Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia

Gadis Psychopath Itu Putri Bos Mafia
Dipertemukan kembali


__ADS_3

"Hiks.... Hiks.... Sudah aku duga kalau aku perna melihat wajahmu. Oh... Marjorie, adik kecilku. Aku sungguh sangat merindukanmu. Setiap malam aku selalu bertanya-tanya, di mana kan adik kecilku berada sekarang? Apa kabarnya? Apa dia baik-baik saja? Aku sangat senang dapat berjumpa kembali denganmu. Hiks... Hiks..."


Tangis haru Kety pecah begitu ia diberi kesempatan dapat berjumpa dengan adiknya lagi. Biarpun bukan adik kandung namun tetap saja Marjorie merupakan satu-satunya keluarga yang Kety miliki. Begitu juga dengan Marjorie. Setelah sekian lama akhirnya ia dapat kembali memeluk kakaknya.


"Aku juga merindukan kak Kety. Selama lebih dari dua tahun ini aku terus mencari keberadaanmu namun tidak kujung aku temukan. Sampai aku mendapat petunjuk kalau kau sempat berkerja di kantin sekolah Anthony. Sebab itu aku datang ke pulau ini, untuk mencarimu. Namun petunjuk yang aku dapat malah berakhir di jalan buntuh. Tapi siapa menduga kita dipertemukan kembali secara kebetulan di kedai terpencil di pinggiran kota. Aku senang sekali dapat menemukan mu kembali."


"Lalu kenapa kau tidak langsung menemui ku dan kau malah mengubah namamu menjadi Terry?," tanya Kety dengan kesal sambil menjewer telinga Marjorie.


"Aduduuuh...... Sakit kak," pekik Marjorie kesakitan.


"Hihi... Marjorie memang pantas mendapatkannya," tawa Wendy begitu melihat Marjorie dijewer seperti anak kecil.


"Iya, kau benar Wendy. Entah apa yang dipikirkan Marjori sampai mau merahasiakan identitasnya sendiri dihadapan kakaknya," kata Febby.


"Marjorie memiliki alasannya tersendiri. Tapi aku senang melihat mereka sekarang dapat bersama kembali."


"Aduh..." rintih Marjorie masih kesakitan. Ia mengusap telinganya yang tampak merah. "Aku tidak bermaksud begitu. Ada alasan yang membuatku terpaksa melakukannya."


"Alasan? Apa ini soal perkerjaanmu? Tunggu, apa kau masih..."


"Tidak. Untuk sekarang tidak lagi. Aku sudah bebas dari belegu yang mengikatku."


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu. Tapi aku jadi penasaran, apa yang kau lakukan selama ini? Kenapa kau memiliki bawahan yang terlihat sangat tunduk padamu? Dan, sepertinya kau sangat kaya sampai bisa menyerahkan aku gedung untuk membuka restoran," tanya Kety sangat penasaran.


Marjorie seketika dibuat bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin ia menjawab kalau dia adalah seorang pembunuh bayaran. "Eh... Soal itu... Aku..."


"Dia ada dalam tanggung jawab keluarga Flors," kata seorang pria sambil melangkah masuk. Dia tidak sendirian, ada dua temannya disebelahnya.


"Kakak?" kata Julia begitu melihat siapa itu. "Apa yang kalian lakukan disini?"


"Kau bilang disini menyedia Steak Hamburger yang enak. Jadi kami datang untuk mencicipinya."


"Itu memang benar. Tapi darimana kakak tahu lokasi restoran ini sedangkan aku tidak perna memberitahukannya pada kakak?" tanya Julia yang bingung.

__ADS_1


"Bukan hal yang sulit bagiku menemukannya di pulau ini."


"Tentu saja mudah. Itu karna kau memasang alat pelacak pada adikmu," batin Marjorie.


"Dia kakak mu, Julia?" tanya Kety.


"Iya. Dia kakak ku."


