CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption146


__ADS_3

Nora menepuk dan menjewer pipi Anita gemas.


“Kau tambah cantik, aku khawatir kau tidak diperlakukan dengan baik oleh pemilik perusahaan yang baru.” Nora kembali memeluk Anita.


“Hai Anita, Ni hao ma(apa kabar)?” Jin mendekat dan menjabat tangannya.


“Nora, jaga sikapmu dan duduk yang manis.Jangan seperti di rumahmu sendiri,” marah Jin.


“Tidak apa santai saja.Ayo kita mulai makan,jangan sungkan,” kata Jimmy.


“Hen hao Jin (baik Jin).Aku kaget sekali, maaf aku bengong dari tadi.Aku tidak menyangka akan bertemu kalian lagi.Tuan Ceo yang suka mengurusi hal hal kecil,” Anita tertawa mengingat Jin yang selalu marah marah kalau melihat ada sampah di kakinya saat melihatnya di ruang produksi.Tembok, toilet karyawan sampai tempat sampah tidak luput dari matanya.


“Itu penting, supaya pegawai tidak ada yang sakit.Anita, apa Benson menghandle sales sample dengan baik? ” jawab tanya Jin.


“Dia bekerja dengan baik dan sangat handal,” jawab Jimmy.


“Aku sudah jarang ke pabrik Jin, ada orang orang baru yang menghandle pekerjaanku,” kata Anita.


“Lho kenapa Jim? Anita sangat handal dalam segala urusan,” kata Nora kecewa.

__ADS_1


“Aku akan membawanya ke pabrik baru,dia pegawai kesayanganku.Aku sangat bergantung padanya,” jawab Jimmy.


“Apa kau jatuh cinta padanya? Padahal aku ingin membawanya ke Amerika,” kata Jin Su.


“Karena Anita aku ngotot membeli Impack International milik ayahmu. Sekarang kuserahkan pada saudara saudaraku.Aku hanya ingin nengambil Anita Jin maafkan aku, tapi aku janji akan terus mengawasinya. Jangan khawatir perusahaan itu ambruk,” Jim menyeringai dan memeluk Anita.


“Jadi...” kata Jin.


“Iya, dia istriku.Aku ingin dia tinggal di rumah dan mengurusiku.Anita akan membantuku sesekali kalau dia bosan di rumah,” jawab Jimmy.Jin Su tampak sedikit kecewa.


“Anita, aku tidak khawatir lagi.Jim mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membantu ayahku demi memiliki Impack International.Kalau itu semua demi dirimu, berarti cintanya padamu lebih besar dari kekayaan yang dimilikinya.Jim kau tidak akan berubah fikiran kan?” tanya Jin Su.Jim terkikik.


“Hilang sudah harapanku memiliki kakak ipar dirimu Anita,” Nora memajukan bibirnya.


“Nona Nora ada ada saja, Jin pasti memiliki kekasih yang jauuh lebih baik dariku,” kata Anita.


“Aku ingin kakak iparku itu dirimu,” ngotot Nora.


“Anggap saja aku ini kakakmu, sama saja kan dia tetap kakak iparmu,” kata Jimmy.

__ADS_1


“Jadi istri kakakku yang bernama Jin bukan Jim,” kata Nora makin sengit.


“Noraa.Jaga sikapmu itu,jangan seperti anak kecil.Maaf Jim,Nora memang jadi begini kalau ketemu Anita.Mereka punya kebiasaan yang sama, jajan sosis bakar,cilok baso bakar, entah apa lagi di seberang jalan depan pabrik.Nora lancar bicara juga Anita yang ngajari, jadi lancar marah marah juga diajari vocab nya sama Anita,” Jin terkikik saat Nora memukul lengannya.


“Kau boleh tinggal lebih lama di sini Nora,kalau kau mau,” kata Jimmy yang disambut dengan anggukan Anita.


“Gak bisa, kasihan kakakku yang ganteng ini.Kami dapat new project dan itu tanggung jawabku,” tolak Nora.


“Baiklah, lain kali aku yang datang ke USA, akan kubawa Anita dan anak anakku ke sana.”


“Uhuk uhuk,” Jin Su terbatuk,Nora segera menepuk punggungnya.


“Jiin, jangan bernafas kalau menelan makanan,”Anita menuangkan air putih ke dalam gelas Jin.Jin tersenyum kecil.


“Thanks Anita,” katanya.


Julian dan Lucas duduk di sebelah Jimmy.


“Arman, mana pesananku,” teriak Julian.Nora sontak menoleh ke arahnya,Julian hanya melihat sekilas ke arah Nora yang menatap tidak suka kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2