CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption115


__ADS_3

Julian berdiri dari duduknya.


"Come on Brother, let finish this.Let close this fight (Ayolah Kak,selesaikan.Akhiri pertengkaran ini)," katanya putus asa.


"Tuan Arron,Last time, I often not in a good condition.I need take a rest (Akhir akhir ini saya sering tidak dalam kondisi yang baik. Saya butuh istirahat)" kata Anita.


"Ok,I will give you time.But no need to resign.


Understand(Ok,aku akan memberimu waktu. Tapi tidak perlu mengundurkan diri. Mengerti)?"tanya Arron.Anita menghela nafas panjang.


"I'm sorry I can't, I need totally rest and for a long time.I will teach her and I trust her about my job.You can found me when you really have a big problem and need me. (Maaf saya tidak bisa.Saya perlu istirahat total dan dalam waktu yang lama.Saya akan mengajarinya dan mempercayakan pekerjaan saya.Anda bisa mencari saya jika ada masalah besar dan membutuhkan saya)."


"Anita I really need you (Anita aku membutuhkanmu)," gumam Arron.


"Li Zhen pasti bisa lebih baik dariku. Pak Pressdir, saya sudah selesai.Silakan kalau masih ada yang dibicarakan," kata Anita.


"Pak Benny, tolong segera diurus mmengenai pengalihan saham Impack International. 25% Julian, 25% Arron, 35% Jimmy dan 15% Jack. Kalian berdua urus perusahaan ini Julian, Arron. Pergantian direksi juga pak Ben, Julian sebagai Pressdir, dan saya sebagai komisaris. Tolong segera diurus akte perubahan perusahaan," kata Jimmy.

__ADS_1


"Hei Jim apa apaan kau ini.Aku tidak menginginkan saham perusahaan," kata Julian.


"So do I.Kenapa aku dilibatkan? Jim aku tidak menginginkan ini," kata Jack.


"Kalian setuju atau kututup saja perusahaan ini?" kata Jim.


"Kau ini, kau beli perusahaan di mana mana, setelah itu kau tinggalkan begitu saja.Kenapa kau ini merepotkan," marah Julian.


"Setuju atau tidak? Kalian hanya punya dua pilihan yes or no.Yes berarti setuju, no berarti perusahaan ditutup dan duapuluh ribu orang akan kehilangan pekerjaan," ancam Jim.


"Kita yang kerja keras trus kamu enak enakan tinggal tunggu keuntungan begitu?" tanya Julian kesal.


Semua orang saling diam beberapa lama. Sampai akhirnya Julian bangkit dari duduknya.


"Baiklah, aku setuju.Arron kau juga setuju kan? Kita harus mengikuti aturan Jimmy adikmu sialan ini," tanya Julian.


"Ya, We have to throw out egoistic(kita harus buang rasa egois)," jawab Arron.

__ADS_1


"Li Zhen, kapan kau bisa mulai bekerja?" tanya Jim.


"Besok bisa," jawab Li Zhen.


"Baiklah,Yuki kau ajari dia pekerjaan Anita. Kalau masih kurang mengerti, baru tanyakan pada Anita," kata Jim.Yuki menganggukkan kepalanya.


"Selamat bekerja Li Zhen," kata Anita. Kebencian di wajah Li zhen mulai mencair.


"Meeting selesai," kata Jim. Anita tersenyum melihat Jim tampak puas dengan hasil rapat. Arron dan Julian duduk di sofa.Mereka tampak lebih santai saat berbicara.Jack tampak sedang membicarakan sesuatu dengan Jim dan pak Benny selaku Notaris. Anita pun bangkit dari duduknya dan beranjak ke luar ruangan.Ia berjalan ke dapur dan dan mendapati Arman di sana.


"Man, mana pesananku? Salad buah dikasih es batu," kata Anita.


"Apa aku juga boleh minta yang sama?" tiba tiba Li Zhen sudah duduk di sebelah Anita.


"Hai,tentu boleh. Man, tolong ya," kata Anita. Arman tersenyum.


"Saya buat banyak Nona, saya tahu Nona pasti minta lagi dan lagi," jawab Arman.Anita tertawa kecil.

__ADS_1


"Anita, maafkan aku ya.Aku sudah salah sangka padamu.Aku baru menyadari kenapa Arron dan Jimmy bisa berkelahi karenamu. Kau bisa handle emosi mereka dengan baik. Ajari aku menghadapi Arron Anita, ternyata dia lebih keras kepala dari yang kukenal," mohon Li Zhen.


"Ya, tentu." Keduanya tertawa.


__ADS_2