CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption36


__ADS_3

Anita menyandarkan punggungnya, tiba tiba saja punggungnya sangat sakit,ia mencoba mengambil air di atas nakas.


"Aaahhh kenapa punggungku sakit sekali, terasa tembus sampai ke perut ouhh," rintih Anita.


Ia membaringkan tubuhnya dengan posisi miring, menekuk lututnya untuk mengurangi rasa sakitnya.Perut bagian bawah semakin lama semakin sakit.


"Ya Tuhan,ampuni aku.Apa aku akan mati saat ini." Anita menangis sambil memegangi perutnya. Tubuhnya sulit sekali digerakkan.


"Ayah,ibu,Aksal.Maafkan aku tidak sempat menemui kalian.Maafka aku, maafkan aku," tangisan Anita semakin keras.


"Jim, aku mencintaimu.Maafkan aku."


Anita mencengkeram selimut dan menggigit bibirnya, lama kelamaan ia pun kehilangan kesadarannya.


Setelah menyelesaikan urusannya,Jim segera kembali ke kamarnya.Ia melihat Anita sedang tidur meringkuk di ranjangnya. Pria itu segera menghampiri kekasihnya itu karena selimutnya jatuh ke lantai.Jim memegang tubuh Anita yang terasa sangat dingin.

__ADS_1


"Sayang," Jim mengguncangkan bahu Anita, gadis itu tidak bergerak.


"Nita,Sayang," Jim segera menyalakan lampu kamar dan melihat bercak darah di sprei,baju Anita juga selimut yang ada di lantai.


"My God,what happen to you," Jim segera memanggil Yuki dan menyuruhnya membawakan tabung oksigen portable dari lemari P3K dengan ponselnya.Setelah itu ia pun menelpon dokter pribadinya. Yuki masuk dan segera memasangkan Cup oksigen ke hidung dan mulut Anita.


"Bay,tolong istrimu suruh datang ke rumah sekarang.Anitaku pingsan, ada banyak darah di mana mana, tapi tidak ada luka.Cepatlah, lima menit harus sampai."


"Aku saja," jawab yang ditelpon.


"Nggak, Merry saja. Cepatlah,aku tidak main main." Jim menutup telponnya.


"Tuan, Nona sedang haid," kata Yuki.Jim tampak diam terpaku.Dalam hati ia sedikit kecewa,karena ia mengharapkan Anita mengandung anaknya.


"Apa kalau haid itu sakit Yuki?" tanya Jim.

__ADS_1


"Setiap wanita tidak sama Tuan.Ini Nona sampai seperti ini.Tuan pergilah dulu, saya mau ganti pakaian Nona."Jim menggerutu,aku sudah melihat semuanya,kenapa pake disuruh pergi.Ia segera ke luar untuk mengambil kasa dan amonia di lemari P3K. Beberapa saat kemudian dokter Bayu dan dokter Merry datang dengan diantarkan oleh seorang pelayan rumahnya.


"Jim kenapa calon istrimu heh?Jangan terlalu ganas," dokter Bayu terkekeh.


"Brengsek, dia tidak aku apa apakan.Mer cepatlah, dia ada di kamar.Kamu gak usah ikut," Jim mendorong Bayu untuk menjauh. Jim segera membawa Merry ke kamarnya. Teman Jim itu segera memeriksa Anita, melepas Cup oksigen dan nemberi rangsangan di hidung Anita supaya tersadar. Gadis itu merintih lemah.


"Mmmh sakit,"rintih Anita.Jim segera duduk di samping kepalanya dan membelai lembut rambut kekasihnya.


"Aku bersamamu Sayang,tenanglah,"


Anita tampak meringis kesakitan saat Merry menekan area perut bagian bawah.


"Dia keram di area rahimnya.Sebagian wanita memang ada yang mengalami hal seperti ini saat haid.Nona Yuki tolong carikan pembalut ya," katanya.Yuki mengangguk dan segera pergi.Merry memberikan injeksi beberapa obat ke tubuh Anita.


"Mer, apa ini membahayakan dirinya?" tanya Jim cemas.

__ADS_1


"Kalau setiap haid seperti ini ya harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, harus dilakukan USG dan sebagainya." Jim terdiam, dibelainya wajah pucat Anita.


"Jim, ini aku kasih obat.Yang ini harus habis, yang ini boleh tidak diminum kalau sudah tidak sakit lagi.Harus makan dulu ya," Merry menyerahkan obat ke tangan Jim. Pria itu mengangguk mengerti.


__ADS_2