
Jim duduk di tepi ranjang dengan tubuh bagian bawah dililit handuk.Anita yang baru datang segera membuka almarinya untuk mencari sesuatu.
"Jadi aku harus begini sambil menunggu bajuku kering?" tanyanya.
"Siapa suruh main nyebur aja,aku sampe kaget tadi," jawab Anita.
"Sudahlah tak apa,asal kamu terus di sini
bersamaku," kata Jim pasrah.Anita meletakkan sebuah T-Shirt lengan pendek dan dan celana selutut di atas tempat tidur.
"Mudah mudahan muat,pakailah."
__ADS_1
"Punya siapa?Kenapa menyimpan pakaian pria di lemarimu?Apa ini barang mantan pacarmu Nita?" tiba tiba muka Jim berubah marah.
"Itu masih baru,aku membelikan buat Aksal tapi terlalu besar,jadi kusimpan di lemariku. Memang bukan barang branded seperti semua pakaianmu.Tapi setidaknya bisa kau pakai sementara," jawab Anita.Jim bangkit dari duduknya kemudian mengangkat dagu Anita.Ia menatap mata Anita dalam dalam kemudian mencium bibirnya.Anita membalas ciuman itu hingga keduanya saling berpagutan.Tiba tiba Anita mendorong Jim supaya menghentikan ciumannya.
"Jangan seperti ini,aku takut ibu melihat kita. Aku takut ibu kecewa padaku.Pakailah pakaian itu Jim, aku pergi dulu.Aku mau membantu ibu di dapur." Anita meninggalkan Jim di kamarnya lalu pergi ke dapur. Anita melihat bu Marni menghidangkan berbagai makanan di meja.Ia mendengar suara gaduh di samping rumah.Ternyata Ayahnya dan yang lain sudah kembali.Jim tampak menyalami pak Beny sebelum akhirnya pria itu meninggalkan rumah orang tuanya. Jim menghampiri Aksal yang sedang membakar ikan gurame yang tadi mereka tangkap. Anita mengikuti ayahnya yang masuk ke ruang kerjanya.
"Ayah bagaimana? Apa masalahnya bisa diselesaikan?" tanya Anita cemas.
"Julian?"
"Masuk dan mengatakan kalau sebentar lagi Jim,kakaknya akan menikah denganmu.Kalau Baruna macam macam dia akan take down semua usaha Baruna dan ayahnya.Apa mereka saling mengenal? Kenapa Baruna seakan takut dengan ancamannya itu? Akhirnya om Fadly bersedia menandatangani surat pelunasan itu.Anita, sebenarnya siapa calon suamimu itu?Bagaimana dia tahu detail masalah Ayah dan menyelesaikannya dengan begitu mudah?"
__ADS_1
"Ayah, dia adalah pressdir sekaligus pemilik perusahaan Impact International tempat Nita bekerja.Dia adalah kakak kelasku saat SMP, juga teman Baruna.Kami saling menyukai, tapi Barunalah yang selalu mengacaukan hubungan kami?" jawab Anita.
"Syukurlah,jadi kamu benar benar menyukainya.Baiklah,Ayah akan segera mengurusi dan mendaftarkan pernikahan kalian.Nita,ajaklah mereka makan." Ardian duduk di belakang meja kerjanya dan memeriksa laporan yang tadi dibawa pekerjanya dari peternakan.Anita meninggalkan ruang kerja ayahnya dan menemui yang lainnya di samping rumah.
"Kak, ini sudah selesai bakar ikannya," Aksal menyuapkan sedikit ke mulut Anita.
"Enak, tumben bisa kerja bener.Sudah punya pacar ya?" Anita kembali mengambil daging ikan bakar yang dibawa Aksal.
"Calon suamimu itu memang keren.Ini semua dia yang buat ,bukan aku," Aksal tertawa kecil.
"Aku cuma bantu ngipasin, itu pun diprotes. Caranya salah, ngipasin aja ada aturannya coba," gerutu Aksal. Anita menoleh ke arah Jim yang sedang mengobrol serius dengan Julian dan Jack.
__ADS_1
"Bawa semua ke meja makan.Suruh ayah dan ibu mencicipi hasil karya calon menantunya. Jangan lupa nanti kasih pujian ya.Untuk buat ini dia juga harus basah kuyup nyebur ke kolam.Padahal di rumah dia hanya tinggal tunjuk kalau ingin aesuatu," kata Anita. Gadis itu membawa satu piring dan membawanya menemui kekasihnya.