
Anita menghabiskan sarapan dan meminum susunya.Jimmy tersenyum melihat nafsu makan Anita mulai membaik.Arman datang dengan membawakan salad buah kesukaan Anita.
“Man,aku pasti makan banyak kalau kamu yang masak,” kata Anita.
“Akan saya buatkan makanan yang enak dan bergizi setiap hari untuk Nona dan Tuan kecil,” jawab Arman.
“Lho, buah Cherrynya ko tidak ada.”
“Kita kehabisan Nona,nanti saya akan belanja banyak buah ke supermarket,” jawab Arman.
“Kenapa nggak telpon saja Man?”
“Memilih sendiri kan lebih baik Tuan, kualitas barang mereka kadang kurang bagus.Kalau sudah seperti itu kita bisa cari di pasar tradisional,” jawab Arman.
“Man tolong belikan tahu Poo juga ya, ada agennya di dekat supermarket. Belikan dua keranjang ya, ngiler nih pingin makan itu,” kata Anita.
“Iya Nona,saya pergi dulu.Salad buahnya saya buat cukup banyak di kulkas Nona,” kata Arman seraya meninggalkan ruang makan.
“Ke mana mereka semua? Kenapa tidak sarapan?” tanya Anita.
“Julian,Lucas,Hans dan Dicky sudah pergi pagi pagi.Mereka semua ada urusan.Marcel dan Corvin juga barusan pergi,” jawab Jimmy.
“Lalu kenapa kau masih di rumah? Apa tidak ada urusan hari ini?”
__ADS_1
“Hei kau mengusirku? Kenapa dari kemarin kau menyuruhku pergi terus?Aku ini Boss Anita.Aku tidak mau bekerja sekali pun uangku tidak akan habis. Yang lain akan bekerja untukku,” jawab Jimmy.
“Besok kau pergi kan? Kenapa tidak cari oleh oleh untuk mereka?”
“Aku pergi ke sana untuk berperang bukan untuk plesir, Sayang.Jadi setiap hari doakan aku supaya segera pulang dengan selamat dan berhasil menyelesaikan masalah,ya.” Jimmy mencium kening Anita.
“Suamimu benar Nita,jangan membuatnya serba salah.” Ardian dan ibu Anita menghampiri meja makan untuk sarapan.
“Iya Yah,Nita cukup bisa mengerti.,” jawab Anita.
“Aku sudah menceritakan dan mendiskusikan semua dengan Ayah. Kumohon kau mau bersabar sebentar dan menungguku pulang.Aku akan pergi bersama Lucas,kemungkinan Jack juga akan menyusul kalau urusan dia sudah selesai.Jadi kau tidak perlu cemas, aku punya kemungkinan yang cukup besar untuk memenangkan ini. Karena orang orangku punya relasi yang sangat kuat.Ayah, saya titip Anita.Hans dan Corvin akan lebih sering ada di sini.Anak buah Dicky juga akan ada di perbatasan dan selalu memantau keadaan.Kalau ada apa apa segera hubungi mereka,” kata Jimmy.
“Tentu Nak Jimmy,” jawab Ardian seraya menikmati sarapannya.
“Ke mana?”
“Pemandian air panas di kota P, di sana juga ada makanan enak lho.Ikan pari kesukaanmu,dimasak macam macam.Kita bisa makan setelah berendam,” jawab Jimmy.
“Pergilah Nita,kau perlu refresing. Ibu sudah siapkan pakaianmu.Kau tinggal siapkan pakaian suamimu.Lagipula kota P kan tidak jauh dari sini,” kata Ana.
“Iya Bu,lagi pula besok Jimmy pergi jadi biar kami cari udara segar hari ini,” jawab Anita.
“Aku sudah siapkan semuanya, Sayang.”
__ADS_1
Jimmy mengangkat ponselnya.
“Hans, suruh Yuse ambil tasku dan Anita masukkan ke mobil.” Jimmy menutup telponnya.
Jimmy segera meraih tangan Anita.
“Aku pakai begini saja nih, bentar ya aku ambil cardigan sama alat makeup,”kata Anita.
“Ga usah, sudah aku siapkan semua. Ayo pergi sekarang,keburu siang.”
Anita menyambut genggaman tangan Jimmy dan mengikuti langkah kaki panjangnya.
Dalam perjalanan Anita lebih banyak diam,Hans yang mengemudikan mobil sedikit merasa canggung.Anita pun tidak menanyakan siapa gadis manis yang duduk di sebelah Hans.Ia hanya duduk dan memalingkan pandangannya ke luar jendela.Jimmy meraih dagu Anita supaya melihat ke arahnya.
“Sayang,kenalkan dia Yuse yang akan selalu bersamamu.Dia adalah seorang pengawal terlatih yang sengaja kucarikan untukmu.Dia adalah saudara sepupu Hans.”
“Ya.Hai Yuse,aku Anita.Calon istri Tuan Jimmy,tolong kerjasamanya ya,” kata Anita.
“Iya Nyonya, saya akan menjaga Nyonya dengan nyawa saya,” kata Yuse.
“Yuse,Anita adalah istriku.Dia sedang mengandung putraku.Hans, tolong sementara bantu Yuse dan jelaskan segala sesuatu tentang Nona ya.”
“Iya Tuan.Nona, Yuse adalah orang yang bisa dipercaya.Kemampuannya hampir sama dengan saya,dia belum berkeluarga jadi jangan mencemaskan kehidupannya.Dia masih bebas,” kata Hans.
__ADS_1
Anita mengangguk dan menyandarkan kepalanya.Ia kembali memalingkan pandangannya keluar Jendela.Jimmy hanya bisa menggenggam tangan istrinya dengan perasaan sedih melihat Anita seolah tidak merelakan kepergianya.Tapi bagaimana pun dia harus pergi.