
Julia berhati-hati masuk ke ruangan yang ada di belakang panggung. Diliriknya tempat dimana Nisa dan Julius menunggunya. Ia mendapati cuman Nisa disana seorang diri. Dimana Julius? Ia bergegas menghampiri Nisa sambil terus melirik kesana kemari.
"Nisa, maafkan aku karna terlambat," ujar Julia yang terlihat lelah karna berlari.
"Julia, akhirnya kau datang juga," Nisa sedikit kaget begitu Julia muncul tiba-tiba dari belakang.
"Apa kalian sudah selesai tampil?"
"Belum. Julius baru saja meminta pergantian jadwal lagi pada Prof. Via demi menunggumu. Em... Ngomong-ngomong, dimana Sean? Bukankan kau pergi karna mencari dia?"
"Eh... Soal itu... Ia tidak bisa ikut melakukan presentasi karna... Karna terserang flu. Iya, dia tiba-tiba sakit dan mengeluh tidak enak badan," kata Julia mencari alasan.
"Apa?! Bukankah dia tadi baik-baik saja?"
"Aku juga tidak tahu."
"Akhirnya kau kembali juga, aku pikir kau tidak akan kembali lagi! Lantas di mana orang itu?" bentak Julius bagitu melihat adiknya.
Sendari tadi Julia sudah berlindung dibalik tubuh Nisa. "Maafkan aku."
"Jangan marah Julius. Yang penting sekarang Julia telah kembali dan untuk Sean, Julia mengatakan kau dia tiba-tiba sakit dan tidak bisa ikut melakukan presentasi," kata Nisa membantu menjelaskan.
"Sudah aku katakan tidak ada gunanya mencari dia. Jika kau tidak keras kepala tadi, kita pasti sudah tampil sejak setengah jam yang lalu dan aku tidak perlu repot-repot bolak-balik minat pergantian jadwa pada bibi Via. Sekarang jadwal kita pada urutan terakhir."
"Maaf."
...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...
__ADS_1
"Mari kita sambut kelompok ke-8, yang diketuai oleh Chris, siswa dari kelas 1 E," kata Via mempersilakan kelompok ke-8 menunjukan hasil project sains mereka.
Keempat anggota kelompok tersebut naik ke atas panggung. Sambutan diberikan pada mereka terutama dari teman dan keluarga masing-masing dari anggota kelompok. Sementara para penonton yang ada dibawa sana masih bersemangat menyaksikan setiap penampilan dari anggota kelompok, Lina sudah merasa bosan karna putra dan putrinya tidak kunjung tampil juga.
"Daniel... Dimana putra dan putriku? Kenapa mereka tidak kunjung tampil juga. Via bilang mereka tampil pada urutan ke-5 tapi sekarang ini sudah yang ke-8," renggek Lina.
"Bersabarlah kucing kecil. Mereka pasti tampil. Mungkin ada sedikit kendala yang menyebabkan jadwal mereka berubah," kata Daniel menenangkan.
"Tapi mau sampai kapan? Aku sudah bosan."
Lina dan Daniel sedikit dikagetkan dengan lampu panggung yang tiba-tiba dimatikan. Mereka bangkit dari sofa dan menghampiri Adelia dan Adelioyang berdiri di depan kaca. Ternyata penyebab dimatikannya lampu panggung itu karna pertunjukan hologram yang menampilkan gambar tata surya secara tiga dimensi. Selain bisa menampilkan hologram tata surya, alat yang kelompok ke-8 ciptakan ini dilengkami dengan sistem robotik yang memungkinkan bisa memberi penjelasan dari pertanyaan yang ingin ditanyakan tentang luar angkasa sambil menampilkan gambar yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut. Tujuan dari dibuatnya alat ini adalah untuk mempermudah memahami tentang luar angkasa. Penampilan yang begitu memanjakan mata seolah-olah bintang, planet dan benda angkasa lainnya benar-benar ada disekitar orang yang melihatnya. Para penonton dibuat kagum dengan hasil project sains kelompok ke-8.
