
Arron memutar kursi Anita supaya menghadap ke arahnya.
"Wo zhende hen xiang he ni yiqi qu(Aku sungguh ingin pergi bersamamu)," katanya.
"Qu nali (pergi ke mana)?" tanya Anita
"Fareway,runaway (jauh melarikan diri)," jawabnya.Anita tertegun,kenapa Arron berbicara seperti itu.
"Gei wo jiang,sheme wenti gen ni de xin (katakan padaku,ada masalah apa dengan hatimu)?.Ni yao jiehun le (kau mau menikah). Weisheme zheyang jiang (kenapa berkata seperti itu)?"Anita memberinya kursi dan Arron duduk di hadapan Anita.
"Wo xihuan ni Anita,wo bu yao gen ta jiehun (Aku menyukaimu Anita,aku tidak mau menikah dengannya).Wo bu ai ta ni zhidao ma (aku tidak mencintainya).Women de fumujin yao de, Zhende hen kewu (Itu kemauan orang tua kami, sungguh sangat menyebalkan)," kata Arron. Anita hanya diam melihat pria tampan di depannya itu tidak mampu menahan diri untuk mengatakan perasaannya.
"Ni zhidao wo hen ai Jim(anda tahu saya mencintai Jim)."
"Bu guan ta la(peduli amat),"Arron mulai meninggikan suaranya.
__ADS_1
"Shit,"umpatnya.Anita tertegun melihat Arron yang begitu lembut dan tenang bisa keluar umpatan dari mulutnya.Orang seperti ini bisa membakar rumah kalau sedang marah, pikir Anita.
"Gege,buyao zheyang hao buhao (kakak,jangan seperti ini)," lirih Anita seraya meraih tangan Arron.Tiba tiba ponsel Anita berbunyi.Jim menelponnya, Anita segera mengangkat panggilan itu.
"Ya Sayang."
"Cepat turun!Aku tunggu di loby,kita ada janji sama Merry kan," Jim memutus telponnya.
"Jim zhao ni shi bushi (Jim mencarimu kan)?" Arron kembali duduk di mejanya dengan kesal.
"Ni huilai bu huilai (kamu kembali tidak)?" tanya Arron.Anita tertegun melihat sisi keras dari seorang Arron.
"Wo bu zhidao,deng yixia gei ni jiang (belum tahu,nanti akan kuberi tahu)." Anita membersihkan meja dan mematikan komputer nya.
"Wo xian zou (aku pergi dulu)." Anita segera meninggalkan ruangan itu dan berjalan cepat ke loby untuk menemui Jim.Kekasihnya itu sudah menunggu di depan loby dengan menyandarkan punggungnya pada mobil sport hitamnya.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali?" ia membukakan pintu untuk Anita.
"Menyelesaikan urusan dengan Arron dulu," jawab Anita.Jim melajukan mobilnya menuju ke gerbang.Dua orang security membuka gerbang dan mengangguk hormat.Anita mulai merasa tidak Enak,karena banyak yang berbisik bisik saat dirinya sedang bersama dengan Jim. Mereka memamg tidak salah karena memang dia dekat dengan pimpinan perusahaan.Ah sudahlah,biarkan saja pikirnya.
"Jim,aku bisa menemui dokter Merry sendiri. Tidak harus mengganggu waktu kerjamu," suara Anita memecah kesunyian.
"Yang lain tidak penting untukku ,Sayang," jawab Jim.
"Semua orang pasti marah padaku karena pressdir ganteng mereka nempel terus padaku," gurau Anita.
"Biarkan saja mereka,kau mempunyai pekerjaan yang lebih penting daripada meladeni mereka."
Jim memarkirkan mobilnya di sebuah testoran di dekat rumah sakit tempat dokter Merry bekerja,tentu saja itu rumah sakit milik ayahnya.Jim membawa Anita ke sebuah ruangan VIP yang terlihat sangat nyaman. Ternyata Merry sudah menunggu di ruangan itu bersama seorang wanita cantik yang sepertinya juga seorang dokter.Jim menyapa keduanya dengan sangat akrab.Wanita itu memeluk Jim seakan ingin melepas kerinduan yang sangat dalam.
tb continued...
__ADS_1
Jangan lupa like coment ya gaes