CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption270


__ADS_3

Anita terbangun karena ada suara ribut di kamarnya. Ia memaksa membuka matanya yang terasa sangat lengket susah dibuka karena mendengar suara seorang pria menangis. Anita menegakkan tubuhnya dan melihat Jimmy bersimpuh di lantai dengan kepala di pangkuan ibu mertuanya.


"Jim stop it, come on(Jim, hentikan, ayolah), " Ariana membelai rambut kecoklatan putranya.


"Ibu, ada apa ini? " tanya Anita yang melihat ibunya juga duduk di tepi ranjang.


Jimmy menengadahkan wajahnya saat mendengar suara Anita. Ariana mengusap air mata putranya.


"Anita, kau bisa membuatku mati berkali kali," kata Jimmy.


"Ada apa? Aku hanya tidur sebentar karena lelah."


"Setidaknya, beritahu aku kau ke mana. Aku mencarimu ke mana mana seperti orang gila."


Anita melihat jam dinding, sepertinya ia memang tidur cukup lama.


"Bu, tolong bantu Nita melepas riasan rambut Nita. Aku hanya tidur di sini sebentar, bukannya kau tadi sedang berkumpul dengan tamu?" tanya Anita yang melihat kemarahan Jimmy yang begitu meluap.


"Jim, it's not Anita's fauld(ini bukan salah Anita). Bukannya tadi Mom sudah panggil panggil kamu, I told you Anita masuk ke kamar tapi kamu malah pergi cari Corvin, cari Dicky, panik sekali," kata Ariana.


"Jimmy udah cari di kamar nggak ada Mom, " rajuk Jimmy.


"Kau ini, kenapa jadi seperti anak kecil. Paranoid sampai nggak bisa mikir. Bu,tolong suruh Bu Marni bawa baju gantiku yang ada di atas tempat tidur atas, " kata Anita.


"Setiap kali kau hilang dari pandanganku, yang aku pikirkan kau pasti kabur dari rumah, " kata Jimmy seraya bangkit dan duduk di samping Anita.


Anita meraih tangan Jimmy dan menempelkan di perutnya.


"Mami lelah Daddy, Mami cuma bobok sebentar sama adek, " kata Anita.


Jimmy tersenyum lalu menciumi perut Anita.


Pintu kamar diketuk, Bu Marni datang membawakan baju ganti untuk Anita, ia segera beranjak ke kamar mandi.


"Ayo kubantu, " kata Jimmy seraya pergi menyusul Anita.


Ana dan Ariana hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan anak mereka.


Anita kesulitan membuka pakaiannya dan menjerit kaget saat tiba tiba ada tangan yang membantunya.


"Anita, jangan kenceng kenceng teriaknya, nanti Mommy sama ibu masuk ke sini lho, " kata Jimmy.


"Kau ini, siapa yang nggak kaget tiba tiba ada tangan nggak ada suara, " gerutu Anita.

__ADS_1


Jimmy membantu Anita melepas pakaian ribet yang dipakainya saat akad nikah tadi. Anita sedikit mundur melihat Jimmy menelan ludahnya saat melihatnya hanya memakai pakaian dalamnya.


"Kemarikan pakaianku Jim, " kata Anita.


"Tunggu, " Jimmy mendekat dan bejongkok sambil mengelus perut Anita.


Perlahan ia menciumi nya dengan penuh kasih sayang.


Tiba tiba Anita tertawa sambil menjambak rambut Jimmy.


"Apa? " marah Jimmy.


"Geli, kumismu itu sudah mulai panjang. Perutku tertusuk tusuk."


Anita tertawa lagi, Jimmy menghampiri kaca kamar mandi seraya melihat wajahnya.


"Habis ini aku cukur deh, " katanya.


Jimmy membantu Anita kembali mengenakan baju gantinya.


Beberapa saat kemudian terdengar ketukan di pintu kamar mandi.


"Jim, how long you both will been there (sampai kapan kalian akan ada di sana?" Terdeñgar suarane Ariana.


"Iya Mom, ini sudah selesai," kata Jimmy.


"Jimmy."


Terdengar lagi panggilan Ariana di depan pintu kamar mandi.


"Are you sleeping (apa kau tidur)? "


Anita bergegas membuka pintu dan membawa pakaian pengantinnya. Ia tampak kaget karena di kamarnya juga sudah ada dokter Nesya juga Siska.


"Dear, ayo berbaringlah. Mom ingin periksa kandunganmu," kata Ariana.


Anita menurut karena ia tahu ibu mertuanya adalah dokter kandungan.


Nesya menyodorkan alat alat yang dibawanya termasuk alat USG. Anita merasa sedikit cemas karena sudah lama tidak periksa ke dokter.


Nesya menyodorkan rekam medis milik Anita dan Ariana menuliskan beberapa hasil pemeriksaan di lembar terakhirnya.


Ariana mengoleskan krim ke atas perut Anita dan menggeser, geser alat USGnya.

__ADS_1


"Nesya, ini tidak perlu lagi. Dinding rahim akan menjadi terlalu tebal, kita lihat saat usia kandungan sudah dua puluh delapan minggu. Bisa diberikan lagi jika perlu, " kata Ariana.


"OK, Aunty, " jawab Nesya.


Ariana kembali menggeser alat USGnya, ia tersenyum dan diam diam meneteskan air matanya.


Jimmy yang melihat hal itu segera menghampiri ibunya.


"Mom, ada apa?Why you crying? "


Nesya memegang bahu Jimmy, ia pun juga meneteskan air matanya.


"Jim, selamat ya. Kedua bayinya sehat dan dua duanya laki laki, " kata Nesya.


Jimmy segera memeluk ibunya dan menangis.


"Mommy, keduanya laki laki Mom. Apa mereka akan nakal sepertiku? "


Ariana tersenyum dan menjitak kepala putranya.


Anita tertawa dan mengusap air matanya. Ia merasa bahagia karena keluarga anggoro menginginkan banyak keturunan laki laki sebagai penerus. Cucu cucu paman Jimmy semua perempuan dan anak anak Jonathan satu laki laki dan dua perempuan.


"Sayang, setelah ini kita buat adik mereka yang perempuan ya," Jimmy memeluk dan menciumi wajah Anita.


Jimmy segera menoleh saat mendengar suara ayahnya.


"Deddy ngapain di sini? Ayo ke luar, " kata Jimmy.


"Aku mau melihat cucuku, " jawab Julian Anggoro


"Cucunya belum ke luar, ayo. "Jimmy membawa ayahnya ke luar dan bergegas mencari mertuanya.


Ariana mengajak besan dan Nesya ke luar, keduanya tampak bahagia.


Siska yang hanya diam dari tadi segera memeluk Anita dan menangis.


" Anita bodoh,bodoh.Suamimu cinta banget sama kamu, mertuamu sayang banget sama kamu. Koq malah kabur, O'on, " Siska menoyor kepala Anita.


Anita hanya menangis tanpa mau membalas sahabatnya itu.


"Sis, kalau saja aku punya saudara, teman atau sahabat yang bisa kupantaskan untukmu. Aku ingin kau menetap dan bekerja di sini, di dekatku. Anak anak kita bermain bersama, bertengkar dan membuat kegaduhan di rumah kita. Tapi sayangnya... "


"Aku juga ingin begitu, Anita. Semoga keinginan kita suatu saat akan terkabul ya, " kata Siska.

__ADS_1


"Ya, amiin. "


Hari ini membuat Anita merasa sangat bahagia, rasa kecewa yang selama ini membuatnya sesak terhapus begitu saja dengan kabar tentang bayinya.


__ADS_2