"Wow... Sejauh ini mereka merupakan saingan terberat kakak," kata Adelia.
"Project sains mereka memang hebat tapi aku yakin project sains kakak bisa dengan mudah mengalahkan mereka," ucap Adelio dengan sangat percaya diri.
"Kau benar Adelio. Kakak kalian pasti bisa mengalahkan semua peserta yang lain. Tapi kenapa mereka belum kunjung tampil juga? Mama harap tidak ada masalah serius pada project sains mereka."
"Itulah dia project sains dari kelompok ke-8. Sampailah kita pada kelompok terakhir yang diketuai oleh Julia dari kelas 1 C."
"Ma, Lihat. Akhirnya kakak tampil," tunjuk Adelia bersemangat.
"Kau benar Adelia, itu mereka."
"Tapi kenapa mereka cuman bertiga? Dan lagi, dimana robot yang mereka buat?" tanya Daniel sedikit bingung.
"Mungkin karna hal itulah mereka dipindah jadwalkan menjadi yang terakhir," tebak Adelio.
__ADS_1
"Oh, tidak. Apa mungkin ada masalah serius," Lina tampak mencemaskan putra dan putrinya.
Julius, Julia dan Nisa naik ke atas panggung tanpa membawa apapun. Semua penonton dibuat bingung dengan hal ini. Via yang sudah tahu apa masalah mereka tentu tidak mencemaskan hal ini. Ia menyerahkan mic pada Julia.
"Semoga kalian bisa menjadi juara," bisik Via pada Julia.
"Terima kasih bibi Via," Julia menerima mic tersebut. "Selamat siang semuanya. Sebelum menunjukan hasil project sains kami, kalian semua pasti bertanya-tanya kenapa kami cuman beranggotakan tiga orang saja. Itu karna anggota kami ke empat, Sean Gelael tidak bisa ikut hadir disebabkan alasan tertentu. Tapi dia juga memiliki pengaruh besar dari terciptanya robot ini."
"Setelah apa yang telah aku lakukan, Julia masih menyebutkan namaku di atas sana. Mungkin aku memang salah memperlakukan dia selama ini tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hatimu, Julia. Kau adalah gadis yang istimewa bagiku," Sean menekatkan hatinya untuk terus mengejar cintanya.
"Dia lah yang memiliki ide untuk menyatukan dua robot dari rancangan yang kami usulkan sampai terciptalah robot..." Julia tidak menyelesaikan kalimatnya. Ia menyerahkan mic pada Nisa.
"Ro, robot pendamping kesehatan keluarga," walau sedikit gugup namun Nisa berhasil melawan rasa takutnya tampil di depan semua orang.
Julius yang memegang kendali remot kontrol mulai menekan tombol pada remot yang ada di tangannya. Empat robot berbentuk sama dengan ukuran yang sama pula melesat terbang dari setiap sudut ruangan menuju ke atas panggung, kemudian menyatuh antara satu sama lain dan akhirnya mendarat sempurna dihadapan para hadirin. Adelia dibuat takjub melihatnya karna salah satu robot tersebut melintas tepat dibalik kaca dihadapannya. Lina dan Daniel juga cukup terkejut dengan hal ini. Sedangkan untuk para penonton yang lainnya, jangan ditanya.
"Inilah dia robot pendamping kesehatan keluarga. Robot ini dirancang untuk mendampingi setiap anggota keluarga. Bisa berpecah paling banyak menjadi delapan bagian. Masing-masing anggota keluarga akan mendapatkan satu robot pendamping yang akan menemaninya kemanapun ia pergi. Robot ini menggunakan sistem elektromagnetik yang memungkinkan ia dapat melanyang seratus kaki di udara. Berdesain futuristik dan modern, robot ini cantik sekali," Jelas Julia seperti melakukan promosi saja.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
ξκύαε