Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Sebenarnya ia cukup baik


__ADS_3

Itu tergantung seberapa bagus barang yang kau miliki. Kau hanya perlu berharap ada orang yang mau menawar racun mu sampai puncak tertinggi harga. Itu bisa mencapai sepuluh kali lipat dari harga awal."


"Apa benar bisa sampai sepuluh kali lipat?" kata Lina dengan mata melebar.


"Bahkan bisa lebih. Tapi jika sungguh nanti kau mau melelang salah satu racunmu. Aku sarankan menjual obat pernawarnya secara terpisah. Dan juga jangan takut tidak ada yang menawarnya. Aku akan menjadi orang pertama yang menawarnya untukmu," ujar Daniel menggoda.


Daniel mengambil helaian rambut Lina lalu diciumnya. Tatapan lurus dari mata biru Daniel membuat Lina seketika tak berkutip. Jantungnya berdegup kencang seperti hendak mau melompat keluar. Dalam sekejap Lina terpesona oleh ketampanan Daniel.


"Harum sekali," kata Daniel membuat Lina tersadar.


"Ah... Haha... Lihatlah matahari sudah mau terbenam. Se, sebaiknya kita segera kembali sebelum gelap," celoteh Lina sembarangan sangking gugupnya.


"Oo... Sepertinya kau sudah bersedia tinggal denganku?" kata Daniel kembali menggoda. Ia sangat munyukai reaksi kegugupan Lina.


Mendengar itu membuat wajah Lina memerah. "Bu, bukan itu mak, maksudku. A, aku... Kau tahu..."


"Sudahlah, ayok pulang. Aku telah meminta koki untuk membuat masakan Prancis."


Daniel menarik tangan Lina keluar dari kosan itu kembali ke mobil. Kali ini Lina tidak melawan sama sekali. Sikap Daniel cukup lembut hari ini membuat ia merasa nyaman.


"Tidak Lina! Jangan percaya perubahan sikapnya itu. Ingatlah, dia masih pria brengsek yang sama."


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Di perjalanan kota yang tenang. Lina memandang keluar jendela mobil. Di perhatikan nya setiap orang yang lalu lalang dengan kesibukan mereka masing-masing. Mereka berjalan begitu saja tanpa memperhatikan orang lain disekitar. Tidak ada sapaan atau sekedar tersenyum dan permisi begitu memotong orang yang lebih tua dari mereka. Tata krama tidak terlihat penting lagi. Sangat jauh berbeda dengan orang yang ia lihat di desa tempat tinggalnya. Pandangan Lina alihkan ke wajah tampan Daniel. Wajah yang terlihat begitu fokus ke layar hp itu sangat menawan di mata Lina.


Daniel tidak menyadari kalau gadis di sampingnya ini sedang memperhatikan dirinya. Ia terlalu fokus ke layar hpnya. Kemudian ia tiba-tiba terlihat menghubungi seseorang.


"Hallo tuan muda. Ada perintah apa?" jawab seseorang dari balik telpon.


"Qazi, apa barang yang kupinta sudah dibeli?"

__ADS_1


"Iya tuan muda. Barangnya sudah dibeli sesuai yang tuan muda inginkan."


"Segera pulang ke kediaman sekarang juga."


"Maaf tuan muda, sepertinya... Saya akan pulang sedikit telat hari ini?"


"Kenapa? Ada masalah? Dimana kau?"


"Saya terjebak macet di persimpangan dekat lampu merah. Terjadi kecelakaan di depan dan sepertinya itu adalah mobil dari nona Cershom," jelas Qazi.


"Maksudmu nona Cershom mengalami kecelakaan?" tanya Daniel mastikan.


"Iya. Menurut kabar kecelakaan terjadi akibat rem blong. Hasil pemeriksaan pihak kepolisian menyatakan ada yang sengaja memutus kabel rem dari mobil nona Cershom."


"Kali ini orang mana yang telah disigung nona Cershom sampai orang tersebut begitu berani memutus kabel rem mobilnya?"


"Hehe... Saya tidak tahu sejauh itu," ingin rasanya Qazi memberitahu tuan mudanya itu kalau sebenarnya orang yang duduk disampingnya itulah pelakunya.


