Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Adik yang imut


__ADS_3

"Tn. Cershom memang memanjakan putrinya tapi ia sama sekali tidak menyayanginya. Dia dikabarkan depresi setelah mendapat kabar istrinya mengalami kecelakaan dan meninggal. Kurang lebih dua tahun lamanya ia menghilang tampa kabar berita dari publik. Ia tidak mau ditemui siapapun tampa terkecuali. Bebas dari depresi nya, sikap Tn. Cershom berubah drastis. Ia tiba-tiba menjadi pria yang dingin."


"Memang orang seperti apa dia dulu?"


"Oh... Dia dulu adalah orang yang lucu menurutku."


"Tidak mungkin. Pertama kali aku melihatnya di pesta ulang tahun kakekmu, ia seperti mau menelan seseorang. Sulit di percaya kalau dulu dia merupakan orang yang lucu."


"Aku juga sempat ragu-ragu mempercayainya, karna sudah terbiasa dengan sikap dinginnya itu. Tapi percayalah dia memang perna menjadi orang yang ramah dan lucu."


"Kurang lebih sama sepertimu juga. Semua orang yang ada diluar sana pasti tidak akan percaya Daniel yang dikenal dingin dan kejam bisa bersikap lembut seperti ini."


"Itu hanya untuk mu."


"Ohoho... Aku merasa terhormat."


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Dua hari menjalani kehidupan berdua saja di vila, sekitar jam 9 pagi Daniel dan Lina kembali ke rumah. Mereka disambut Emma, Judy, Qazi, Rey, Norman, Jony dan yang lainnya tepat di depan pintu. Tapi begitu melangkah masuk, mereka berdua dikejutkan dengan keadaan rumah yang berubah menjadi bernuansa pink nan cute. Hampir semua furniture berhias pita merah muda, boneka beruang yang imut, unicorn dan berbagai bunga berwarna cerah. Ruang tengah rumah ini jauh lebih mirip seperti taman kanan-kanak.


"Wah... Semua ini imut sekali," kata Lina begitu riang.


"Kenapa rumahku jadi seperti ini? Siapa yang membuat rumahku menjadi taman kanak-kanak?" kata Daniel dengan raut wajah dingin.


Pertanyaan tersebut terjawab ketika seorang gadis imut berlari menghampiri mereka. Gadis itu mengenakan pakaian cosplay elf hutan, dengan rambut putih bergradasi warna pink terurai panjang berhias pita pink besar.


"Kakak!" teriak gadis itu seketika melompat memeluk Daniel.


"Via, ternyata kau yang membuat rumahku menjadi mengerikan?"


"Beginikah caramu menyapa adikmu yang baru pulang dari luar negeri?" dengan sedikit cemberut gadis itu melepaskan pelukannya. Ia terlihat semakin imut.


"Ibu bilang kau tidak jadi pulang."


"Ini karna paman dan bibi yang mau ikut pulang bersama, tapi paman harus menyelesaikan sedikit urusan terlebih dahulu. Sebab itu kepulanganku tertunda," jelas Via, adik Daniel.


"Dia adikmu Daniel? Sungguh berbanding terbalik dengan mu. Ia sangat imut," kata Lina yang membuat Via menoleh padanya.

__ADS_1


Via beralih menghadap Lina. Di liriknya Lina dari atas sampai bawah seperti sedang menilai Lina. "Jadi ini wanita yang membuat hati dingin kakak ku mencair. Ia tampak biasa-biasa saja," Via berbalik mengitari Lina agar bisa meneliti seluruh tubuh Lina. "Rambut hitam panjang yang indah, tangan putih dan mulus tapi telapak tangan sedikit kasar, kaki yang cukup montok dan pendek, pinggang ramping... Eh?" begitu tangan Via menggukur pinggang Lina, ia menyadari kalau Lina sedang hamil. Dielusnya sekali perut Lina, namun ia tidak memperdulikan hal itu. Kini ia beralih menilai wajah Lina. Diletakannya telapak tangannya yang lembut di pipi Lina.


