Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Berkunjung ke kediaman keluarga tersembunyi


__ADS_3

Setelah makan siang dokter Pram datang dengan peralatan yang dibutuhkan Lina untuk melakukan penelitian. Lina tidak terlalu fokus. Pikirannya masih dibayang-bayangi status Daniel dalam hidupnya. Ada perasaan ragu jika Daniel merupakan saudara atau temannya. Bagi Lina sosok Daniel ini iyalah orang yang begitu penting dalam hidupnya. Sumber kebahagian, yang menjaga serta memanjahkannya, orang yang bersedia melindunginya dengan nyawa, selalu ada untuknya dan saling melengkapi.


Dalam hati kecil Lina ia tahu. Daniel adalah orang yang ia cintai. Tapi... Daniel telah beristri dan memiliki dua buah hati. Menurut informasi yang Lina dapatkan dari mengajukan pertanyaan pada dokter Pram tanpa memberitahunya kalau ia mengenal Daniel, sama seperti yang Samuel katakan. Daniel memang memiliki seorang istri dan kehidupan mereka terlihat harmonis-harmonis saja sampai sekarang. Jadi siapakah dirinya ini? Apa dia sungguh seorang wanita yang telah merebut suami orang lain dan bahkan sedang mengandung anaknya. Tidak. Lina tidak sanggup menerima kenyataan ini jika seandainya itu benar.


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Tiga hari telah berlalu. George sudah merasakan ada kemajuan dari pengobatan yang Lina berikan. Berendam di air hangat yang diberi ramuan obat selama 30 menit setiap pagi dan sore hari sangat membantu mengeluarkan racun melalui pori-pori yang terbuka. George sudah bisa merasakan kakinya kembali dan bahkan bisa menggerakkan jari-jari kakinya. Ini merupakan suatu kemajuan yang luar biasa. Namun Lina masih berusaha mengingat resep obat penawar racun tersebut karna untuk memaksimalkan mengeluarkan semua racun yang ada pada tubuh George mamang memerlukan obat-obatan yang berkerja dari dalam.


Seperti rencana, kondisi George untuk sekarang masih dirahasiakan dari semua orang kecuali mereka berempat. Bahkan Sara, istri George pun tidak diberitahu akan hal ini. Ada alasan dibalik hal tersebut dan ini permintaan dari Samuel sendiri. Kenapa? Aku juga tidak tahu.


Ngomong-ngomong soal Samuel. Selama tiga hari ini ia sedikit disibukkan mencari informasi tentang rumah sakit Ramona. Ia mendapati kalau rumah sakit itu adalah hadiah kelulusan untuk nona Cershom karna telah berhasil meraih peringkat pertama dan untuk nama Ramona sendiri, ia cuman tahu kalau Ramona itu artinya penyelamat.


Dari hasil pencariannya. Ia tidak mendapati seorang dokter wanita yang menghilang atau cuti selama beberapa minggu terakhir ini dari rumah sakit tersebut. Ini cukup membingungkan. Jika Velia yang ia kenal mamang berkerja di rumah sakit tersebut, kenapa namanya tidak terdaftar disana? Dan seandainya Velia berkerja di rumah sakit lain, kenapa rumah sakit itu yang Velia merasa tidak asing?


Kalau kau ingin tahu Samuel, mohon maaf aku cuman memiliki tempe. Eh, maksudnya aku tidak akan memberi tempe padamu, maksudku tahu padamu. Eh? Kok aku jadi bingung ya. Enakan tahu apa tempe?


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


"Velia, aku dengar dari ayah kalau ayah ingin memperkenalkan mu pada kakek hari ini," sapah Samuel pagi-pagi. Ia mendekati Lina yang tengah duduk di meja rias memperhatikan bayangan dirinya di cermin.


"Iya. Ayahmu bersikeras mengajakku ke kediaman utama. Aku sudah berusaha keras menolak, tapi kau tahu sendiri sifat ayahmu bagaimana. Hah... Apa yang sebenarnya dia ingin lakukan?"


"Kau cantik," kata Samuel tanpa sadar sambil menatap bayangan Lina di cermin.


"Oh... Tentu saja aku cantik."


"Apa?!" Samuel dengan cepat tersadar dan segera memalingkan mukanya yang malu. "Aku... Aku akan menunggumu di bawah. Cepatlah! Kau ini lambat sekali seperti siput," ia seketika salah tingkah.


"Kau juga ikut?"


"Iya," kata Samuel sambil melangkah pergi meninggalkan Lina.


