu membawa ke pelelangan. Corvin cek keadaan barangnya,pastikan masih layak terbang dan tidak ada masalah di mesinnya.Hasil lelangnya sumbangkan saja, biar diurus sama yayasan amal." Jim menelpon Yuki untuk segera datang.
"Heh,kenapa tiba tiba ingin ganti benda benda terbang ini?" tanya Julian.
"Setelah ini mungkin aku akan sering pergi ke Eropa atau USA.Setelah menikahi Anita.Aku juga ingin menerbangkan heliku hanya berdua dengannya."
"Hey no no,I won't allow that(tak akan kuizinkan)," Jack langsung menyela.
"Jim ke mana otakmu itu.Kau pikir semua orang punya mental sepertimu.Kau ajak ke simulator puluhan kali belum tentu dia punya keberanian duduk di kokpit." marah Julian. Jim menyeringai, mereka benar.Melihat Anita tersenyum saja konsentrasinya buyar, apalagi Anita histeris karena takut.
__ADS_1
"Kutanyakan dulu pada Papi,prosedurnya rumit atau tidak.Jangan dibawa ke pelelangan dulu.Takutnya lama," kata Julian.
"Tuan memanggil saya?" Yuki muncul dan duduk di antara mereka.
"Yuki tanyakan pada pak Beny, kenapa passport dan visa Anita belum ada kabar.Aku akan bayar berapa pun biayanya supaya cepat ke luar.Dan tolong suruh usahakan mendapat waktu terpanjang," kata Jim.
"Baik Tuan," jawab Yuki.Jim berdiri dan memberi isyarat pada Corvin untuk mengikutinya.
"Kau mau ke mana?" tanya Julian.
"Ada sedikit urusan, kenapa?" balas tanya Jim.
"Julian adikku yang manis,kau ini sekarang pria dewasa.Jangan ngintilin aku terus. Apa nanti kalau aku sudah punya istri kamu juga mau tahu aku ngapain saja?" Jim masih terkikik saat berlalu dari ruangan itu.Julian melemparkan bolpoin ke arah pintu.
"Boss itu punya saya,duh rusak tu. Mahal ini Boss," Marcel bergegas mengambil barang miliknya dan mencobanya beberapa kali.
Jack cuma bisa mengangkat bahunya lalu pergi.☆☆☆☆
Sore itu Anita duduk di meja makan ditemani
__ADS_1
Yuki.Jack dan Julian juga ikut bergabung.
"Kita cari makan di luar yuk," ajak Anita.
"Males ah, kenapa tidak buat barbeque saja di luar.Lagi cerah," kata Julian.
"Apa yang mau dibakar?" tanya Anita.Julian terkekeh.
"Bakar rumah Jim juga gak pa pa," Anita menyentil jari Julian,pria itu mengaduh karena terkena kukunya.
"Ayo, biar saya siapkan alatnya." Jack beranjak ke gudang dapur untuk mengambil alat pemanggang.Beberapa anak buah Arman membantu menyiapkan daging buah dan sayuran untuk acara dadakan itu. Anita dan Yuki membentangkan permadani lebar untuk mereka duduk.
"Anita," tiba tiba Julian duduk di sebelah Anita.
"Ada apa Ju?" tanya Anita.
"Bolehkah aku menyandarkan kepalaku di pundakmu? Sebentar saja Anita," pinta Julian.
"Ya, boleh. Ada apa Julian?Apa kau diputusin sama pacarmu? ," tanya Anita.Julian tidak menjawab, ia hanya memejamkan matanya.
__ADS_1
Aku hanya merasa akan kehilanganmu Anita, jawab Julian dalam hati.