
Sementara itu seharian ini Lina cuman di kamar saja. Makan, minum, menonton tv sambil berbaring-baring di tempat tidur atau bermain kartu bersama Emma dan Judy saat mereka senggang. Lina benar-benar bermalas-malasan menghabiskan waktu. Ia baru tahu sekarang ini ia ada di sebuah vila mewah kepemilikan dari Daniel. Letak vila ini ada di atas bukit yang menyajikan pemandangan kota begitu Lina memandanya dari atas balkon kamarnya. Tempat yang sunyi dan tenang dengan angin sejuk berhembus. Tempat ini sangat cocok untuk bersantai. Karna perbuatan Lina waktu itu membuat mereka semua harus mengungsi ke vila. Seisi rumah masih bau dan entah kapan bau itu akan hilang.
Sudah lama Lina tidak sesantai ini. Dengan kesibukannya menempuh pendidikan di universitas kedokteran dan ditambah pekerjaan paru waktunya, Lina memang berkerja keras selama ini. Tubuhnya dipaksa walau sudah berteriak lelah. Semua ini demi mencukupi kebutuhan hidupnya dan juga balas budi pada Ramona yang telah merawatnya. Lina kini merindukan Ramona. Apa kabarnya? Sudah lama Lina tidak bertemu Ramona. Lina biasa pulang disaat libur panjang tiba. Ramona pasti akan menyambutnya dengan semua hidangan kesukaan Lina. Lina akan makan dengan sangat lahap sampai semua hidangan itu ludes.
Ini adalah salah satu kesenangan tersendiri bagi Ramona ketika Lina pulang. Uang hasil kerja keras Lina yang selalu di kirimkan pada Ramona sebisa mungkin dihemat olehnya. Sisa uang itu di tabungkan untuk memperbaiki rumah. Hanya ini satu-satunya harta yang dimiliki Ramona untuk diwariskan pada Lina. Ramona merupakan seorang wanita sebatang kara. Ia tidak memiliki sanak saudara dan suaminya telah meninggal 30 tahun yang lalu karna kecelakaan kerja. Ia juga tidak memiliki seorang anak, sebab itu ia sangat menyayangi Lina dan memanjakannya. Kehadiran Lina dalam hidup merupakan kebahagian terbesarnya. Melihat Lina bahagia adalah impiannya. Ia akan melakukan apapun untuk mencukupi keperluan Lina menempuh pendidikannya setinggi-tingginya.
Untuk membalas budi yang tak terhingga ini Lina berjuang keras sampai ia dapat memasuki universitas kedokteran ternama di ibu kota. Impiannya menjadi seorang dokter akan segera terwujud setelah perjuangan panjangnya selama ini. Biji yang ditanam kini telah menghasilkan buahnya dan akan segera matang. Hadiah terbesar yang ingin Lina berikan pada Ramona.
...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...
Dua bulan tak terasa telah berlalu setelah kejadian penculikan itu. Lina menjalankan kehidupan damai nya seperti biasa, tidak ada gangguan sama sekali. Violet dan teman itu sudah masuk kembali mengikuti pelajaran di kampus lagi setelah pulang dari rumah sakit, dan mereka terlihat tidak menggangu Lina. Tidak tahu apa yang akan mereka lakukan untuk membalas Lina. Mereka belum bergerak sama sekali. Orang-orang di kampusnya juga tidak lagi menggosipkan dirinya. Entah apa yang telah terjadi semua rumor buruk itu telah hilang. Apa ini perbuatan Daniel? Mungkin saja. Dengan kekuasaan yang dimiliki Daniel, apa yang tidak bisa dilakukan olehnya.
Qazi telah lama kembali dari rumah sakit dan telah bertugas kembali menjadi pengawal pribadi Lina. Untuk menjaga keselamatan Lina, Daniel menempatkan beberapa pengawal bayangan yang akan senan tiasa ada disisi Lina secara tersembunyi. Bahkan Lina sendiri tidak tahu tentang pengawal bayangan ini. Daniel tidak mau membuat Lina merasa terganggu karna terus di awasi.
