Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Antara sepupu


__ADS_3

Mereka kembali ke ruang pesta. Begitu sampai disana ternyata tamunya sudah semakin banyak yang hadir.


"Astaga, bagaimana kita mencari Daniel di kerumunan ini?" tanya Lina yang melirik sana sini mencari Daniel.


"Mungkin kita bisa menelponnya saja," Via mengeluarkan hpnya dari dalam tas jinjitnya. Namun belum sempat ia menelpon...


"Via, sepertinya itu Daniel," tunjuk Lina pada Daniel yang ada di sebrang kerumunan.


"Kalau begitu tidak perlu menelponnya. Ayok samperin dia," Via memasukan kembali hpnya ke dalam tas.


Disaat mereka hendak menghampiri Daniel, Lina tanpa sengaja menabrak seseorang. Hal itu hampir membuat ia terjatuh. Beruntung Via berhasil menahan Lina.


"Ups, hampir saja."


"Terima kasih Via."


"Kakak tidak apa-apa?"


"Tidak," kemudian Lina sedikit membungkuk tubuhnya minta maaf pada orang yang baru saja ditabrak nya. "Maafkan saya. Saya tidak sengaja."


"Oh... Siapa ini. Bukankah ini adalah si pencuri tunangan orang."


Lina sedikit tersentak mendengar suara itu. Ia mengangkat wajahnya untuk memastikan siapa dia. "Azkya?! Apa yang kau lakukan disini?"


"Seharusnya aku yang bertanya pada kalian. Bagaimana bisa orang kampungan seperti kalian masuk ke pesta kelas atas ini?"


"Siapa yang kau panggil kampungan?!!" bentak Via tidak terima.


"Tentu saja kalian, siapa lagi. Kehadiran kalian benar-benar merusak suasana pesta. Benarkan Robert?" kata Azkya pada pria yang ia rangkul tangannya.


"Dua gadis ini sungguh manis dan imut. Kalau aku bisa mengajak mereka berdua ke kamar. Itu akan sangat bagus. Dengan ketanpanan dan kekayaan yang aku miliki, mereka pasti tidak akan menolak," batin Robert dengan pikiran kotornya yang terlihat jelas dari raut wajahnya. "Perkenalkan nama saya Robert, putra pertama dari Michael. Kalau boleh saya tahu, siapa nama dari nona-nona cantik ini?"


"Putra dari Tn. Michael. Itu berarti dia sepupuku. Tampang nya yang memiliki pikiran kotor itu sungguh menjijikan," batin Lina.

__ADS_1


"Robert, apa yang kau lakukan? Kenapa kau mau berkenalan dengan orang kampungan seperti mereka?"


"Jangan seperti itu Azkya. Sebagai tuan rumah tentunya aku harus menyambut semua tamuku dengan baik. Nona-nona, apa kalian mau pergi ke tempat yang lebih tenang? Kita bisa mengobrol lebih jauh," maksud Robert semakin jelas tampak di wajahnya.


"Saya hargai niat baik anda Tn. Robert, tapi ada seseorang yang yang telah menunggu kami. Maaf sekali, kami harus pergi," tolak Lina berusaha ramah. Melihat raut wajah Robert membuat Lina ingin menonjoknya.


"Sebentar saja. Aku pasti membuat kalian bersenang-senang malam ini," bujuk Robert dengan nada menggoda.


"Robert aku ini pacarmu! Teganya kau menggoda wanita lain di depanku!" kata Azkya yang tahu betul apa yang di pikirkan Robert. "Cih! Dasar mata keranjang! Tidak bisa melihat gadis polos saja. Sebenarnya aku juga tidak sudi berpacaran dengan pria mesum seperti dia ini. Aku cuman memanfaatkannya agar bisa memeras uangnya."


"Jangan marah sayang. Aku cuman bercandaan," bujuk Robert. "Hm, dasar cewek matrek. Aku sudah bosan bermain denganmu. Aku ingin mencoba yang masih baru."


