Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Balasan untuk kesalahan


__ADS_3

"Lepaskan aku!!! Atau kalian akan tahu akibatnya!! Keluarga tersembunyi tidak akan mengampuni kalian! ARGH ! ! !" teriak Stevan begitu mekanisme katrol menggulung tali yang mengikat kedua tangan dan kakinya. Hal itu meningkatkan ketegangan pada bahu, pinggul, lutut, dan siku Stevan yang menyebabkan rasa sakit luar biasa.


"Mungkin itu memang benar Tn. Stevan, jika keluarga tersembunyi tahu hal ini. Bagaimana kalau tidak?" tanya Daniel.


"Menurut data yang aku ketahui dari komputer di markasmu. Seluruh kegiatan di markas itu, persenjataan, pelatihan anggota, pengembangan nanoteknologi serta markas itu sendiri sebenarnya sama sekali tidak ditahui oleh keluarga tersembunyi," jelas Briety.


"Oho... Apa maksudnya ini Stevan? Apa kau sedang mencoba untuk memberontak?" kata Ducan menyimpulkan.


"Tujuannya selain ingin menjadi kepalah keluarga tersembunyi, ia juga berencana menguasai seluruh aset kekayaan saudara-saudaranya," sambung Via menjelaskan.


"Lantas kenapa?!! Argh! Siapa yang lebih kuat, dia lah yang berkuasa! Aku bosan selalu menjadi yang kedua! Ayah lebih membanggakan George dan mendukung setiap keputusannya dan selalu membanding-bandingkan aku dengannya. Padahal aku sudah berusaha keras membuat kemajuan besar pada perusahaan yang aku jalankan, tapi ayah sama sekali tidak memperhatikan! Ia masih lebih memilih si George yang bahkan selama 7 tahun ini tidak memiliki pencapaian sama sekali!!! AAAH!" tampak jelas raut wajah Stevan yang kesakitan diselah-selah penjelasannya. "Padahal seluruh anggota keluarga yang lain sudah setuju menjadikan aku sebagai kepalah keluarga selanjutnya, namun si tua bangka itu masih enggan menyerahkan posisinya padaku."


Tanpa peringatan, Lina melemparkan sebila pisau dan tepat menacap di perut Stevan.


"Arrg!"


"Jika kau iri hati pada kakakmu, maka bunuhlah dia! Kenapa kau merenggut nyawa adikmu!!!" betak Lina geram mendengar alasan itu.


"Itu benar. Aku ingat kalau Ariana sama sekali tidak memiliki dendam apapun padamu. Mala kalian berdua sangat akrab sebagai kakak adik. Ia sebenarnya sangat mengagumi mu, kau adalah panutan nya. Tapi apa yang kau lakukan? Kau mala membunuhnya! Aku sungguh tidak habis pikir kalau kau pelaku dari balik semua ini Stevan!! Kenapa? Kenapa kau membunuh adikmu sendiri?!! Apa salahnya?" bentak Ducan lebih garang lagi. Ingin sekali ia mencincang Stevan untuk meluapkan amarahnya.


"Hehe..." Stevan masih sempat-sempatnya tertawa. "Siapa suruh dia yang paling kaya diantara kami. Begitu mengetahui George membangun kekuatan di luar negeri, aku tentunya tidak akan tinggal diam. Karna inilah aku membuat markas rahasia untuk meningkatkan kekuatanku. Tidak akan aku biarkan George merebut posisiku sebagai kepalah keluarga selanjutnya! Tapi untuk mencapai semua yang aku harapkan memerlukan uang yang banyak. Sebab itu... ARGH ! !"

__ADS_1


Belum selesai Stevan bicara, Ducan telah menembakan tiga pisau ke tubuh Stevan. Pisau-pisau itu menacap di betis, paha serta bahu Stevan. Ducan sengaja tidak menyerang titik vital agar Stevan tidak mati lebih cepat.


"Kau tega membunuh adikmu sendiri demi posisi kepalah keluarga!! Jika kau membutuhkan uang, kenapa tidak merampok saja?!!! Kau menghancurkan keluargaku! Kau merenggut istri tercintaku! Kau membuat aku terpisah dari putriku selama 17 tahun. Kau memang pantas mendapat siksaan yang begitu mengerikan Stevan!" amarah Ducan benar-benar meluap sekarang.