__ADS_1
Lina mulai terbiasa menjalani kehidupannya, walau ia merasa bosan. Ia tidak bisa pergi dengan bebas seperti dulu lagi. Daniel sama sekali tidak mengizinkannya. Lingkungan kampus, rumah, kampus, rumah terus seperti itu, benar-benar bosan. Ia ingin pergi ke bersenang-senang seperti liburan atau mengunjungi tempat baru di akhir pekan. Tapi Daniel selalu terlihat sibuk setiap harinya. Ia jarang ada di rumah. Paling Lina bertemu dengannya saat sarapan pagi. Pekerjaan Daniel di kantornya sangat menumpuk bahkan perna tidak pulang ke rumah sama sekali. Ditambah lagi ia harus mengurus rumah dagang terbesar di dunia bawah tanah yang memperjual belikan senjata selundupan atau ilegal.
Akhir pekan tiba. Lina hanya di rumah sambil membaca buku kegemarannya. Tidak ada yang bisa ia lakukan. Padahal sebenarnya Ira mengajak Lina liburan ke pantai hari ini tapi Daniel melarang ia pergi, dengan alasan keselamatan. Padahal Daniel tidak mengizinkan Lina ke pantai karna... Ia tidak mau tubuh Lina dilihat oleh siapapun. Membayangkan Lina ada di pantai dengan hanya menggunakan bikini di keramaian pengunjung pantai. Tidak, tidak. Daniel tidak akan membiarkan itu terjadi. Leku tubuh indah Lina hanya boleh di lihat olehnya. Jika Lina bersikeras ingin pergi ke pantai, okey. Daniel bisa membawa Lina mengunjungi resort keluarganya yang ada di pulau pribadi. Tidak akan ada orang lain disana. Daniel bisa menikmati pemandangan indah itu untuk dirinya sendiri. Hehe... Bisa di coba. Membayangkan Lina memakai bikini di atas pasir putih. Pikiran Daniel telah terbang tinggi.
Walau pun Daniel melarang Lina keluar rumah tapi ia telah menyediakan semua fasilitas yang diperlukan Lina dengan sangat lengkap agar Lina tidak bosan. Namun... Hampir semua kegiatan yang bisa di lakukan dalam lingkungan rumah ini sudah dicoba oleh Lina. Mulai dari memasak sampai ia sendiri bingung mau masak apa lagi. Berkebun, Daniel telah sediakan tempat khusus bagi Lina untuk menanam sebagian besar tanaman beracun dan obat di halaman belakang rumah. Lina tidak ingin melakukannya sekarang. Meracik ramuan racun baru atau bereksperimen dengan racun lama, ia tidak memiliki kelinci percobaan yang cocok. Melakukan kegiatan baru... Bermain musik, tidak ada kemajuan. Melukis, tidak berbakat. Menari, tidak suka menari. Bernyanyi, bosan. Olahraga, tidak ada lawan. Hah... Paling Lina masih menyukai permainan kartu atau dadu.
"Hei, kucing! Mau ikut aku tidak?" tanya Daniel pada Lina yang sedang membaca buku di teras samping.
"Jangan banyak tanya, mau ikut atau tidak?"
"Em... Ikut deh. Aku bosan di rumah," Lina menutup bukunya lalu bergegas menghampiri Daniel sebelum ketinggalan.
15 menit perjalanan mereka akhirnya sampai di tempat yang dimaksud Daniel. Kantor perusahaan grub Flors. Siapa yang tidak kenal dengan perusahan satu ini. Suatu perusahaan yang berkembang di bidang teknologi dan robotika dan telah meluncurkan berbagai produk terbaik ke pasaran dunia. Tidak banyak orang yang tahu siapa dibalik perusahan luar biasa ini. Dia merupakan CEO muda yang misterius dan sering dirumorkan sebagai pria dingin yang tidak suka di dekati wanita. Pria tersebut kini ada di samping Lina. Pertama kali bertemu Daniel Lina sempat berpikir semua rumor diluar sana adalah benar, namun pandangan Lina berubah. Baginya Daniel masih memiliki sikap yang lembut, peduli dan tengas. Sebenarnya Daniel hanyalah tipe orang yang tidak suka muncul ke publik.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
ξκύαε
__ADS_1