CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption234


__ADS_3

Sudah empat hari Anita di Jogja dan hanya menggunakan waktunya untuk mengunjungi tempat tempat yang ingin dia kunjungi untuk menyenangkan hatinya.Sore itu ia duduk di kursi di ujung timur jalan Malioboro untuk menimati Capuccino hangat yang barusan ia beli.Ia melihat beberapa perangko seri cetakan terbaru yang barusan ia beli di kantor pos besar.


Anita kaget saat tiba tiba seseorang duduk di sebelahnya dan mengambil lembaran lembaran perangko itu dari tangannya.


“Eh, jangan sembara... I.. Ihasan...” Anita terperanjat saat melihat siapa yang melakukan itu.


“Senang ya jalan jalan sendiri? Kenapa tidak menelponku atau kak Siska.Dulu Kakak pergi tanpa pamit,walau pun akhirnya Kak Siska berhasil punya nomormu tapi Kak Nita ngilang lagi akhir akhir ini.Sekarang tiba tiba muncul di sini, duduk sendirian.Aku akan telpon Kak Siska sekarang,” pria di samping Anita itu segera mengambil gawainya namun Anita segera menggenggamnya.


“Ihsan jangan, aku akan menemui Siska aku janji.Tapi tidak sekarang, aku masih ada urusan sebentar lagi.”


“Baiklah,kasih aku nomor mu,” kata Ihsan.


“Aku tidak bawa ponsel,” jawab Anita.


“What?”


“Ihsan jangan lebay begitu heh, kau buka anak SMA lagi.Kau sudah lulus kan Pak Dokter?” Anita menepuk bahu Ihsan karena masih bersikap seperti anak kecil yang suka hiperbola.


“Ponselku jatuh dan rusak, jadi aku tinggal. Nanti kalau sudah beli aku kasih tahu deh,” kata Anita sebelum Ihsan membuka mulutnya untuk bicara terlalu banyak.


Ihsan tidak menjawab, matanya tertuju ke arah perut Anita.


“Kak Siska bilang Kakak sudah menikah, kenapa Kakak sendirian? Dan itu sudah berapa bulan?” Ihsan menunjuk perut Anita.


“Jangan nunjuk nunjuk, beberapa hari lagi empat bulan.Suamiku sedang ke luar negri ada urusan.Jadi aku ada kesempatan untuk jalan jalan ke sini.” Anita mengelus perutnya.

__ADS_1


“Heh, empat bulan sudah sebesar itu ya?”


“Bayinya ada dua Ihsan, kau akan punya keponakan kembar.Ihsan, apa kau sudah menyelesaikan kuliahmu? Sudah menikah?” tanya Anita penasaran.


“Aku sudah selesai mengambil spesialisasi, aku ambil penyakit dalam karena ibu punya beberapa penyakit itu, jadi aku ingin menanganinya sendiri.Aku sudah punya pacar Kak, tapi aku akan putus kalau Kakak tidak menyukainya,” jawab Ihsan.


Anita tertawa dan menjitak kepala Ihsan.


Pria muda itu mengaduh karena jitakan Anita kencang sekali.


“Kau ini, kenapa tidak bisa Cool sedikit jadi laki laki? Ah, Ihsan.Sudah mau magrib.Aku mau balik ke hotel dulu, aku janji akan menemui Siska beberapa hari lagi,” kata Anita.


“Nggak, ayo pulang ke rumah sekarang.Ayah Ibu tinggal di Jakarta jadi hanya aku dan Kak Siska yang tinggal di rumah sekarang. Bagaimana aku menelponmu? Kak Nita mau kabur kan?” marah Ihsan.


“Ayo kuantar sekarang.”


Ihsan meraih tangan Anita dan membawanya ke tempat di mana ia memarkir mobilnya.


Anita menurut saja karena semakin ditentang Ihsan akan semakin ngotot.


Sesampai di hotel IB Ihsan malah membawa Anita ke MM Mall, ia tahu apa yang dipikirkan Ihsan.Seperti dugaannya Ihsan membawanya ke toko HP.Ihsan tidak bertanya ini itu, ia membeli sebuah ponsel dan kartu telpon.


“Nih Kakak sudah bisa pakai.Aku sudah mengisi nomorku dan kak Siska.”


“Notanya Mas,” kata Anita pada penjualnya.

__ADS_1


“Sudah dibayar Mbak,” jawab pria itu. Buru buru Anita mengejar Ihsan yang pergi mencari sesuatu di toko sebelah.


“San, sinikan notanya,” kata Anita.


“Nota apa? Itu tadi gratis dari masnya,” Jawab Ihsan.


“Ihsan!”


“Itu hadiah buat Kakak, aku ini sudah bekerja, punya gaji.Jangan ribut,dulu Kak Nita belikan aku PS juga nggak mikir uang jajan Kakak jadi berkurang. Ayo aku antar ke hotel,ato aku nginep aja di sini juga.”


“Pulang sekarang, kamu tadi dari mana sampai bisa tahu aku duduk di situ?”


“Habis ada seminar, nggak tahu kenapa pingin lewat sini.Aku sudah dua hari ini muter muter nggak jelas di sini.Insting kali.”


“Pulanglah San,Siska pasti kuwatir anak rumahan sepertimu tiba tiba nggak pulang,” kata Anita.


“Ngko aku balik yo(nanti aku balik ya)?” tanya Ihsan.


“Ojo, aku arep istirahat.Sesuk wae lah. (Jangan,aku mau istirahat.Besok saja),” kata Anita.


“Yo wes,aku balik Kak(ya sudah, aku balik dulu),” kata Ihsan.


Ihsan mengantar Anita sampai di loby hotel.


Dalam hati Anita sedikit was was karena akhirnya Ihsan menemukan dirinya.Apakah ia juga akan bertemu dengan lainnya.Bagaimana kalau tidak sengaja ketemu dengan yang lainnya, tiba tiba Anita merasa semakin was was.Besok aku harus ke salon merubah penampilan yang bukan Anita banget.

__ADS_1


__ADS_2