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Sementara itu mari kita melihat keadaan Violet di rumah sakit. Ia selamat dari kecelakaan tersebut dan hanya mengalami patah tulang pada kaki kanannya. Saat ini Violet terbaring di ranjang rumah sakit dengan raut wajah kesal. Apa lagi setelah mengetahui kedua temanya juga mengalami hal yang sama dan dengan sebab yang sama pula. Yang paling parah diantara mereka adalah Anisa. Ia mengalami patah tulang leher, pergeseran tulang bahu, retak tulang pada kaki dan luka kecil disekujur tubuh akibat pecahan kaca mobil. Kecelakaan yang ia alami terjadi di jalan tol. Mobilnya hilang kendali, menabrak pagar pembatas lalu berputar dan berakhir dalam semak belukar.


"AAAAAAH……… ! ! ! Ini pasti ulah dari anak buah Daniel itu!" dengan kesal Violet melempar gelas kaca yang ada di atas meja.


"Berhentilah merusak barang. Lagi pula ini juga karna kecerobohan mu," Ducan mengambil tempat duduk di samping putri angkatnya itu.


"Aku tidak mengira mereka sampai berani berbuat seperti itu padaku."


"Kau sudah tahu watak Daniel, bukan? Siapapun yang berani menggangu orangnya, ia pasti akan membuat orang tersebut menderita. Dari awal sudah aku peringatkan bahwa tidak mudah mencelakain gadis itu. Kau saja yang terlalu nekat. Sekarang lihat dirimu. Kau masih beruntung dapat selamat dari kecelakaan ini."


"Aku yang terlalu ceroboh tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan pikirkan cara untuk membalasnya seratus kali lipat!! Tunggu saja Lina."

__ADS_1


"Ayah masih ada urusan yang belum diselesaikan. Ayah pergi dulu. Istirahatlah, kau membutuhkan itu," Ducan mengelus lembut rambut Violet lalu berlalu pergi.


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


Sampai dirumah mereka disambut dua pelayan wanita yang sudah Lina kenal sebelumnya dan empat pria bersetelan jas hitam rapih. Mereka membungku memberi salam begitu Daniel dan Lina turun dari mobil. Perasaan Lina sedikit canggung setiap kali menginjakan kaki di rumah ini ia akan disambut bak seorang nona muda pemilik kediaman. Mereka semua tahu Lina hanyalah gadis miskin dari desa yang memiliki sedikit keberuntungan atau sial bisa bertemu dengan Daniel dan dipaksa menjadi kekasih palsu nya. Walaupun begitu, perlakuan mereka tetap baik pada Lina. Tidak ada satupun dari mereka yang merasa iri hati atau mengolok-olok Lina karna mereka harus melayani Lina sama seperti Daniel, baik ada dan tiadanya Daniel di kediaman.


Bahkan Lina perna sempat bertanya pada dua pelayan wanita itu, adakah Daniel mengancam mereka harus melayaninya dengan baik? Jawaban dua pelayan itu mengatakan 'Tidak' tidak ada ancaman sama sekali diberikan Daniel. Dua pelayan itu mala bercerita kalau sebenarnya Daniel tidaklah seperti rumor yang beredar di masyarakat. Ia baik pada bawahannya, memperlakukan mereka semua dengan sama tanpa perbedaan. Namun sangat tegas jika mereka berbuat salah. Daniel memang dikenal dingin dan kejam bila berhadapan dengan musuh. Ia tidak segan-segan membantai satu kelompok apapun itu yang berani berurusan dengannya atau salah satu dari bawahannya. Mendengar itu Lina sedikit merubah padangan buruknya terhadap Daniel.


Makan malam tiba. Dua pelayan itu segera menyajikan hidangan yang sudah di persiapan koki handal yang di perkerjakan di rumah itu. Hidangan alah Prancis menghiasi meja makan siap disantap oleh mereka. Kali ini Lina makan dengan pelan tidak seperti pagi tadi yang begitu rakus karna ia kelaparan. Lina begitu menikmati makanan yang di sajikan. Belum perna ia mencicipi makanan alah Prancis sebelumnya. Sensasi rasa baru menyelimuti lidahnya.


Selesai makan malam Qazi baru tiba di kediaman Daniel dengan membawa paper bag putih ditangannya. Ia menyerahkan paper bag itu ke Daniel.


"Barang anda tuan muda."


Daniel menerima paper bag itu tapi ia mala berikannya pada Lina yang duduk di dihadapan samping kirinya. Lina menatap bingung Daniel setelah ia baru selesai meneguk air putih di gelasnya. Apa maksudnya ini? Apa isi paper bag itu?


"Ambilah," kata Daniel.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε

__ADS_1


__ADS_2