CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption280


__ADS_3

Setelah selesai berdiskusi mengenai stock exchange dengan Daren dan perusahaan miliknya yang ada di Amerika, Jimmy segera kembali ke kamarnya.Besok malam Daren dan Jonathan kembali ke Massachusetts. Jadi semua urusan dan masalah dengan mereka harus dituntaskan.


Jimmy segera ke Balkon saat tidak menemukan Anita di dalam kamar. Di tempat itu juga tidak ada tanda tanda ada istrinya.Tanpa sadar ia berteriak sekerasnya memanggil Anita.Ia mendadak panik dan kembali berlari ke kamarnya.


Anita yang mendengar teriakan Jimmy segera ke luar dari kamar mandi.


“Jimmy, ini sudah tengah malam.Kenapa teriak teriak seperti itu?” tanya Anita yang berdiri di depan pintu kamar mandi hanya dengan tubuh dililit handuk.


Jimmy menghampiri istrinya dan memeluknya erat erat.


“Kenapa tidak menjawabku?” tanya Jimmy.


“Mungkin aku tidak dengar,aku menyalakan shower,” jawab Anita.


Terdengar ketukan pintu dan terdengar suara Jack di luar kamar.Jimmy segera menemuinya di depan pintu.


“Kenapa Lu, ada apa teriak teriak? Ketemu setan?” tanya Jonathan yang berdiri di samping Jack.


“Istri gua ilang, udah ketemu di kamar mandi,” jawab Jimmy.


Jack dan Jonathan tertawa ngakak.


“Kirain ketemu setan teriak seperti itu, penghuni asrama pengawal sampe pada ke luar dengar teriakan Lu, dasar.”


Jo dan Jack segera meninggalkan tempat itu masih sambil tertawa tawa.


Jimmy tersenyum dan kembali ke kamar. Ia segera membantu Anita mengeringkan rambut panjangnya.


“Kenapa malam malam begini mandi? Nggak takut masuk angin?” tanya Jimmy.


“Aku kepanasan, mau buka jendela takut ada binatang masuk.”


“Besok akan kusuruh Wayan menebangi ranting ranting pohon yang menjulur ke balkon.Tanaman merambat itu juga harus dibuang semua.Takut ada ularnya,” kata Jimmy.


Anita mengenakan pakaian tidur tanpa lengan.Jimmy segera membawanya ke tempat tidur dan mengelus perutnya. Seperti biasanya ia membacakan surat Yusuf sebelum mereka tidur.


“Sayang, ayo kita pergi ke Roma. Aku ingin mengenalkanmu pada Kakek dan Nenekku.Mereka sudah sangat tua, aku khawatir tidak sempat mempertemukan dirimu dengan mereka,” kata Jimmy.


“Bagaimana dengan pekerjaanmu yang baru kau mulai di sini?” tanya Anita.


“Ada Hans dan Rosid,masih pada tahap perizinan dan renovasi tempat.Mereka akan urus semuanya.Ayo kita habiskan waktu untuk mengunjungi banyak tempat yang bagus di Eropa.Bulan depan kita langsung ke Amerika untuk menghadiri resepsi pernikahan Jack dan Laura. Mumpung perutmu ini masih belum terlalu besar.Kita ke Italy bareng sama mommy sama Daddy, mau ya,” mohon Jimmy.

__ADS_1


Anita terdiam dan termenung sejenak.


“Iya, tapi tolong beri aku waktu sebentar lagi.Masih ada urusan yang harus kutuntaskan,” jawab Anita.


“Bisakah aku membantumu?”


“Tidak,biar kuselesaikan sendiri.Jim, malam ini kita libur ya, aku lelah sekali tadi muter muter.Punggungku sakit.”


“Hah, tahu gitu tidak usah pergi,” rajuk Jimmy.


Anita tersenyum dan mencium pipi suaminya.Ia berbaring dan segera terlelap.


