
Anita memegangi perutnya,Jim tertawa kecil, ia juga merasakan lapar di perutnya.Jim membuka kulkas dan mengambil pitza kemudian meletakkannya di microwave yang ada di sisi lain ruangannya.
"Anita kau mau kopi? buat sendiri ya sekalian untukku.," Jim menyalakan kembali lampu ruangannya.
"Aku tidak biasa dengan coffee machine," jawab Anita."Sini aku ajari," kata Jim sambil menjentikkan jarinya.
"Nggak,nanti aku dapat pekerjaan baru,membuatkan kopi untuk pressdir." Jim tertawa,tahu saja pikirnya.Ia meletakkan pitza di mejanya dan dua cangkir kecil kopi untuknya dan Anita.
"Jim,aku suka melihatmu seperti ini.Jangan marah lagi ya,jaga ini untukku," Anita menepuk lembut dada Jim.Pria itu membalasnya dengan mencium dahi Anita.
"Jegrek," ada yang berusaha membuka pintu dari luar,Jim bangkit dan memutar kuncinya.Arron masuk dan membawa tiga kotak bento di tangannya.
"I know,both of you really tired and hungry after fighting.Lets eat." Jim terkekeh kecil.
"You always understand me Brother,thanks. I know you always handle situation when I hangout with her," Anita tersipu malu mendengar perkataan Jim.Ia mulai mengerti kenapa tidak ada yang mencari Jim ketika mereka sedang berdua dalam ruangan itu.
__ADS_1
Karena Arron melarang siapapun mendekati ruangan Jim dan menempatkan penjaga tak jauh dari ruangan itu.***
Pagi yang cerah,Jim berdiri terdiam saat sampai di depan mejanya,ada empat kardus kertas folio berjajar di mejanya,diambilnya satu lembar,sepertinya ini yang dicetak Anita waktu itu. Tangannya meraih interkom di mejanya. " Anita Sayang,aku tunggu di ruanganku,cepatlah." Jim meletakkan kembali gagang telpon di tempatnya.Beberapa saat kemudian Anita datang dan menghampirinya.
"Ada masalah apa Tuan Pressdir?" Jim tersenyum dan menatapnya cukup lama.
"Anita, apa kamu tahu kenapa aku selalu deg degan waktu kau ada di dekatku?" Anita tersenyum kemudian duduk di kursi meja rapat.
"Langsung saja Tuan,apa karena kardus kardus itu anda memanggil saya?"
"Ini harus aku apakan? Kenapa ada nama Jimmy Julian Anggoro di semua kertas itu?
Jim mendekati Anita lalu duduk di sebelahnya."Hmm," jawab Anita.
"Masih ada waktu setengah bulan untuk melaporkan ke kantor pajak.Tanda tangannya tidak harus kebut semalam.Jim terdiam,tangannya sibuk memainkan beberapa helai rambut Anita.
__ADS_1
" Jim,kenapa hari ini kau manis sekali?" gumam Anita.
"Kenapa? Apa kau jatuh hati padaku sekarang?" Jim tersenyum kecil.
"Anita,aku ingin bersamamu malam ini.Kita berkencan yuk," ajak Jim.Anita terkekeh kecil.
" Jangan mentertawakanku,aku cuma berusaha menjadi pria manis untukmu," Jim mengerucutkan bibirnya.
"Whenever you want," bisik Anita di telinganya.Jim memejamkan matanya,jantungnya terasa berdegup cepat. Ia tersenyum saat membuka matanya,Anita sudah pergi dari tempat itu.
Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka,pria tampan berperawakan tinggi masuk dan duduk di hadapan Jim yang masih duduk merasakan bisikan Anita di telinganya.
"Wow rupanya angin surga sedang membuaimu Kak," Pria itu terkekeh kecil. Jim menutupkan kedua telapak tanannya ke mukanya.Senyuman bahagia tersungging di bibirnya.
"Kapan sampai?" tanya Jim kemudian.
__ADS_1
"Tadi malam,sekarang apa tugasku?" Jim terdiam beberapa saat..
"Tugasmu,memastikan pekerjaanku berjalan lancar,kau bisa mulai berkoordinasi dengan direktur lain,nanti kuundang mereka untuk rapat." Jim diam lagi beberapa saat.