CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption214


__ADS_3

Anita membuka matanya karena ada suara ketukan di pintu kamar.Dengan perasaan enggan ia membuka pintunya.Seorang pengawal yang tadi mengantarnya dan Corvin ke rumah sakit.


“Bustam?”


“Ada seseorang yang mencari Nyoya, apakah Nyonya bersedia menemuinya?” tanyanya.


“Siapa?” tanya Anita.


“Baruna,dia bilang teman kecil Nyonya,” jawab Bustam.


“Tuan ke mana?”


“Pergi melihat lokasi yang akan dipakai untuk helipad sama Tuan Hans dan Tuan Corvin,” jawab Bustam.


“Baiklah, suruh dia masuk ke teras samping.Apa Aksal ada di rumah?”


“Baru datang Nyonya,” jawab Bustam.


“Tolong katakan padanya untuk menemui dulu.Aku mau sholat ashar sebentar.Tolong telfon Tuan ada tamu di rumah,katakan kalau aku memintanya cepat pulang,” kata Anita.


“Iya Nyonya.”


Bustam bergegas pergi,Anita segera membersihkan diri lalu shalat ashar. Ia berganti pakaian dress lengan panjang berwarna pucat yang begitu cantik di kulitnya yang putih.Ia pergi ke teras samping untuk menemui Baruna. Di teras duduk Aksal dan Baruna yang saling diam.Baruna mengangkat wajahnya saat melihat Anita, wanita yang sangat disukainya sejak masih anak anak.


“Nita,” Baruna reflek berdiri dan mengulurkan tangannya.


Ragu ragu Anita membalas uluran tangannya.

__ADS_1


Aksal segera menarik tangan Anita untuk duduk di sebelahnya yang agak berjauhan dengan Baruna.


“Bisakah kita bicara berdua saja? Aku ada hal yang sangat penting Nita,” kata Baruna.


“Bicara saja di sini Mas Bar, Mbak Nita sudah punya suami dan suaminya sedang tidak di rumah,” kata Aksal.


“Apa Jimmy memperlakukanmu dengan baik? Kenapa kau tampak lebih kurus dan pucat Nita?”


“Hei...”


“Kal,sudahlah.Aku baik Bar, aku baru pulang dari rumah sakit.Jadi wajar kalau masih belum pulih.Kau ada perlu apa?” tanya Anita.


“Aku hanya ingin bertemu denganmu, aku dengar kau ada di sini beberapa hari ini.Aku sudah lama ingin menemuimu, tapi karena suatu hal aku tidak bisa.Baru sekarang aku punya keberanian untuk datang ke sini,” kata Baruna.


“Apa kau ingin bertemu dengan suamiku juga?Dia ada di sini tapi dia sedang tidak di rumah.Bar, kenapa tidak membawa istrimu ke sini?” tanya Anita.


“Aku baru berencana menikahinya, tapi itu bukan kemauanku, hanya menjalankan keinginan Ayah sama Ibu.Ceritanya akan beda kalau wanita itu adalah dirimu Nita.Dengan senang hati aku...”


“Baruna,aku mau menemuimu karena berharap kamu sudah berubah.Aku sudah punya suami yang sangat aku cintai,” kata Anita.


“Maaf,maaf Nita.Aku tidak bermaksud membuatmu marah.Untuk menghapus perasaanku padamu itu jelas aku tidak bisa.Tapi aku selama ini sudah berusaha untuk menerima kenyataan bahwa kau miliknya.Aku berharap kau tidak keberatan, hanya bertemu saja Nita.”


“Aku yang keberatan.”


Tiba tiba Jimmy dan Hans masuk dari pintu samping.


“Jim,” kata Baruna kaget.

__ADS_1


Jimmy mendekati Anita dan mencuim keningnya.


“Masuklah, Baruna ada urusan denganku.Kau harus banyak istirahat supaya Bayimu sehat.Aksal,tolong bawa kakakmu masuk,” kata Jimmy.


“Jim, jangan ribut dengannya,” bisik Anita.


“OK,” jawab Jimmy.


Anita meninggalkan teras samping dengan perasaan cemas.


“Kal,jangan pergi dari situ.Cegah Jimmy bertengkar dengan Baruna,” kata Anita.


“Mas Jimmy bisa memukul sepuluh orang sepertiku sekaligus Mbak, bagaimana bisa aku nyegah Mas Jimmy,” protes Aksal.


“Paling tidak panggil penjaga buat misahin mereka,Dodol.”


“Iya deh,” kata Aksal geregetan.


Anita pergi ke dapur untuk menemui ibunya.


Sementara itu Jimmy segera duduk di hadapan Baruna dengan Hans di sampingnya.


“Kau kemari untuk menemuiku kan? Sudah punya nyali rupanya,” kata Jimmy.


“Selama ini aku tidak menemuimu karena aku tidak mau kita terus berkelahi seperti anak TK,” jawab Baruna.


“Bar kau tahu aku orang seperti apa, aku juga tahu kau seperti apa. Sekarang katakan apa maksud kedatanganmu,” kata Jimmy.

__ADS_1


“Aku ingin minta maaf padamu,” jawab Baruna.


Jimmy terdiam sesaat lalu tertawa cukup keras.


__ADS_2