
Jim menelfon Corvin, beberapa saat kemudian pria itu datang menemuinya.
"Ada yang harus saya lakukan Tuan?" Jim menjentikkan jarinya, supaya pria itu lebih mendekat padanya.
"Ikuti mereka diam diam,kalau terjadi sesuatu di luar dugaan,atau ada kekacauan, telpon saya dan beri bantuan pada mereka," kata Jim dengan suara yang sangat rendah.Corvin mengangguk dan meninggalkan tempat itu.
Jim menyandarkan punggungnya di sofa. Ia melihat Anita sedang sibuk mencari sesuatu di kulkas.
"Aksal cepat,sudah dapat belum?" teriak Anita.Beberapa saat kemudian Aksal muncul dari pintu samping.Anita memberikan bahan makanan yang diambilnya di kulkas kepada bu Marni.
"Teriak teriak mulu, katanya suruh ngambil ikan.Susah nangkepnya," kesal Aksal.
"Ya sudah,biar aku saja." Anita beranjak pergi ke belakang rumah,sementara Aksal mengikuti di belakangnya.Jim tersenyum sendiri melihat kedua kakak beradik itu bertengkar kecil.Ia pun beranjak mengikuti mereka ke kebun belakang.Jim melihat Anita yang sedang sibuk berusaha menjaring ikan gurame yang ada di kolam.
"Aduh kenapa yang kecil sih? Yang besar tahu kali kalau mau diambil," gerutu Anita.
__ADS_1
"Aku sudah bilang kan susah," jawab Aksal.
"Kamu ini laki laki, ngambil beginian saja tidak bisa.Apa di fakultas peternakan tidak diajarkan cara menangkap ikan?" marah Anita.Jim mengambil jaring di tangan Anita. Gadis itu menoleh dan membelalakkan matanya ketika tiba tiba pria itu mengecup bibirnya.
"Ilmu menangkap ikan itu diajarkan di fakultas kedokteran," Jim terkekeh melihat Anita memajukan bibirnya.
"Biar aku saja, minggirlah." Jim menyuruh Anita turun dari pinggir kolam.Pria itu berjongkok di pinggir kolam, ia hanya diam memngamati ikan ikan itu berenang ke sana ke mari.Tiba tiba "Clup."
"Yess, dapat!" teriaknya.Sebuah ikan gurame besar berhasil ia tangkap. Anita mengambil ember dan bermaksud mengambil ikan itu dari jaringnya.
"Nitaa, kenapa dilepaskan!" kesal Jim.Aksal tertawa melihat tingkah kakak dan calon suaminya.Tiba tiba "Byurŕr" Jim melompat ke dalam kolam.Anita terkejut melihat kekasihnya itu nyebur ke kolam begitu saja. Dengan cepat ia menjaring beberapa ekor gurame berukuran cukup besar.
"Aksal,ambil ini masukkan dalam ember. Awas jauhkan dari pinggir kolam," Jim menyerahkan jaring berisi ikan kepada Aksal, dengan cekatan Aksal menerimanya.
"Kamu minta berapa Ekor Anita?" tanya Jim. Anita kaget saat Jim mencipratkan air ke mukanya.
__ADS_1
" Mmm enam atau tujuh.Terserah sebisamu. Aksal kamu turun gih bantuin dia ,"kata Anita.
"Jangan bengong terus, aku ganteng ya? Sebisamu apa? Mau aku tangkap semua seisi kolam?" Aksal ikut nyebur ke kolam dan membantu Jim menangkap ikan lagi.Anita memasukkan ikan hasil tangkapan mereka ke dalam ember.
"Sudah, cukup Jim.Kalian berdua naiklah." Anita mengambil pemanggang,alumunium foil dan beberapa macam saus.Ia melihat Jim basah kuyup.
"Jim, kamu tidak bawa baju ganti,"bisik Anita.
"Wah,gimana dong," Jim terlihat panik.
"Kamu juga sih,kenapa pake nyebur segala," kesal Anita.Gadis itu segera membawa Jim ke kamarnya.
"Cepat mandi, lepaskan bajumu biar aku cuci." Anita mengambil handuk dalam lemari dan memberikannya pada kekasihnya itu.Jim segera masuk ke kamar mandi dan memberikan pakaian kotornya kepada Anita. Gadis itu segera memasukkan baju Jim ke dalam mesin cuci.
"Mbak Mina, tolong dicucikan ya, langsung jemur di teras atas biar cepat kering," kata Anita.Gadis itu segera kembali ke kamarnya.
__ADS_1