
Julius menunjukan setiap apa yang Julia terangkan. Dari mulai melakukan atraksi memisahkan diri menjadi delapan bagian, kemudian menyatu kembali menjadi empat atau dua robot berukuran sama, tapi bisa juga menjadi dua robot besar serta satu robot berukuran sedang. Semua itu tergantung berapa banyak anggota dalam satu keluarga tersebut. Yang pasti, semua atraksi itu dilakukan tepat di atas para penonton. Semua orang dibuat terkagum-kagum melihat pertunjukan tersebut.
Sedikit memberitahu, kenapa mereka membuat robot tersebut cuman bisa memecah maksimal delapan robot saja, kenapa tidak sepuluh atau tujuh maupun sembilan? Itu karna keisengan dari Julia. Apabila robot tersebut memecah menjadi enam bagian, maka terbentuklah dua robot berukuran sedang dan empat lainnya berukuran kecil. Ini melambangkan keluarganya.
"Keunggulan dari robot ini ialah berfungsi untuk membantu seseorang jika mengalami cedera ringan maupun serius. Dilengkapi dengan hologram tiga dimensi yang dapat menampilkan cara terbaik untuk melakukan pertolongan pertama saat mengalami cedera setelah memindai kondisi kesehatan orang tersebut. Robot ini juga dilengkapi dengan berbagai jenis obat-obatan, antibiotik, dan alat kesehatan lainnya yang akan diberikan secara otomatis jika sistem robot memindai pasiennya membutuhkan itu," kali ini Nisa yang menjelaskan.
"Selain yang diterangkan temanku sebelumnya, robot ini juga dapat menjadi teman curhat yang baik. Terdapat sensor yang dapat memindai perasaan senang, sedih, marah, gelisah dan yang lainnya pada diri seseorang. Hal itu memungkinkan bagi robot ini untuk memberikan solusi dari pemecahan masalah yang dialami. Dan biarpun robot ini terpisah sebenarnya mereka terhubung antara satu sama lain. Dengan begitu, bagi setiap anggota keluarga dapat memantau kondisi kesehatan keluarga mereka biarpun jarak memisahkan."
"Wah... Sebuah robot yang mengagumkan. Apa mereka sungguh membuatnya dalam jangka waktu tidak lebih dari sebulan?" puji Daniel begitu melihat hasil dari project sains tersebut.
"Robot tersebut seperti dokter pribadi yang akan selalu ada kapanpun dan dimana jika diperlukan. Jika seperti ini profesi ku bisa terancam," ujar Lina dengan nada bercanda.
"Apa yang kau bicarakan kucing kecil? Robot itu diperuntukan untuk melakukan pertolongan pertama jika terjadi cedera sebelum dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan lebih lanjut jika cedera tersebut terbilang parah."
"Aku tahu itu. Aku cuman bercanda."
"Robot pendamping kesehatan keluarga? Bukankah robot itu merupakan salah satu dari rancangan robot kak Julia yang baru setengah jadi itu? Yang membedakan cuman desainnya saja. Desain terbaru robot ini bisa berpecah menjadi delapan bagian dan desain yang lama itu hanya satu robot berukuran sedang," kata Adelio.
"Itu benar. Julia menggunakan konsep dari rancangan robot pendamping kesehatan pribadi dan untuk desainnya diambil dari rancangan mikrobot. Mereka berempat menyatukannya sehingga terciptalah robot tersebut," jelas Daniel.
"Aku diberitahu kak Julia kalau ia mendapat ide untuk membuat robot pendamping kesehatan pribadi itu semata-mata untuk membantu mama berkerja di rumah sakit."
"Benarkah kakakmu bilang begitu?" tanya Lina memastikan.
"Iya. Kakak juga bilang seperti itu padaku," kata Adelia membenarkan. "Kak Julia kasihan melihat mama yang berkerja dari pagi sampai malam mengurus rumah sakit dan rumah lelang. Kak Julia berharap dengan adanya robot ini pekerjaan mama bisa diringankan dan mama kemungkinan punya waktu memasak untuk kami."
