CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption87


__ADS_3

Anita segera masuk ke dalam Mobil sementara Jim masih bengong melihat kegembiraan istrinya.


"Oo my God, aku berikan kode brankasku dia biasa saja.Kenapa dapat ikan pari bisa sebahagia itu.Apa perlu aku buat ternak ikan pari di rumah," gumam Jim.


"Jim! Bengong aja. Ayo pulang!" teriak Anita.


"Eh iya, ayo pulang," Jim bergegas masuk ke dalam mobilnya.Perlahan ia mundurkan mobilnya dan berputar arah menuju ke jalan beraspal.


"Bengong melihat apa?" tanya Anita.


"Bengong lihat istriku lebih tertarik pada ikan pari dari pada sama aku," jawab Jim.Anita terkekeh kecil.


"Sayang, nanti sore aku dan Jack akan menemui Julian.Apa kau tidak ingin membuatkan dia sesuatu?" tanya Jim tiba tiba.


"Lho memangnya dia di mana? Kau mau pulang ke rumah?"

__ADS_1


"Dia ada di suatu tempat,lagi ngambek sama aku.Aku ingin membujuknya biar tidak marah lagi," jawab Jim.


"Apa perlu aku saja yang pergi?" tanya Anita.


"Jangan,aku saja.Dia lagi marah padaku.Jadi biar aku yang selesaikan.Buatkan sesuatu ya, makanan kesukaannya.Tapi aku sendiri bingung dia suka makan apa.Soalnya semua makanan dia doyan," Jim terkekeh.


"Ini saja,kare ikan pari.Kalau dia tidak mau ya bawa balik lagi saja," jawab Anita.


"Not bad, semoga dia suka," harap Jim.


Pajero putih itu melaju kencang di atas jalan raya yang agak sepi.Sesekali Anita mengusap pipi suaminya dengan gemas.


"Kamu ganteng pake topi gitu," kata Anita.


"Ha ? Yang bener? Kalau gitu aku pake terus ya." Anita tertawa membayangkan Jim memakai topi itu sepanjang hari.

__ADS_1


Sampai di green house Jim memarkir mobilnya di garasi.Ia segera mengambil ikan pari besar yang ada di belakang mobilnya dan membawanya ke dapur.Anita yang mengekor di belakangnya segera mencari pisau.


"Bu Aminah ini pisaunya hanya kecil kecil seperti ini? Apa tidak punya pisau besar semacam pisau daging?" tanya Anita.


"Ada di lemari Mbak Anita," jawab bu Minah.


Anita segera mencarinya di lemari barang dapur.Akhirnya ketemu juga pisau itu.


"Suamiku,ayo taruh sini biar aku potong," kata Anita.


"Wait, biar aku saja.Ikan ini terlalu besar,dan kulit luarnya lumayan alot.Aku tidak mau tangan istriku tersayat." Jim mengambil pisau itu dari tangan Anita.


Jim memotong motong ikan pari itu penuh semangat.


"Jim, tidak perlu pake jurus karate juga kali," gumam Anita.

__ADS_1


"Alot,harus pakai tenaga ekstra.Sementara tenagaku sudah terkuras tiga ronde semalam," Jim terkekeh,dengan gemas Anita mencubit pinggangnya.


Beberapa saat kemudian ikan itu sudah terpotong kecil kecil.Hanya setengah saja yang dimasak Anita,setengahnya lagi dibekukan.Bu Aminah ikut sibuk membantu Anita, sesekali mereka bercengkrama.Jim tersenyum senang melihat keakraban mereka.Jim tampak sibuk dengan laptopnya di sofa ruang tamu.Sesekali ia melihat ke arah Anita yang sibuk memasak di dapur. Tercium bau harum kari membuat perut Jim berontak minta diisi.Ia melihat jam di laptopnya, hampir jam dua belas siang. Beberapa kali ia melakukan video call dengan bawahannya di laptopnya. Selama di green house ia mematikan ponselnya juga ponsel Anita.Ia tidak mau diganggu dengan urusan pekerjaan atau pun urusan lainnya.Ia hanya ingin fokus menghabiskan waktunya bersama Anita.


__ADS_2