"Tunggu dulu. Jika si mesum ini menyukai Lina mungkin aku bisa membuatnya meniduri Lina. Dan disaat itu terjadi, aku akan membawa sekelompok orang untuk menggerebek mereka. Dengan begitu kakak sepupu pasti akan menceraikannya atau mungkin sampai membunuhnya. Kakak sepupu tidak akan sudi menerima wanita yang telah ternodai oleh pria lain," senyum jahat di hati Azkya terukir. Ia memberi isyarat pada Robert untuk mendekatkan wajahnya. "Sayang mendekat sebentar."


"Ada apa?" Robert sedikit membungkukkan badannya agar Azkya dapat berbisik di telingannya.


"Aku tahu kau menyukai mereka. Sebagai pacarmu yang baik, aku akan membantumu agar kau bisa bermain dengan mereka, bagaimana?" bisik Azkya.


"Kau... Kau memperbolehkan aku bermain dengan mereka? Oh... Aku tahu. Pasti ada yang kau inginkan dari ku. Biasanya sikap baikmu ini pasti ada maksud tertentu."


"Hamil? Aku belum perna mencicip wanita hamil sebelumnya. Dia pasti sangat lezat. Baiklah jika kau bisa membuatku bermain dengan mereka, aku akan memberikan apa saja yang kau mau," tatapan Robert semakin menjijikan. Apa lagi terhadap Lina.


"Melihat mereka menderita sudah membuatku senang sayang."


"Aku merasa mereka sedang merencanakan sesuatu," bisik Via pada Lina begitu melihat gelagat aneh dua orang di depan mereka.


"Aku sudah menebak apa yang mau mereka rencanakan. Bersiap-siaplah Via."


"Jauh di depanmu kak," Via sudah siap mengambil ancang-ancang menghadapi apa yang mau di lakukan Azkya.


"Maafkan atas kelakuan ku tadi sepupuku. Bagaimana kalau aku mengajakmu bersulang sebagai permohonan maaf ku?"


Azkya mengambil dua gelas minuman, namun disaat ia hendak membawa gelas itu ke Lina dan Via. Tiba-tiba Azkya berpura-pura kakinya tersandung. Hal itu menyebabkan dua gelas berisi anggur merah di tangannya terlempar ke arah Lina dan Via. Tapi Via sudah bersiap siaga dengan permainan yang begitu mudah ditebak. Dengan tendangan memutar, Via berhasil mengembalikan gelas berserta isinya kembali pada Azkya. Hal hasil anggur merah itu membasahi gaun Azkya dan juga jas Robert sekalian.

__ADS_1


"Aduh... Maaf-maaf Azkya, Tn. Robert, saya tidak bermaksud. Saya cuman refleks saja tadi."


"Aah....! Gaun indahku, rusak sudah. Via...! Aku akan membalasmu!!!"


"Ini merupakan jas dari perancang busana favorit ku. Sekarang jasku rusak karna rencana bodohmu itu! Aku akan membuatmu membayarnya malam ini," dengan amarah Robert menarik Azkya meninggalkan kerumunan pesta itu.


"Tidak Robert! Lepaskan aku! Aku tidak mau lagi."


"Wow... Tadi itu kau sangat hebat Via," puji Lina.


"Aku sering berlatih."


"Sudah kuduga kalian pasti terlibat dalam keriuhan ini. Sepertinya aku harus terus mengawasi kalian berdua agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar."


Mendengar suara itu dari arah belakang mereka membuat Lina dan Via merinding. Perlahan mereka menoleh dan mendapati Daniel sudah ada dibelakang mereka dengan tatapan dingin.


"Hehe... Ayoklah kak. Jangan salahkan kami. Mereka sendiri yang memulai duluan. Kami cuman membela diri," kata Via.


"Sudahlah. Ayok ke tempat duduk kita. Acara perjamuan sudah mau dimulai."


Daniel menarik tangan Lina dan Via menuju meja mereka. Sampai disana Lina dan Via dikagetkan dengan kehadiran Violet di meja mereka, disana juga ada Tn. Cershom.


"Selamat malam nona Lina dan nona Via," sapa Violet setelah selesai meneguk minumannya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ξκύαε


__ADS_2