CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption281


__ADS_3

Siang itu Julian Anggoro dan istrinya kedatangan tamu, keluarga Alan Danuarta.Ariana tampak begitu bahagia saat bertemu dengan Yoshino istri Alan yang tak lain adalah ibu Hiroshi.Anita tersenyum mendengar percakapan dua wanita yang berbicara dengan bahasa yang kagok itu.Tapi mereka berbicara dengan cukup baik.


Anita merasa sangat canggung saat berhadapan dngan Hiroshi yang menatap dirinya begitu lekat.


"Semoga kau baik baik saja,Anita," gumam Hiroshi


"Ya,Hiro," jawab Anita pelan.


Jimmy Yang sedang berbasa basi dengan Alan dan Ryohei segera menoleh saat mendengar Anita berbicara dengan Hiroshi.


Ia bergegas menghampiri istrinya.Alan dan Julian Anggoro reflek juga menghampiri mereka.Keduanya sangat khawatir Jimmy akan bertengkar dengan Hiroshi.


"Hiro,ini adalah Jimmy putra kedua Om Jul.Waktu itu kalian masih kecil jadi mungkin tidak ingat.Dan yang disebelahnya adalah istrinya,Anita," kata Alan.


"Aku sudah tahu Pa,Anita adalah temanku jadi tidak perlu memperkenalkan lagi," jawab Hiroshi.


"Hiroshi,Alan,ayo silahkan duduk," kata Julian Anggoro.


"Mantu,ajak suamimu duduk.Ayo kita makan.Wayan,panggil yang lain untuk makan."


"Baik Tuan Besar," kata Wayan.


Beberapa saat kemudian Julian,Lucas, Jack,Daren dan Jonathan datang ke ruangan itu.Suasana menjadi lebih ramai dan mencair.Julian Anggoro memperkenalkan mereka satu per satu dan apa hubungan mereka dengan Jimmy.


"Wah, Jimmy sudah menjadi orang sukses ya," kata Alan.


"Itu karena istri saya Om,saya punya semangat yang begitu besar karena dia," jawab Jimmy.


Anita menunduk saat menyadari Hiroshi melihatnya dari tadi.


" Anita, ini Aunty buatkan ramen untukmu. Kata Hiro, kau sangat suka ramen," kata Yoshino.


"Wah,buatku mana Yoshi? Aku juga suka makan ramen," kata Julian Anggoro.


"Ini ada banyak,siapa saja boleh makan. Ini juga ada Takkoyaki sama Sushi, ini Aunty buat sendiri lho,dibantuin juga sama Hiroshi.Ini semua kamu suka kan?" tanya Yoshino.


"Iya,Aunty.Arigato gozaimas," kata Anita mengucapkan terimakasih.


Jimmy merasa sedikit kesal karena seolah olah ibu Hiroshi datang hanya untuk Anita.


"Sayang,berapa lama kalian berteman?" tanya Jimmy berusaha berbicara dengan tenang.


"Empat tahunan," jawab Anita.


"Tepatnya empat tahun lima bulan," sambung Hiroshi.


"Ayo makan,Anita apa yang ingin kau makan,ayo silahkan semuanya," kata Julian Anggoro.


Anita mengambil Sushi dan memakannya.


"Enak," gumamnya.


Hiroshi tersenyum senang saat Anita mengambil satu lagi.


Tapi Jimmy segera meraih tangan Anita supaya menyuapkan sushi ke mulutnya.


"Gue mau juga," Lucas mengambil dua shusi dan langsung memakannya.


"Aku juga mau," Julian juga mengmbil beberapa dan memakannya.


Anita mendengus kesal.Ia melirik ke arah Jack yang kembali menarik tangannya saat melihat Anita melotot ke arahnya.

__ADS_1


"I want this OK," katanya seraya mengambil beberapa takkoyaki dan langsung memasukkan ke dalam mulutnya.


Beberapa saat kemudian ia mengambil sebotol air mineral dan meneguknya hingga habis.


"Kenapa pedas sekali," kata Jack.


Hiroshi tertawa kecil.


"Hiro,kenapa kau ini jahil sekali," protes Anita.


"Mbak, tolong bawakan susu hangat. Berikan pada Tuan Jack,” kata Anita pada seorang pelayan.


Wanita muda itu bergegas ke dapur.


“Jangan jangan ada ular juga di dalam situ,” kata Julian.


“Julian, bagaimana kabar ayahmu?” tanya Alan.


“Baik Om, Papi sering ke luar kota karena banyak proyek konstruksi yang baru,” jawab Julian.


“Apa kau juga membantunya? Enak ya punya beberapa anak laki laki, Anggoro Group tidak akan kekurangan penerus,” kata Alan.


“Saya tidak bekerja di Anggoro Group Om.Kak Janice yang mebantu Papi di perusahaan.Saya bekerja di perusahaan Jimmy.”


“Darius?”


“Dia pegang rumah sakit setelah Mami ke luar dan ikut Papi ke mana mana,” jawab Julian.


“Mas Jul,Apa Kak Jenny tidak di Indonesia?” tanya Alan.


“Dia kapan hari pulang, tapi hanya dua hari saja.Tapi putra ke duanya ada di Indonesia, dia juga membantu Jimmy mengurus perusahaan.Dia kerja di perusahaan yang sama dengan Julian. Kenapa Arron tidak ikut datang,Julian?” tanya Julian Anggoro.


“Mau ada pemeriksaan Uncle, jadi dia sibuk.”


“Tidak Om, nanti malam saya dan Daren kembali ke USA,” jawab Jonathan.