Jimmy mencium pipi Anita yang semakin cubby.Ia pun tidur dengan memeluk Anita dengan hati hati.***


Pagi sebelum subuh Jimmy sudah berangkat ke musolla di dekat asrama pegawai di rumah besar itu.Ternyata Jack juga sudah di situ.


Jimmy kaget saat ayahnya juga duduk tak jauh dari situ.


Ia segera pindah duduk di dekat ayahnya.


“Daddy koq sudah di sini, kapan datang?” tanya Jimmy.


Jimmy tersenyum malu.


“Kamu ini jangan malu maluin, semua orang ke luar dari rumah dengar teriakanmu itu.Untung pegawai sini belum begitu kenal itu suara siapa,” tambah Julian Anggoro.


“Iya, iya.Jangan diungkit terus napa, Jimmy juga nggak mau begitu.Akhir akhir ini setiap kali cari Anita nggak ketemu Jimmy langsung panik.Mental Jimmy down, yang Jimmy pikirkan Anita pergi ninggalin Jimmy Dad,” kata Jimmy.


“Temui psikiater, tanyakan bagaimana menghilangkan main block seperti itu. Kau dan istrimu itu sama sama keras kepala tapi sama sama rapuh.Kalau kalian tidak saling menopang terus bagaimana?”


“Ya, akan coba kubicarakan dengannya nanti.Ngomong ngomong kenapa Daddy datang malam sekali?”


“Nanti ada tamu di sini, Daddy mau undang Alan dan keluarganya ke sini. Istrinya juga datang dari Jepang kemarin. Mom ingin bertemu dengannya.Sekalian memperkenalkan istrimu padanya,” jawab Julian Anggoro.


Jimmy ingin bertanya lebih banyak, tapi suara azan sudah dikumandangkan dan tidak lama setelah itu sholat subuh berjamaah dilaksanakan.


Saat selesai sholat subuh ayahnya pergi entah ke mana sama Daren dan Jonathan.


Akhirnya ia kembali ke kamarnya dan menemukan istrinya sedang memakai makeup tipis di wajahnya.


“Mau ke mana?” tanyanya.

__ADS_1


“Mau jalan pagi ke dekat lapangan sana, biasanya banyak orang jualan.Aku mau cari gudeg,” kata Anita.


“Nggak,nggak.Semalam nggak dikasih, di rumah saja ya,” rajuk Jimmy.


“Jimmy.”


Terdengar ketukan di pintu.Jimmy segera membuka pintu.


“Mom,” kata Jimmy.


Ariana segera masuk dan memeluk menantunya.


“How are you dear(apa kabar Sayang)?” tanyanya.


“I'm fine Mom,babys also(Saya baik Bu,bayinya juga),” jawab Anita.


“Good, makan sayur dan ikan laut yang banyak,biar mereka lahir sehat.Jim,ayo antar Mom ke pasar Bring... apa ya.Kata Daddy traditional market," kata Ariana.


"Beringharjo Mom," kata Anita.


"Ah, that's it," kata Ariana.


"Biar Wayan suruh orang aja Mom," gerutu Jimmy.


"Sama Wayan juga,sama Jimmy juga."


"Mommy mau beli apa sih,Jimmy malas pergi."


"Hey,Lazy.Ayo cepat temani Mom.Nanti ada tamu,Mommy mau beli banyak barang." Ariana menjewer telinga Jimmy.


"Jim,ayo kita temani Mommy.Kalau kamu malas malasan gini,bagaimana kalau ditiru anak kita," kata Anita.


Jimmy meraih tangan Anita dan membawanya agak menjauh.


"Nanti pulang dari pasar aku dikasih jatah nggak? Semalam kan belum,tar malam juga nggak libur lagi lho," bisiknya.


"Iya deh," jawab Anita akhirnya.


"Comeon Mom,hurry up(Ayo Mom cepat). Kamu nggak usah ikut Sayang,nanti kecapean" kata Jimmy.


"Ya sudah,hati hati ya," kata Anita saat suami dan ibu mertuanya meninggalkan kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2