"Eh... Daniel, apa adikmu memang selalu seperti ini disaat bertemu dengan orang baru," tanya Lina pada Daniel.


"Tidak juga. Dia memang sedikit gila. Via terlalu terobsesi terhadap anime."


Lina hanya bisa pasrah disaat pipinya dicubit, matanya dibuka lebar, hidungnya ikut dicubit dan mulutnya dipaksa di buka agar bisa melihat giginya.


"Wah, kakak memiliki gigi ginsul yang manis. Ini akan sempurna," Via menarik Lina pergi menuju kamarnya.


"Hei! Kau mau membawa kemana istriku?!!" teriak Daniel.


"Kakak tunggu saja disini. Akan kubuat kau tercengang nantinya."


"Kita mau kemana?" tanya Lina.


"Aku punya kostum yang cocok untuk kakak."


"Aku merasakan firasat buruk soal ini."


"Kakak, bagaimana menurutmu?" panggil Via yang membuat Daniel menoleh.


Daniel seketika mematung melihat Lina dalam balutan cosplay pelayan kucing. Dress hitam putih berpadu dengan warna pink, choker pita lonceng berwarna pink, rambut di kuncir dua berhias bando telinga kucing. Lina benar-benar malu mengenakan kostum itu di hadapan Daniel. Ia tidak berani menatap wajah Daniel sangking malunya.


Cekrek!


Satu kilatan cahaya menerpa wajah serta tubuh Lina yang seketika membuat Lina tersentak kaget. Ia menoleh pada Daniel yang ternyata memfotonya, sekali lagi.


"Jangan memfotoku!" Lina segera menutupi wajahnya ketika Daniel mencoba memotretnya lagi dan lagi.


"Aku tidak bisa tahan untuk tidak mengabadikan momen ini. Kau sangat imut."


"Aah.... Daniel...!"


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Pagi harinya, Lina turun dari mobil dan berjalan menuju gedung universitas. Sudah lebih dari tiga hari dia mengambil cuti di kampusnya. Lina telah tertinggal beberapa pelajaran yang harus ia kejar. Lina masih sedikit kesal dengan kejadian kemarin. Kedatangan adik Daniel yang bernama lengkap Olivia Scarlett Flors membuat Lina menjadi boneka untuk mencoba berbagai kostum cute lainnya, dan Daniel mala beralih menjadi fotografer.

__ADS_1


"Lina!" panggil Ira yang berlari menghampiri Lina.


"Ira, selamat pagi," sapa balik Lina.


"Pagi. Bagaimana hari berduaan mu bersamanya, pengantin baru?" kata Ira sambil menyenggol bahu Lina.


"Ira, jangan sekarang. Nanti ada yang dengar."


"Okey, kau bisa menceritakannya saat jam makan siang. Tapi kenapa wajahmu sedikit cemberut pagi ini?"


"Ini semua karna adik Daniel kemarin. Dia memaksaku mencoba berbagai kostum cosplay."


"Adik? Aku baru tahu kalau Daniel memiliki seorang adik. Aku kira dia anak tunggal."


"Adik nya itu terlalu terobsesi dengan anime. Ia memang jarang di kenal masyarakat ibu kota karna memang ia tidak tinggal disini. Ia ikut paman dan bibi nya yang tinggal di Kiyoto, jepang. Kemarin ia baru pulang dan kini tinggal di rumah Daniel," jelas Lina.


"Oh... Aku jadi penasaran bagaimana penampilan mu dalam balutan kostum cosplay. Pasti sangat imut."


Lina melirik Ira. Ia secerah tahu isi dalam kepala temannya itu hanya dari raut wajah nya. "Hei, nona. Sebaiknya jaga pikiranmu itu karna itu tidak akan terjadi!"


"Ayolah Lina sekali saja."


"Tidak mau."


.


.


.


.


.


.


ξκύαε

__ADS_1


__ADS_2