"Aku sedikit bingung dengan maksudmu tadi. Tanggung jawab keluarga Flors? Adikku? Bisa dijelaskan lebih rinci? Karna setahuku keluarga Flors itu merupakan salah satu keluarga paling berpengaruh di ibu kota. Orang-orang seperti kami ini mana mungkin bisa berkesempatan berjumpa dengan mereka," tanya Kety pada Julius.


"Oh, menurutmu begitu?"


"Kak, dia sebenarnya tuan muda dari keluarga Flors. Julius Franklin Flors dan adiknya, Julia Francesca Flors," ujar Marjorie memperkenalkan ulang mereka.


"Ka, kau bercanda kan, Marjorie?"


"Mana mungkin aku bercanda. Itu memang mereka."


Kety tiba-tiba pingsan setelah mengetahui kenyataan itu. Bagaimana tidak. Untuk pertama kalinya ia berjumpa langsung dengan salah satu orang paling berpengaruh dan selama ini ia tidak tahu. Terjadi sedikit kepanikan melihat Kety yang tiba-tiba pingsan. Ia segera disandarkan pada sofa terdekat. Marjorie mencoba membangunkan Kety dengan cara menepuk pelan pipinya sambil terus memanggil nama kakaknya itu.


"Kak Kety! Apa kak Kety baik-baik saja?" tanya Marjorie begitu Kety sadarkan diri.


"Apa yang terjadi? Aku..."


Baru memfokuskan penglihatannya, Kety terdiam sebentar saat melihat Rica ada dihadapannya. Rica memang datang bersama yang lain namun ia mampir sebentar ke toko elektronik untuk membeli sesuatu. Entah apa yang membuat dia baru datang sekarang.


"Aku mengenal dirimu. Aku perna melihatmu muncul di tv, kalau tidak salah kau... Castarica Pinkston," kata Kety mengingat-ingat.


"Iya, ini aku."


"Apa yang dilakukan nona muda sepertimu datang ke restoran sederhana kami?"


"Karna adik dan teman-teman ku yang mengajakku ke sini," jawab Rica.

__ADS_1


"Adik?"


"Iya. Nisa Pinkston adalah adikku."


"Nisa? Aku pasti bermimpi tadi. Aku kira yang datang adalah kakak Julia yang rupa-rupanya mereka berasal dari keluarga Flors. Tapi ini tetap saja membuatku terkejut. Kakak beradik dari keluarga Pinkston datang berkunjung ke restoran ku."


"Sebenarnya itu bukan mimpi. Kakak ku memang datang kesini," kata Julia yang berdiri disamping Julius.


"Keluarga Pinkston, keluarga Flors," lirik Kety ke Rica dan Nisa lalu beralih melirik Julius dan Julia. "Tolong bangunkan aku dari mimpi ini," Kety kembali pingsan.


"Dia pingsan lagi," ujar Febby.


"Dia sepertinya terlalu shock melihat kalian berempat," kata Carl.


"Bagaimana tidak shock. Tuan dan nona-nona muda dari dua keluarga berpengaruh ada disini dan dalam waktu yang bersamaan," kata Jeffri sambil menepak punggung Julius.


"Kakak saja pingsan mengetahui ini. Bagaimana jadi jika ia tahu pekerjaanku? Sebaiknya tidak perna aku katakan padanya saja," gumang Marjorie pelan.


Setelah Kety tersadar kembali, Marjorie perlahan-lahan menjelaskan semuanya namun tetap merahasiakan siapa dirinya sebenarnya. Dengan menggunakan keluarga Flors sebagai alasan agar Kety percaya dari mana Marjorie mendapatkan seluruh kekayaannya ini. Walau masih sulit mencerna apa yang terjadi, Kety mengesampingkan semua hal tersebut. Sekarang adiknya telah kembali setelah sekian lama. Untuk mengungkapkan rasa bahagiannya ini ia mengadakan pesta kecil-kecilan di restoran tersebut untuk menyambut kepulangan adiknya. Walau cuman dihadiri oleh mereka saja, namun persta tersebut berlangsung sangat meria.


.


.


.


.


.


.


ξκύαε

__ADS_1


__ADS_2