"Luapkan saja Ducan. Balas kan dendam istrimu," kata Rayner mendukung.


Dengan tatapan tajam membunuh, Ducan memberi perintah pada bawahannya. "Cabuti kuku Stevan satu persatu lalu siram setiap lukanya menggunakan air laut!"


Para anak buah Ducan segera menjalankan perintah. Dengan menggunakan penjepit, kuku Stevan dicabuti satu persatu. Sudah cukup rasa perih di pergelangan tangan dan kakinya karna ikatan kuat, rasa sakit yang teramat sangat akibat patahnya tulang rawan, ligamen atau tulang-tulang lainnya yang disebabkan katrol terus menggulung tali perlahan-lahan.


"AAAAAHHHH............!!!"


"AARRRGGHHH.............. ! ! !"


Teriakan panjang nan kesakitan keluar dari mulut Stevan menghiasi nuansa matahari terbenam di pinggir pantai disaat bahu dan pinggulnya mulai terpisah. Serta siku, lutut, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki kini sudah terkilir. Beberapa menit kemudian, otot-otot kaki dan tangannya robek dan akhirnya putus. Darah mengalir memenuhi pasir pantai disekitaran meja penyiksaan. Terlihat kondisi Stevan masih bernafas walau dalam keadaan lemah. Bersamaan dengan emburan ombak dan hembusan angin yang perlahan menggiring nyawa Stevan pergi ke alam baka.


Tubuh Stevan yang telah putus memutus itu dibiarkan saja tergeletak disana. Berkat racun mawar berduri dari Lina, dalam waktu kurang dari 24 jam tubuh Stevan sudah perlahan-lahan terurai dan akhirnya cuman menyisakan gumpalan berwarna merah gelap di atas meja besi tersebut.


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Seminggu berlalu setelah kematian Stevan, seperti yang telah direncanakan. Ducan mengajak seluruh anggota keluarga Flors untuk liburan di pulau pribadi miliknya. Jarak yang ditempuh untuk sampai di pulau itu sekitar 5 jam perjalanan menggunakan kapal pesiar pribadi. Walaupun selama itu, namun tidak membuat mereka bosan. Mereka bisa menikmati paronama laut di bagian belakang atau depan kapal. Terdapat juga kursi berjemur besar tepat di atas kapal yang menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Dan pemandangan yang sama masih dapat dilihat dari dalam, dengan struktur atas yang sebagian besar terdiri dari permukaan kaca transparan.

__ADS_1


Kapal menepi di dermaga sebuah pulau nan cantik berselimutkan pasir putih yang membentang sepingiran pulau. Seperti pulau pada umumnya, terdapat beberapa pohon kelapa menghiasi pinggiran pantai. Turun dari kapal, mereka berjalan menuju vila yang ditata sedemikian rupa menariknya. Berlibur disini adalah pilihan terbaik untuk melepaskan semua kejadian yang telah berlangsung. Suasana tenang dan damai jauh dari kebisingan kota membuat suasana hati menjadi nyaman.


Selama di pulau pribadi itu mereka semua benar-benar memutus hubungan sementara dengan pekerjaan masing-masing. Keseharian mereka disebutkan dengan berbagai macam kegiatan seperti, menyelam, berselancar, bermain jetski, memancing atau sekedar berjemur santai sambil menikmati air kelapa. Namun dari semua itu, yang paling membawa kesan bahagia adalah disaat Daniel menyarankan untuk melakukan Maternity Shoot. Dengan cepat saran tersebut disetujui semua orang.


Awalnya Lina sedikit malu untuk melakukan sesi foto ini. Dengan sedikit paksaan dan berbekal kamera yang Daniel bawa, Lina mau tidak mau harus berpose. Rayner berperan sebagai fotografer dadakan serta Ducan menjadi asistennya, Via bertugas mengurus busananya dan tata rias, Briety yang mengatur bebagai fose para model, Daniel dan Lina menjadi modelnya.


Beberapa foto diambil dengan latar belakang laut biru. Beberapa fose dilakukan untuk mendapat hasil yang memuaskan. Pertama, beberapa foto Daniel dan Lina. Kedua, foto-foto Lina sendirian dan yang terakhir jepretan satu keluarga. Hari ini akan menjadi momen yang tidak perna dilupakan dengan foto-foto tersebut menjadi kenangan indah.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε

__ADS_1


__ADS_2