Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Kelompok Web Spider


__ADS_3

"Ambilah ini," Lina memberikan pada pria itu. "Pil ini bisa menghentikan pendarahan mu. Asalkan kau beritahu aku siapa bos mu."


"Yang memimpin penyerangan hari ini namanya Egi. Sebagai bawahan biasa, kami tidak tidak tahu nama asli dari bos besar dan juga tidak perna bertemu dengannya. Hanya anggota khusus yang perna bertemu bos besar secara langsung," kata Pria itu sambil tertunduk lemas.


"Terima kasih," Lina memasukan pil tersebut ke dalam mulut pria itu. "Lanjutkan. Kau berasa dari kelompok Mafia mana?"


"Web Spider."


"Web Spider?" ulang Lina.


"Ah... Ternyata kelompok Web Spider," kata Daniel sambil berjalan mendekati Lina. "Dia tidak berbohong. Ketua Web Spider memang dikenal selalu merahasiakan identitasnya termasuk pada anak buahnya sendiri. Hanya orang-orang tertentu yang mengenalnya."


"Mungkin ayah tahu soal ini. Kita tanyakan saja padanya nanti. Lalu, apa tujuan kalian menculik Violet hari ini?"


"Kami diperintahkan berpura-pura menakapnya hari ini cuman untuk mengetahui seberapa kuat penjagaan disekitarnya. Hal itu bertujuan agar disaat kami melakukan penculikan yang sebenarnya tidak terjadi kegagalan."


"Apa kau tahu kenapa kalian diperintahkan untuk menculiknya?"


"Itu karna misi ini berkaitan dengan penyerangan kediaman Cershom 17 tahun yang lalu. Dia adalah gadis kecil yang menjadi target pembunuhan kami waktu itu."


"Kau juga terlibat dalam serangan 17 tahun yang lalu?"


"Iya. Aku yang bertugas mengejar Ny. Cershom yang melarikan diri. Aku tidak menyangka dia begitu pandai mengemudi. Kami kesulitan mengejarnya waktu itu walau aku sempat menembak pecah ban mobil tapi itu tidak cukup menghentikan. Mobilnya terus melaju kencang sampai akhirnya terperosok masuk jurang."


"Oh..." Lina merogoh saku jas Daniel dan mengambil pistol nya.


Dor!


Lina menarik pelatuk pistol tersebut. Tima panas meluncurkan tepat menembus dada pria itu, namun sayangnya peluru dari pistol itu meleset dari jantungnya.


"ARGH ! ! !" pria itu kaget ketika mendapat tembakan tersebut. "Kau... Kau tadi bilang mau melepaskan ku? Tidak, seharusnya aku, percaya padamu," kata pria itu dengan susahnya.


"Iya tadinya aku memang berniat melepaskan mu sebagai balasan karna telah mersedia memberi informasi, tapi setelah mengetahui kau yang telah membuat ibuku meninggal, aku berubah pikiran. Semua orang yang terlibat dalam penyerangan 17 tahun yang lalu harus mati."


"Ibumu? Bukanlah Ny. Cershom hanya memiliki satu putri?"


"Tentu saja. Putri Ny. Cershom yang asli adalah aku. Dan gadis yang coba kalian tangkap hari ini merupakan umpan. Kami selangkah lebih cepat dari kalian. Selamat malam"

__ADS_1


Dor!


Satu tembakan yang diluncurkan Lina kali ini menembus kepala pria itu. Ia tewas seketika.


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Esok harinya. Lina mengajak bertemu dengan ayahnya di vila. Ditemani Daniel dan Via yang ngotot ingin ikut, mereka berangkat. Sampai disana, Lina menceritakan semua informasi yang ia dapat dari pria semalam.


"Web Spider... Kelompok itu memang salah satu kelompok di bawah kendali keluarga tersembunyi tapi aku tidak tahu siapa yang mewarisi kelompok itu dari ketiga putra kepala keluarga tersembunyi. George, Stevan, dan Michael."


"Jadi siapa yang diantara ketiga orang itu yang menjadi ketua dari kelompok Web Spider?" tanya Lina pada diri sendiri.


"Mungkin kita bisa menyelidiki mereka satu persatu," saran Daniel.


"Tidak mudah menyelidiki keluarga tersembunyi. Aku rasa cara itu tidak akan terlalu berhasil."


