
Anita menghabiskan sarapannya, Ana menyodorkan segelas susu yang langsung dihabiskan juga.
“Nita, kau mau pergi Sayang?” tanya ibunya.
“Aku mau ke pabrik untuk menemui Yuki,melihatnya bekerja sesibuk apa sampai tidak pernah ke mari Bu.Aku juga ingin mengajaknya ke Mall untuk membeli pakaian.Perutku sudah mulai kelihatan,pakaianku mulai sesak,” jawab Anita.
“Apa perlu ibu temani?” tanya Ana.
“Tidak usah,Nita pergi sama Hans. Yuse libur hari ini,aku memberinya libur,kasihan kan Bu tiap hari jagain Nita seperti baby sitter saja,” kata Anita.
“Baiklah,hati hati ya Nak,” kata Ana lembut.
Anita mengangguk dan mencium tangannya.Di depan pintu belakang Hans sudah menunggu dan segera membuka pintu saat melihat Anita menghampiri.
Ia segera membawa Anita ke pabrik pengolahan susu yang saat ini dikelola oleh Marcel dan Yuki.Hans hanya membantunya sekali sekali.
Anita segera menelpon Yuki saat sampai di depan resepsionis, karena ia malas ditanya ini itu sementara Hans memarkir mobilnya.
Yuki bergegas turun menjemput.
“Nona makin cantik,” sambut Yuki.
“Kamu juga, boleh masuk ke ruanganmu?”
“Tentu saja,pabrik ini milik Nona kenapa tidak boleh masuk?” jawab tanya Yuki.
Yuki membawa Anita masuk ke ruangan yang sangat luas dengan sekitar limabelas staf di dalamnya.
Nona boleh duduk di mejaku, maaf banyak berkas di sana sini.
__ADS_1
“Tidak usah Yuki, aku duduk di meja sini sana sambil menunggumu.Ini meja siapa?”
“ Itu meja kerja tambahan untuk IT sistem atau kalau Hans ke sini,” jawab Yuki.
“Aku mau ke toilet sebentar.”
Anita beranjak ke luar dari ruangan accounting untuk mencari toilet.
Ada beberapa orang wanita yang sedang ngobrol dan membenahi makeupnya.
“Duh gimana nih, Bu Yuki mau pergi aku yang disuruh kerjakan laporan hari ini harus selesai,” kata salah seorang.
“Bu Yuki mau ke mana? Biasanya nggak pernah dadakan kalau mau pergi.”
“Katanya sih mau nemenin istri Boss Jimmy, shoping shoping.Enak ya jadi istrinya Boss,gak harus pintar,gak harus bisa kerja.Asal cantik dan aduhai bisa foya foya menghabiskan uang suami.”
“Kira kira seperti apa ya istrinya pak Jimmy? Pasti cantik banget seperti artis.”
“Iya , jadi kangen.Kalian mau kan kalau diminta jadi ehem ehem?”
Beberapa wanita itu tertawa cukup keras.
“Mau lah,gila apa?”
Anita yang sejak lama ada di dalam toilet kupingnya panas juga.
“Maaf Mbak, dari departemen mana ya? Apa ndak dicari Bosnya ya lama di toilet?” tanya Anita seraya mencuci tangannya.
“Lah, Mbak siapa? Karyawan baru ya kog nggak pernah lihat?”
__ADS_1
“Saya tamu,” jawab Anita.
Beberapa orang pergi.
“Ta shi shei? Jende fanren, kewu (siapa sih? Sungguh orang menyebalkan),” kata salah seorang bermata sipit lalu keduanya berlalu dari depan Anita.
Dengan perasaan kesal Anita kembali ke ruangan Yuki.Ia duduk dan memperhatikan ruangan itu.Ia juga melihat beberapa orang yang tadi di toilet termasuk dua orang bermata sipit yang tadi mengatai dirinya. Meja meja yang berantakan, membuat kepalanya sedikit nyut nyutan.
“Yuki, pinjam laptopmu.Apakah sistemnya berbeda dengan yang ada di Impack International?” tanya Anita.
“Ada perbedaan, tapi secara garis besar sama.Karena sama sama manufaktur.Departemennya beda sistem jadi beda juga di WIPnya,” jawab Yuki.
“Berikan padaku laporanmu bulan terakhir.Aku pakai usermu ya?”
Yuki segera melakukan apa yang diminta Anita.
Anita melihat laporan keuangan dari Yuki, ia sungguh mengerutkan dahinya.
“Ini laporan empat bulan yang lalu, tiga bulan terkhir mana?” tanya Anita dengan aksen yang lebih tinggi.
Yuki menundukkan wajahnya, ia berharap Anita segera mengajaknya pergi.
“Belum jadi Nona,” jawab Yuki.
Ruangan itu berubah menjadi hening, semua orang menundukkan wajahnya.
Anita menghela nafas panjang dan mencoba meredakan emosinya.
“Duduklah,Yuki.Kalian semua, masukkan semua transaksi sampai tanggal kemarin.Aku tunggu hari ini selesai,besok pagi akan kuperiksa. Oh ya, saya perkenalkan diri.Saya Anita istrinya Jimmy Anggoro.”
__ADS_1
Anita duduk kembali di mejanya dan sibuk dengan laptopnya.Suasana di ruangan itu menjadi tegang karena semua orang menjadi kalang kabut karena pekerjaan belum selesai.