CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption142


__ADS_3

Jim tersenyum melihat Anita memajukan bibirnya. “Cup” Anita membulatkan matanya saat Jim mencium bibirnya di depan Hanafi dan asistennya.


“Lain waktu saja kita ke sini lagi ya, nanti kita bawa mobil Box biar bisa bawa pulang banyak buah dari sini,” Jim terkekeh dan Anita memukul lengannya.


“Rahmat, ambilkan buah sama hasil olahannya buat Nyonya Jimmy untuk oleh oleh,” kata Hanafi pada anak buahnya.Pria itu bergegas pergi.


“Sungguh? Han terimakasih,” Anita bersorak kegirangan.


“Aduh Anita, malu maluin saja,” bisik Jimmy, Anita menjulurkan lidahnya dan Hanafi tertawa karenanya.


“Tuan,aku beritahu suatu rahasia.Dulu di kosannya ada pohon jambu air yang rasanya manis sekali.Dia yang paling pintar manjat dan memakannya di atas pohon. Sementara teman temannya ngiler di bawah nunggu diambilkan sama dia,” Hanafi tertawa.


“Hanafi,jangan bongkar bongkar aib.Aku ini wanita feminim lho.Aku kasih tahu satu rahasia,aku pintar manjat karena dia juga pintar manjat pohon,pintar manjat tiang bendera,pintar manjat pagar sekolah.Aku belajar darinya,” bisik Anita.


Jim yang merasa dirinya ditunjuk tunjuk hanya mendengus kesal.Hanafi terkikik melihat tingkah kedua tamunya itu.

__ADS_1


“Aku sekarang lebih ahli memanjat dirimu,” balas Jim.


Tawa Hanafi pecah saat Anita membekap mulut suaminya.


Rahmat datang dengan membawa dua kantung plastik besar berisi semua varian buah yang ditanam di kebun Hanafi.


“Haaa, banyak sekali.Hanafi makasih.” Jim menyambar tangan Anita yang hendak memegang tangan Hanafi.


“Itu sebagai ganti dulu cemilanmu sering kuhabiskan,” jawab Hanafi.


“Kami permisi pak Hanafi, terima kasih oleh olehnya,” Jim membawa satu kontrak perjanjian di tangannya.


Sementara Rahmat dan Hanafi mengantarkan mereka sampai ke depan pekebunan.Jim membukakan pintu mobil untuk Anita setelah meletakkan oleh oleh di bagasinya.Jim segera melajukan mobilnya untuk kembali pulang.Di perjalanan mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan siang dan menunaikan shalat. Setelah itu lanjut lagi menuju ke kota tempat tinggal mereka.Sekitar jam tiga sore mereka tiba kembali di rumah Anita.Dua orang pengawal dan pengurus rumah menyambut kedatangan mereka.Anita menyerahkan buah buahan itu kepada pengurus rumah untuk dibuatkan jus untuk semua yang ada di rumah itu. Anita menghampiri Jim yang duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya di atas meja.Ia memberikan jus apel yang tadi di buat si mbak pada suaminya yang langsung tandas isinya.


“Apa beneran ada tamu nanti?” tanya Anita seraya menyandarkan kepalanya di dada Jimmy.Suaminya itu segera memeluk dan mencium pucuk kepalanya.

__ADS_1


“Iya,aku mengundangnya datang beberapa minggu yang lalu.Karena dia selalu menanyakanmu tiap kali menelponku.Baru sekarang dia bisa datang karena ada urusan di Taiwan dan mampir ke Indonesia karena ada kerabatnya yang menikah. Sekalian datang menjengukmu,” jawab Jim.


Anita mengerutkan keningnya karena tidak punya teman atau saudara diluar negri.


“Siapa Jim? Aku tidak punya keluarga atau teman di luar negri?” tanya Anita.


“Nanti kau akan tahu, dia akan datang ke rumah nanti jam tujuh.Kita akan makan malam dan ngobrol dengannya. Sekarang kita ngobrol di kamar yuk,entah mengapa aku tiba tiba ingin menciummu.Aku gemas dengan ini,”tiba tiba Jim menggenggam dan meremas dada Anita hingga pemiliknya memekik kaget.


“Jiim, ini sudah mau magrib,” kesal Anita.


“Masih lama, baru setengah empat,” jawabnya.Jim menggendong Anita masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.


“Jiim,nanti di dengar sama pengawalmu,” Anita tidak bisa berbuat apa apa saat suami tampannya melucuti pakaiannya.


“Makanya jangan berisik,aku agak kesal melihatmu akrab dengan Hanafi.Pakai nemenin siaran radio kampus lagi. Harusnya aku tidak kulih di Amerika dulu,harusnya aku kuliah di Jogja dan memonopoli dirimu.Aku tidak ingin siapapun dekat denganmu.Sial, Daddy tidak memberitahukan padaku kalau kau punya banyak teman yang berjenis kelamin laki laki.”

__ADS_1


Jim mencium bibir Anita dengan kasar dan menggigit lehernya hingga sedikit memar.Anita hanya diam dan menahan rasa sakit itu.


__ADS_2