
Jimmy tersenyum melihat Anita salah tingkah.
“Anita,ini ada titipan dari Benson.” Julian meletakkan paperbag kecil di depan Anita.Tanpa dikomando Jimmy segera mengambil paperbag itu,namun Julian segera menepis tangannya.
“Bukan untukmu,” katanya.
“Aku harus memeriksanya, istriku tidak boleh sembarangan menerima sesuatu.” Jim segera mengeluarkan isinya. Ternyata sekotak coklat berbagai bentuk binatang laut seperti yang dulu pernah diberikan Benson kepada Anita.
Jim memberengut kesal saat Anita mengulurkan tangannya.
“Arman!!” Jim berteriak, Arman segera mendekat ke arahnya.
“Ada yang harus saya kerjakan Tuan?”tanyanya.
“Ini coklat, makan dengan anak buahmu sekarang. Aku kasih sepuluh menit untuk menghabiskannya,” Jimmy memberikan coklat itu kepada Arman yang kemudian bergegas ke dapur menemui anak buahnya.
“Jimmy, coklatku,” rengek Anita.
Jimmy mengacuhkan rengekan Anita. Jimmy segera pergi ke dapur lalu kembali dengan sebuah memo di tangannya lalu memberikannya kepada Jack.
__ADS_1
“What the hell is this (Apa ini)?” tanyanya.
“Tugas istimewa sebelum kamu pulang.Sekarang, lima menit,” jawab Jimmy.
“Ngawur,Aku akan bawa motor sport,” Jack beranjak dari duduknya.
“Jim, hanya sekotak coklat kenapa reaksimu lebay gitu?” protes Julian.
“Benson menyukai Anita, Aku ora seneng ngerti kowe (aku tidak suka tahu tidak),” jawab Jimmy.
“Boss, ajari ngomong jawa lah, aku ngerti tapi susah ngomongnya,”sahut Lucas.
“Kapan kapan aku ajari, tapi langsung praktek ya,” Anita tertawa usil.
“Brother, are there some problem in the Factory (Kak, apa ada masalah di pabrik)?” tanya Jimmy kepada Arron.
“I need Anita,Next two days Government tax department will comes for annual audit(Aku butuh Anita,dua hari ke depan akan ada pemeriksaan tahunan dirjen pajak). Mereka mengirim team audit ke pabrik.Anita, Ni hui buhui lai (Anita, apa kamu bisa datang)?” tanya Arron.
Anita menoleh ke arah Jimmy.
__ADS_1
“Baiklah, kau boleh membantunya,” kata Jimmy akhirnya.
“Ok, wo bang Ni (baiklah, akan kubantu),” jawab Anita.
“Li Zen,belum bisa,” gumam Arron.Anita melihat ada perasaan tidak suka di wajah Arron.
“Xiangxin ta (percayalah padanya).Next she will make it( Selanjutnya dia pasti bisa),” kata Anita.
Anita menoleh ke arah Jack yang datang dengan membawa paperbag besar dan meletakkannya di depan dirinya.Semua yang ada di meja makan menatap penasaran ke arah benda itu.
“Apa ini Jack?” tanya Anita.
“Chocolate, diimpor langsung dari Swiss.Hanya teman Jimmy satu satunya yang punya di kota ini.Cuma tinggal ini,aku bawa semua,” jawab Jack.Anita segera mengeluarkan lima kotak coklat berbagai bentuk dan varian, ia mengambilnya satu buah dan memakannya.Hmm enak,tidak manis, tapi dominan rasa coklatnya. Anita menemukan sebuah struk pembayaran, dan itu membuatnya membulatkan matanya.Ia langsung tersedak dan terbatuk batuk.Jim segera mengambilkannya minum.
“Sepuluh juta delapan ratus,busset deh.Aku tidak mau makan,” teriak Anita.
“Coklat itu aku beli untukmu,Jack harus pergi dengan taruhan nyawa karena ngebut di jalan. Kenapa kau tidak senang sama sekali? Apa kau lebih suka coklatnya Benson?” teriak Jimmy.
“Bu bukan begitu, kenapa kau membeli coklat semahal ini hanya untuk menyenangkanku?” Anita mulai terisak karena Jim membentaknya.
__ADS_1
“Hei kalian berdua, hanya karena coklat dari Benson kenapa jadi ribut begini? Jangan lebay gitu napa?” protes Julian.Anita dan Jim masih sama sama diam. Anita mengusap matanya yang basah.Jack melihat ke arah Jimmy.
“You both not children anymore (kalian berdua bukan anak anak lagi),” guman Jack.Jimmy hanya melirik Jack sekilas.