"Dia sungguh meninggalkan aku. Dasar Samuel aneh," Lina bergegas menyusul Samuel.

__ADS_1


Mereka cuman bertiga pergi ke kediaman utama atau lebih tepatnya kediaman keluarga tersembunyi. Sara tidak bisa ikut hari ini. Ia ada urusan penting di butiknya. Mobil mereka berhenti tepat di sebuah bangunan mewah berlantai tiga bergaya klasik. Lina begitu takjub melihatnya. Bagaimana tidak, empat pilar putih menjulang tinggi menghiasi sisi kiri dan kanan pintu masuk.


Dua penjaga yang ada di pintu langsung memukakan pintu mempersilakan mereka masuk. Di dalam mereka segera disambut belasan pelayan yang berbaris rapih. Mereka semua menunduk dengan begitu anggunnya memberi hormat. Lina merasa seperti orang penting disini. Sambil sedikit tertunduk, Lina mengikuti Samuel yang mendorong kursi roda ayahnya menuju suatu ruangan disana.


Ruangan luas memanjang dengan beberapa kursi terdapat disana. Tidak ada siapa-siapa disini. Apa mereka diminta menunggu? George mempersilakan Lina untuk duduk di kursi disampingnya. Tapi Lina tidak segera duduk. Ia menahan jas Samuel dengan ekspresi malu-malu. Samuel tahu betul itu. Pasti ada yang ingin ia sampaikan dan malu meminta batuan pada orang lain.


"Kau mau apa?" tanya Samuel


"Em... Aku ingin ke kamar kecil. Aku sudah tidak tahan."


"Hah... Kau ini. Aku kira ada apa. Ya sudah, Aku akan menemanimu."


Samuel menemani Lina pergi ke kamar mandi yang tidak jauh dari ruangan tersebut. Setelah Lina selesai, mereka kembali ke ruangan sebelumnya. Sampai disana ternyata tuan besar keluarga tersembunyi sudah ada disana.


"Senang bertemu denganmu kakek," sapa Samuel begitu masuk.


"Tidak perlu formal cucuku."


"Kau sudah kembali Samuel. Dimana Velia?" tanya George.


Samuel menoleh ke samping kanannya tapi tidak mendapati Velia disana. Tenyata Velia bersembunyi di belakang Samuel. Dengan tubuhnya yang kecil, memungkinkan ia dengan mudah untuk bersembunyi di belakang tubuh orang yang lebih tinggi darinya.


"Kenapa kau bersembunyi?"


"Aku... Gugup."


"Apa yang perlu kau gugup kan?" Samuel menarik Lina keluar. "Ini orangnya, kek."


"Selamat siang tuan besar. Semua orang memanggilku Velia. Senang bertemu dengan anda," kata Lina malu-malu.


"Ayah, dia lah wanita yang aku bicarakan itu. Master ahli racun Oleander. Yang telah menyembuhkan kaki ku."


Tn. Down tidak bicara sepatapun saat melihat Lina. Ia cuman menatapnya tidak percaya. Ia berdiri menghampiri Lina dan hendak membelai wajah Lina.

__ADS_1


"A-ria-na," tanpa diduga Tn. Down memeluk Lina dengan sangat erat. "Wajah ini... Aku tidak akan perna lupa."


"Eh... Tuan besar. Sa, saya bukan Ariana," kata Lina yang pasra didekap erat Tn. Down.


"Aku tahu itu tapi izinkan aku memelukmu sebentar."


"Samuel," kata Lina pelan sambil melirik Samuel minta bantuan.


"Kau pikir apa yang bisa aku lakukan?"


"Hah... Aku sudah menduga reaksi ayah akan seperti ini," George cuman bisa menghela nafas.


Cukup lama akhirnya Tn. Down melepaskan pelukannya. Dia mempersilakan Lina duduk di kursi tepat disamping kanannya.


"Aku sudah mendengar semua tentangmu dari putraku. Kau gadis yang diselamatkan Samuel dan menderita hilang ingatan."


"Iya. Sekarang ingatanku sudah perlahan-lahan pulih. Ini semua berkat mereka yang telah menolongku dan merawat ku beberapa minggu ini. Saya benar-benar sangat berterima kasih."


"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu. Berkat dirimu aku memiliki harapan untuk berjalan kembali," kata George membuat ayahnya menoleh padanya.


"Kau tidak menceritakan hal ini padaku."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


ξκύαε


__ADS_2