"Kalau seperti ini, bagaimana cara kita mengetahui ketua dari Web Spider?" dengan lemas Lina membaringkan kepalanya di sandaran sofa. "Hah... Kita terpaksa menunggu mereka benar-benar menculik Violet."


"Oh, iya. Aku ingat hari selasa ini, Michael mengadakan perjamuan untuk meresmikan Bar baru di pusat kota. George dan Stevan pasti akan hadir disana. Kita bisa menghadiri perjamuan, mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang menarik," kata Ducan.


"Tapi Tn. Cershom, kami tidak memiliki kuota untuk menghadiri perjamuan."


"Iya, Bar yang itu."


"Aku belum sempat memberitahu kakak soal ini. Kakek mendapat undangan untuk menghadiri acara tersebut tapi kakek tidak bisa hadir karna ia mau menemui teman lamanya yang baru pulang dari luar kota. Jadi dia meminta kita untuk menggantikannya hadir di pesta tersebut."


"Wah, kebetulan sekali. Kanapa tidak ayah dan ibu yang menggantikan kakek menghadiri perjamuan itu?" tanya Daniel pada Via.


"Ayah dan ibu sudah ada rencana minggu depan ingin berlibur berduaan ke pulau pribadi."


"Jadi kediaman utama kosong selama hari selasa?"


"Iya. Tinggal aku sendiri. Ini sungguh menyebalkan! Mereka begitu tega meninggalkan aku sendirian. Namun itu tidak masalah. Aku masih memiliki kak Lina yang menemaniku," Via menoleh ke arah Lina yang ternyata tertidur. "Dia tertidur?"


"Dia pasti terlalu kelelahan kemarin. Semalam juga tidurnya tidak nyenyak karna kepanasan, padahal AC dikamar sudah pull menyala."


"Kalau begitu sudah di tetapkan, kita akan menghadiri pesta perjamuan itu selasa malam. Daniel, bawah dia ke kamar."

__ADS_1


"Baiklah."


Sampai disana ia membaringkan tubuh Lina atas kasur. Dibelainya sekali lembut wajah yang sedang tertidur itu.


"Ibu... Aku ingin bertemu denganmu. Aku rindu ibu," ngigau Lina seperti biasa tapi kali ini ia mengigaukan ibunya.


"Kucing kecil yang malang. Ia merindukan ibunya namun tidak bisa mengunjungi pemakamannya. Makam ibunya ada di pemakaman khusus keluarga tersembunyi. Selain keluarga dan orang-orang yang bersangkutan, orang lain tidak diperbolehkan untuk mengunjungi pemakaman tersebut. Bersabarlah sayang. Setelah semua masalah ini selesai kau pasti dapat mengunjungi ibumu."


Daniel mengecup sekali dahi Lina lalu berpindah ke perut nya. Setelah itu ia berlalu pergi.


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Malam pesta perjamuan yang di nanti akhirnya tiba. Dengan menggunakan gaun merah muda berhiaskan mutiara serta rambut yang telah ditata cantik. Lina siap menghadiri pesta tersebut. Daniel juga selesai dengan Toxedonya. Sedangkan Via, ia mengenakan gaun berwarna biru muda berpadu dengan pita biru tua.


Jam 18.25 mereka sampai di tempat tujuan. Sebuah gedung bertingkat menjadi pemberhentian mereka. Begitu turun dari mobil, mereka segera disambut oleh penjaga pintu. Penjaga pintu itu menanyakan nama keluarga mereka untuk melihat dalam daftar apa nama kuarga mereka terdaftar untuk menghadiri pesta tersebut.


"Silakan masuk tuan muda Flors," ujar penjaga itu sambil membukakan pintu.


"Terima kasih."


Daniel, Lina dan Via melangkah masuk menuju ruangan tempat pesta perjamuan di selegarakan. Diruangan tersebut sudah banyak yang hadir dari kalangan keluarga berpengaruh. Mereka asik bercakap ria bersama kenalan, entah itu soal bisnis atau hanya sekedar menyapa dan menanyakan kabar. Daniel menggandeng tangan Lina berbaur diantara orang-orang tersebut, dengan Via yang mengikuti mereka dari belang.


"Pesta yang elegan," ujar Lina sambil melihat ke sekeliling.


"Lumayan untuk pesta yang diadakan keluarga tersembunyi."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


ξκύαε


__ADS_2