“Anita,makanlah ramennya.Itu untuk menebus janjiku waktu itu.Kami diundang ke sini, itu kesempatanku untuk membayarnya.Maafkan aku, waktu itu tidak sempat,” kata Hiroshi.


“Janji apa?” tanya Jimmy.


“Hiro pernah janji buatin aku ramen yang enak,” jawab Anita.


Anita mengambil mangkuk dan mengambil ramen yang begitu membuatnya ngiler.


Jimmy mengambil mangkuk itu dari tangan Anita.


“Biar aku yang memakannya,” katanya.


“Jangan, kau belum boleh makan mie Jim,” kata Anita.


“Aku akan memakannya walau sakit.”


“Jim, kenapa seperti anak kecil?” bisik Anita.


“Anita, tidak apa.Itu bukan mie instan, tadi pagi Mama membuatnya dengan mesin.Tidak ada pengawet atau pun pewarna.Itu warna alami dari wortel, jadi tidak masalah dimakan orang yang sakit lambung.Tapi jangan terlalu banyak juga,” kata Hiroshi.


“Dari mana kamu tahu aku sakit lambung?” tanya Jimmy.


“Hanya dengan melihat wajah seseorang aku tahu dia sakit apa,” jawab Hiroshi.


Alan dan Julian Anggoro saling pandang, melihat Jimmy dan Hiroshi saling bicara seperti menunggu bom waktu yang siap meledak.Keduanya memang memiliki kemiripan dalam hal temperamen.

__ADS_1


“Heh, kau lebih mirip dukun daripada dokter,” kata Jimmy.


“Jim, kau ini bicara apa? Ayo makanlah,” kata Anita.


“Aku terlalu ganteng dan pintar untuk jadi seorang dukun.Apa lagi kau ini terlalu mudah untuk ditebak,” kata Hiroshi.


“Hiro, maaf Jimmy tidak bermaksud..” kata Anita terbata bata.


“Kau tidak perlu membelanya Anita, aku sedikit heran kenapa dia tidak punya sifat mirip dengan ayah ibunya.Arogan sekali bicaranya,” kata Jimmy.


“Sebenarnya kau ini membicarakan siapa? Membicarakan dirimu sendiri kah?” tukas Hiroshi.


“Jimmy, stop this.Jangan bertengkar di meja makan apa lagi dengan tamu.Dia masih saudaramu Jimmy,” kata Ariana dalam bahasa Italy.


“Aku tahu dia menyukai istriku Mom,biar kutonjok dia,” jawab Jimmy dengan bahasa Italy juga.


“Jimmy, Hiro.Kalian makanlah dan jangan berdebat saat makan.Yang lain jadi susah menelan makanan,” kata Julian Anggoro.


“Mas Jul, sebenarnya kita yang salah. Kalau saja kita meluangkan waktu sedikit untuk saling ketemu paling tidak setahun atau dua tahun sekali.Hal seperti ini pasti tidak akan terjadi,” kata Alan.


“Hiroshi, tenangkan dirimu Sayang,” kata Yoshino dengan bahasa Jepang seraya pindah duduk di sebelah Hiroshi.


“Tidak apa Ma, aku ingin bertemu dengannya walau pun harus bertengkar dengan orang itu.Aku tidak bisa membiarkan seseorang menyakiti orang yang aku cintai,” jawab Hiro dalam bahasa Jepang juga.


“Hiroshi,” kata Ryohei.


“Aku tahu,” jawab Hiro.


Anita menundukkan wajahnya dan memakan ramennya.Dalam hati ia merasa sedih melihat Hiroshi yang terpancing emosi oleh Jimmy.


Mereka belum pernah saling bertemu, ini adalah kali pertama mereka bertemu dan sudah jadi seperti ini.


Anita bangkit dari duduknya,semua orang reflek melihat ke arahnya.


Anita sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Saya minta maaf,saya harus pergi minum obat.Tolong dilanjutkan,saya minta maaf tidak bisa terus di sini.Nyonya Yoshino, terima kasih oleh olehnya,semua enak.Hiro, terimakasih," kata Anita.


"Sayang,apa punggungmu sakit?" tanya Ariana.


"Iya Mom,tapi tidak terlalu," jawab Anita.


"OK,kamu istirahat saja ya.Minum tablet kalsium yang tadi Mom belikan.Nanti akan Mommy periksa.Jim,antarkan istrimu," kata Ariana.


Jimmy meraih tangan Anita dan membawanya ke atas.


Anita segera duduk di tepi ranjang.


"Mana yang sakit?" tanya Jimmy.


"Hanya sedikit saja,tolong ambilkan obat di atas meja itu."


Anita menuangkan air dari teko kaca mengambil obat dari tangan Jimmy dan meminumnya.


"Aku akan rebahan sebentar,kembalilah ke sana Jim.Mereka datang untuk keluargamu,jadi bersikaplah baik pada mereka," kata Anita.


"Aku akan menemanimu di sini."


"Suamiku,jangan keras kepala.Kau tidak perlu berlebihan menyikapi Hiroshi,jangan bertengkar dengannya karenaku.Dia hanyalah teman terbaik yang kumiliki di masa lalu.Dan sekarang kaulah yang bersamaku.Sudah cukup kan?"


"Sangat jelas dia masih menyukaimu," rajuk Jimmy.

__ADS_1


"Biarkan saja,apa kita bisa melarang siapa menyukai siapa.Ayolah,jangan seperti anak kecil.Pergilah Sayang,aku mau istirahat, jangan menggangguku," kata Anita.


Jimmy terdiam beberapa saat,akhirnya ia memutuskan kembali ke ruang makan.


__ADS_2