
Li Zhen memakan saladnya dengan lahab, begitu pun Anita.Li Zhen diam diam mengamati wanita di sebelahnya.
"Anita, kalau kulihat sebenarnya kau sangat cantik.Kulit wajahmu halus, kau hanya memakai make up tipis.Tidak bisa dikatakan make up, hanya bedak tipis dan lipstick yang sangat tipis hampir tak terlihat.Kau pasti sangat cantik kalau kau berdandan lebih," kata Li Zhen.Anita tertawa mendengar saran gadis di sebelahnya.
"Kalau kulakukan itu Jim tidak akan berangkat kerja.Dia pasti membuntutiku seharian dan memukul laki laki yang melihat ke arahku." Li Zhen tertawa mendengar penjelasan Anita.
"Apa dia separah itu? Dia bahkan tidak pernah membawa cewe saat kami teman temannya kumpul.Dia tidak menunjukkan reaksi yang berarti saat ada yang mencoba menggodanya. Bahkan Bayu pernah janji kasih lima juta kalau bisa menarik perhatian Jim haha," Li Zhen tertawa sampai terbatuk batuk.
"Kami saling menyukai sejak masih di SMP, dari situ mungkin cuma aku yang menempel di otaknya," kata Anita. Ia berjengit kaget saat tiba tiba seseorang menempelkan bibirnya di tengkuknya dan menggigit kecil lehernya.
"Ada Vampiir!" teriak Anita.Jim segera membekap mulutnya.
"Jangan berteriak," katanya seraya memeluk bahu Anita.Li Zhen tertawa.Anita segera melepas ikat rambutnya karena bekas gigitan itu meninggalkan bekas merah.
"Banyak orang kenapa melakukan itu," kesal Anita.Jim cuma cengar cengir.
"Mereka sudah pulang, cuma ada Li Zhen. Biar dia ngiler," Jim tertawa.
"Dasar kau ini. Jim aku tidak menyangka kalau kau doyan cewe juga Tuan Kutub. Aku pulang juga nih, sudah kenyang," Li Zhen tertawa.
__ADS_1
"Besok kau ke ruanganku saja langsung, Yuki akan mengurus semuanya.Kau di rumah saja Sayang, kakimu lama sembuhnya kalau dipakai jalan terus. Aku akan pulang cepat," katanya.
"Baiklah, aku balik dulu.Anita thanks untuk salatnya," kata Li Zhen.Anita hanya tersenyum kecil.Jim nengantarnya sampai ke pintu depan.Beberapa saat kemudian Jim kembali dan memeluk Anita yang sedang duduk di sofa ruang tengah membaca majalah.
"Tidak kembali ke kantor?" tanya Anita.
"Tidak.Aku ingin kembali ke pelukan istriku. Hari ini aku ingin bermalas malasan." Jim menyandarkan kepalanya di bahu Anita. Dengan lembut Anita mengusap dan mencium kepala Anita.
"Jim."
"Hmmm."
"Tunggu kakimu sembuh, Sayang. Laptopmu ada di private room.Apa laptop itu sangat berharga sampai kau selalu menanyakannya?
Kau bisa beli yang baru kan? Pakai saja Debit Card yang tempo hari kuberikan.Beli yang terbaru dan paling cepat." Jimmy mencium pucuk kepala Anita.
"Data yang tersimpan di sana sangat banyak. Akan kupindahkan ke hardisk eksternal baru akan kuformat ulang.Laptop itu kenanganku sejak aku masih kuliah.Banyak foto teman temanku," jawab Anita.
"Apa ada fotoku?" tanya Jim.
__ADS_1
"Ada, tapi itu hasil scan foto lama.Fotomu waktu masih SMP.Lucu," Anita tertawa kecil.
"Apa dulu kau sering melihat foto itu?"
"Iya," Anita dan Jim saling menatap.
"Aku mencintaimu Jim," perkataan itu sangat pelan tapi Jim bisa mendengarnya dengan Jelas.
"Aku juga,selalu." Jim memeluk erat Anita.
Jim menggendong Anita dan membawanya ke private room.
"Kanapa membawaku ke sini?" tanya Anita.
"Katanya pingin ambil laptopmu." Jim menurunkan Anita di atas ranjang lalu mengambil laptop milik Anita di brankas berkas.
"Terimakasih Suamiku," kata Anita lalu menyalakan laptopnya.
Sementara itu Jim membuka brankasnya untuk mengambil uang.
__ADS_1