Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Ini baru dimulai


__ADS_3

"Selamat Tn. Almero, anda berhasil memenangkan barang yang anda inginkan," kata Death knell dengan senyumannya seperti merasa tidak bersalah.


"Semua ini karnamu aku sampai kehilangan dana sebesar 5 juta dolar! Kenapa kau tiba-tiba merebut papa penawar itu dan melakukan penawaran sampai 5 juta?" bentak Tn. Almero.


"Kenapa anda marah? Saya disini sedang membantu anda. Bukankah tujuan anda sendiri yang datang kesini untuk memenangkan permata itu? Jangan lupa berterima kasih."


"Terima kasih?"


"Sama-sama."


"Eee!!!"


Dengan kesal Tn. Almero mengepalkan tangannya untuk meluapkan amarahnya. Ingin rasanya Tn. Almero mencekik gadis disebelahnya ini sampai mati namun itu tidak mungkin. Dia adalah Death knell, seorang pembunuh bayaran yang sengaja ia sewa dengan harga tinggi. Tn. Almero telah melihat sendiri kemampuan mengerikan dari gadis disebelahnya ini. Jika ia membuat ia kesal bisa-bisa nyawa nya lah yang akan berakhir ditangannya. Menyewa Death knell ada untung dan ruginya. Keuntungannya sudah dipastikan nyawanya akan aman, sedangkan kerugiannya ia tidak bisa memberi perintah sembarangan pada Death knell biarpun dia adalah bosnya. Karna kepribadian Death knell seperti badai yang siap mengamuk kapan saja. Dia bisa membunuh siapa pun yang berani membuat ia marah. Bukankah akan terdengar lucu kalau Tn. Almero mati di tangan pengawal yang ia sewa sendiri hanya karna pengawalnya membantunya mendapatkan barang yang ia inginkan?


Acara pelelangan telah selesai. Para peserta yang berhasil memenangkan barang lelang harus menyelesaikan pembayaran barang yang mereka peroleh terlebih dahulu sebelum menerima barangnya. Bagi yang tidak berhasil memenangkan satu barang pun dengan kecewa lebih dulu kembali ke kapal atau ini juga menjadi kesempatan bagi mereka bersiap-siap menyergap untuk mendapatkan barang yang mereka incar. Seperti Julius dan Qazi saat ini. Mereka berdua kini telah bersembunyi sambil terus memantau pintu utama rumah lelang. Mereka menunggu Tn. Almero dan Death knell keluar dari rumah lelang itu.


Hari telah menjelang sore, Tn. Almero dan Death knell belum kunjung keluar dari rumah lelang. Sendari tadi Julius dan Qazi cuman melihat peserta lain yang telah keluar secara bergantian. Mereka juga telah mendengar suara tembakan yang sayup di dalam hutan tak lama setelah orang-orang tersebut memasuki hutan. Sepertinya acara yang sesungguhnya telah dimulai. Sekali lagi pulau ini mencicipi rasa darah yang segar seperti julukannya. Lebih dari sejam menunggu akhirnya Tn. Almero dan Death knell keluar juga. Dengan sebuah kota hitam yang didekap erat, Tn. Almero terlihat berhati-hati keluar dari rumah lelang itu. Ia sangat waspada dan terus melirik kesana kemari. Berbanding terbalik dengan bosnya, Death knell malah sangat santai berjalan dibelakang Tn. Almero.


Mereka berjalan menuju dermaga 4 yang ada di 240° barat daya. Julius dan Qazi mulai bergerak mengikuti mereka dengan cara berpencar. Dengan langkah yang sunyi kehadiran Julius dan Qazi masih belum disadari oleh Tn. Almero maupun Death knell. Sejauh ini mereka belum bergerak untuk melakukan penyerangan. Mereka mencari tempat yang tidak tersorot kamera. Julius sama sekali tidak suka pergerakannya ditonton oleh orang asing seperti menonton film aksi saja. Serasa sudah aman dari kamera pengawas, Julius hendak memberi isyarat menyerang disaat tiba-tiba muncul dua orang pria mendahului mereka. Penyerangan mereka terpaksa tertunda dulu. Sepertinya ada juga yang menginginkan hiasan kura-kura emas tersebut. Tidak apa-apa, sekalian melihat kemampuan yang dimiliki Death knell. Seberapa heatkan dia?

__ADS_1


"Serahkan permata itu maka kami akan membiarkan kalian kembali dalam keadaan hidup," ancam salah satu pria itu sambil mengacungkan senjatanya.


"Tidak akan! Kalian tidak akan bisa mendapatkan permata ini. Death knell, serang mereka!" perintah Tn. Almero.


"Death knell? Hahaha......." tawa dua pria itu mengema di dalam hutan saat melirik gadis kecil dibelakang Tn. Almero.


"Mana mungkin gadis kecil ini adalah Death knell yang dirumorkan itu. Haha...."


"Anda tidak perlu menakut-nakuti kami. Tipuan itu tidak akan berpengaruh sama sekali."


"Hah... Sebenarnya aku sedikit malas bertarung hari ini tapi karna kalian telah menertawakan aku, maka siap-siaplah pergi ke neraka."


"Ternyata mereka berdua cuman amatiran yang dibekali senjata. Dasar payah!" ujar Death knell sambil memutar belatinya. Gemericik suara lonceng semakin terdengar.


"Tenyata rumor yang beredar itu benar. Death knell rupa-rupanya memang seorang gadis yang masih muda. Keahlian membunuhnya sangat cepat. Sungguh hebat bagi seorang gadis seumuran dia," bati Qazi setelah menyaksikan itu.


"Bagus sekali. Tidak sia-sia aku menyewamu dengan harga tinggi. Ayok berbegas sebelum kita bertemu dengan orang lain yang juga menginginkan permata ini," kata Tn. Almero.


"Sebaiknya kita masuk ke hutan saja. Itu akan jauh lebih aman," saran Death knell.

__ADS_1


"Asalkan kau bisa mengeluarkan aku dari tempat ini maka aku akan memberi tambahan uang lagi untukmu."


"Tidak terlalu tertarik tapi jika kau mau memberikannya, aku tidak akan menolak," kali ini Death knell yang memimpin jalan.


"Oh... Jika ingin mengecoh yang lain itu mungkin berhasil tapi tidak untukku. Itu malah lebih menguntungkan kami," Julius memberi isyarat pada Qazi untuk terus mengikuti mereka.


Qazi menganguk sebagai jawaban. Serasa cukup tersembunyi dari kamera pengawas, mereka mulai bergerak. Mereka berdua keluar dari persembunyian secara bergantian dengan Qazi yang mulai menyerah duluan. Menyadari ada serangan lagi Death knell segera siaga dan siap melawan. Namun itu cuman pengecohan belakang dari Qazi agar Death knell bergerak menjauh dari Tn. Almero. Dengan begitu Julius dapat merebut kotak yang berisi permata tersebut dari tangan Tn. Almero. Terjadi sedikit perlawanan dari Tn. Almero tapi karna tubuhnya yang cukup berisi membuat pergerakannya lambat. Julius dapat dengan mudah menghindari perlawanan tersebut lalu menedang kota hitam itu sampai terbuka dan permata nya terpental di udara. Julius mengambil ancang-ancang melompat dengan mengunakan tubuh Tn. Almero sebagai batu loncat. Ia berhasil mendapatkan permata itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


ξκύαε


__ADS_2