CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption103


__ADS_3

Anita mengambil dua piring, yang satu diisi cumi dan kepiting.Piring yang lain diisi tumis paprika yang sudah sejak tadi membuatnya ngiler.Ia mencari tempat duduk di pojokan, tempat faforit untuk menikmati hidup.Ia mencicipi tumis paprika buatan Arman, enaaak teriaknya dalam hati.Ia memasukkan tumisan itu ke dalam cumi panggang dan melahapnya hingga habis.Benar benar luput dari perhatian siapa pun.Ia melihat ke arah suaminya yang sedang sibuk makan dan becanda dengan Jack dan yang lain. Anita memang sengaja memisahkan diri dengan yang lain, karena ingin menikmati makanan yang sangat disukainya tanpa diprotes oleh siapa pun.Anita mengambil lagi tumis paprika buatan Arman, yah sudah habis.Berarti ada orang lain yang menyukainya.Anita kembali lagi ke tempatnya.Langkahnya terhenti saat suaminya sudah duduk di situ menunggunya.


"Sayang,ko di sini?"tanyanya.Jim menepuk karpet di sebelahnya,Anita segera duduk di sebelahnya.Jim segera meraih tengkuknya dan melahap bibirnya tanpa ampun.


"Kenapa tidak mengajakku, apa kau bahagia makan sendirian?" kesal Jim.


"Lho, bukannya tadi kau asyik makan bersama mereka Sayaang?" Anita mencubit pipi suaminya. Jim memanyunkan bibirnya.


"Sekarang suapi aku," Jim menyodorkan sepiring tumisan paprika yang tadi dicarinya.


"Untukku?"


"Aku ingin memakannya bersamamu." Jim menyuapkan satu sendok ke mulut Anita kemudian satu sendok ke mulutnya sendiri. Jim memakannya tanpa ekspresi.


"Jangan memaksakan diri, aku tahu kau benci paprika.Mencintaiku tidak harus makan apa yang aku sukai," kata Anita.

__ADS_1


"Rasanya lumayan,aku tidak pernah tahu kalau paprika rasanya enak.Selama ini yang kupikirkan setiap melihat paprika adalah cabai merah dan cabai hijau, jadi aku tidak menyukainya.Ternyata kalau pandai mengolah rasanya enak.Akan kusuruh pak Pur menanamnya di rumah," katanya.


"Apa kau juga jadi beternak ikan pari?" Anita terkekeh.Jim mencium gemas pipinya.


Jim menghampiri Jack dan lainnya.


"Besok pagi kalian harus kembali bekerja, kecuali Arman dan Edy tetap tinggal di sini. Julian, apa kau sudah berserdia untuk bekerja kembali?" tanya Jim.


"Besok aku ada urusan ke Jakarta, mungkin tiga hari lagi aku masuk kerja," jawab Julian.


"Sekarang silakan bersenang senang, kalau ingin ke pantai silakan saja.Dimas tòlong antar mereka ya.Aku masih ada urusan,maaf tidak bisa terus di sini," kata Jim.Anita yang tidak mengerti apa rencana suaminya menurut saja saat Jim mengajaknya ke garasi.Ia menyuruhnya masuk ke dalam mobil Ferarry miliknya.


"Mau ke mana? Aku tidak bawa apa apa," kata Anita panik.


"Kabur dari mereka,aku sudah membawa beberapa pakaian kita di bagasi," jawab Jim. Anita tersenyum, kenapa mereka jadi seperti sepasang remaja yang lari dikejar orang tua yang tidak merestui hubungan mereka. Jim memacu mobilnya agak cepat.

__ADS_1


"Pelan saja Jim, tidak ada yang mengejar juga. Jalanan sini indah sekali.Itu di sama banyak orang," Anita melihat ke luar jendela.


"Ya itulah kelebihan pulau ini, jalanan tetap ramai walau sudah malam.Banyak pantai indah yang belum tersentuh," jawab Jim.


Banyak pertanyaan di kepala Anita saat suaminya membelokkan mobilnya di sebuah bangunan berlantai lima yang lumayan mewah di tepi laut.


Ia mengambil tas pakaian di garasi dan membawa Anita masuk untuk menemui resepsionis.


" Pesanan saya Nona, Jimmy Anggoro," katanya.


"Ini kartu nya Tuan.Selamat bersenang senang," kata wanita cantik itu. Jim membawa Anita naik ke lantai lima, ke sebuah kamar yang sangat luas dan menghadap ke laut.


"Jim apa kita menginap di hotel?" tanya Anita.


"Ya, aku ingin kita di kamar terus dua hari ini. Kau tidak keberatan kan?" tanyanya.Anita tersenyum tipis lalu menghampiri jendela untuk melihat kapal yang sedang berlabuh di kejauhan.Jim menyusul dan memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2