__ADS_1
"Eh? Jadi kakak Julia mu itu cuman teringin makan masakan mama, kenapa ia tidak bilang saja? Mama pasti akan langsung memaksakan makanan yang lezat untuk kalian. Tidak perlu sampai buat robot segala."
"Kakak Julia tak sampai hati meminta mama memasak, apalagi setelah mama pulang kerja."
"Hah... Baiklah. Jika mereka menang dalam perlombaan sains dan teknologi ini, mama akan masak hidangan yang spesial untuk kira semua sebagai perayaan."
"Hah?! Benarkah, ma? Kalau begitu... Semangat kak Julius dan kak Julia! Kalian harus menang!" teriak Adelia memberi semangat walau suaranya tidak terdengar oleh kakak-kakaknya.
"Wah... Sepertinya makan malam ini sangat istimewa. Aku sudah tidak sabar menantikannya," Daniel merangkul pinggang Lina lalu menariknya dalam pelukannya.
...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...
Sementara itu di ruang sebelah. Berbeda halnya dengan ruangan yang ditempati Daniel dan keluarganya, di ruangan ini memiliki balkon yang dilengkapi kursi. Hal ini memungkinkan bagi setiap keluarga dari kalangan atas bisa menonton pertunjukan yang ada dibawah sana.
"Jadi gadis tersebut yang kau taksi itu. Ia tampak biasa-biasa saja. Tapi aku akui robot yang mereka buat memang cukup hebat," kata Tn. Arlo sambil menikmati minuman di gelas kecilnya.
"Tidak semudah itu ibu. Dia bukakan gadis sembarangan yang bisa kita remehkan," sendari tadi Yusra terus memperhatikan Julia. Ia sungguh penasaran dengan identitas asli Julia. "Bagaimana bisa Julia mengenal Lady Blue dan begitu berani padanya?"
"Memangnya kenapa? Siapa dia? Dia cuman gadis dari kalangan menengah, tidak sebanding dengan keluarga kita. Kenapa kau malah menjadi lemah begini?" Ny. Alro semakin meremehkan Julia
"Apa yang dikatakan ibumu benar, Yusra. Jika kau tidak berani dengan gadis itu, maka ayah sendiri yang akan turun tangan. Ayah mau lihat seberapa hebat dia sampai membuat putraku gemetar ketakutan."
"Tidak ayah! Gadis itu sekarang diluar kendali kita. Dia mengenal Lady Blue," kata Yusra lagi-lagi membuat terkejut ayah dan ibunya begitu mendengar nama Lady Blue.
"Apa?! Tidak mungkin. Bagaimana bisa gadis kecil seperti dia mengenal orang seperti Lady Blue?"
__ADS_1
"Aku sudah mencoba memberanikan diri bertanya pada Lady Blue soal ini, tapi dia tidak bersedia memberitahu ku. Masalah ini bukanlah suatu urusan yang boleh kita ikut campur."
"Siapa gadis ini sebenarnya? Yang terpenting, apa hubungan dia dengan Lady Blue?"
"Tidak tahu. Yang pasti kemungkinan besar dia merupakan musuh kita dan kita harus berhati-hati dengan orang yang ada dibelakangnya."
"Ini benar-benar tidak bisa diremehkan."
"Jadi kita harus bagaimana sekarang?" tanya Ny. Arlo pada suaminya.
"Tidak ada yang perlu kita lakukan. Tunggu instruksi dari Lady Blue. Jika Lady Blue meminta kita bergerak, barulah kita bergerak sesuai perintahnya."
Berbeda dengan dengan Tn. Arlo yang dilanda kegelisahan, Tn. Pinkston dibuat bangga begitu menyaksikan putri kandungnya berdiri dengan berani di hadapan semua orang. Ia bahkan tidak memperdulikan istri dan Rica yang duduk disebelah nya. Matanya fokus melihat senyum putrinya diatas panggung.
"Gadisku sekarang sudah tumbuh dewasa. Maafkan ayah sayang karna tidak ada disisimu. Ayah selalu sibuk berkerja sampai jarang menghabiskan waktu bersama kalian. Mulai hari ini ayah akan coba meluangkan waktu untuk keluarga kecilku," batin Tn. Pinkston.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
ξκύαε